Inilah Tips Simpel Cegah Bursitis yang Bikin Sendi Terasa Sakit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah Tips Simpel Cegah Bursitis yang Bikin Sendi Terasa Sakit

Halodoc, Jakarta – Bursitis adalah peradangan atau iritasi pada bursa. Bursa adalah kantong berisi cairan pelumas, yang terletak di antara jaringan, seperti tulang, otot, tendon, dan kulit, yang mengurangi gesekan, gesekan, dan iritasi.

Bursitis paling sering disebabkan oleh dampak kecil yang berulang-ulang pada area tersebut atau karena cedera mendadak dan lebih serius. Usia juga berperan. Seiring bertambahnya usia tendon mereka dapat mentoleransi stres lebih sedikit, kurang elastis, dan lebih mudah sobek.

Terlalu sering mengalami cedera pada sendi di tempat kerja atau bermain juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bursitis. Contoh kegiatan berisiko tinggi, termasuk berkebun, menyapu, pertukangan, menyekop, melukis, menggosok, tenis, golf, bermain ski, dan melempar.

Baca juga: 3 Bagian Tubuh Tempat Terjadi Bursitis

Postur tubuh yang tidak benar di tempat kerja atau di rumah dan peregangan atau pengkondisian yang buruk sebelum berolahraga juga dapat menyebabkan bursitis. Tulang atau persendian yang tidak normal atau ditempatkan dengan buruk (seperti, perbedaan panjang di kaki atau radang sendi dalam persendian) dapat menambah stres pada kantung bursa yang menyebabkan bursitis.

Stres atau peradangan dari kondisi lain, misalnya rheumatoid arthritis, gout, radang sendi psoriatik, gangguan tiroid, atau reaksi pengobatan yang tidak biasa juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. Selain itu, infeksi kadang-kadang dapat menyebabkan peradangan bursa.

Jika kamu berencana untuk mulai berolahraga, kamu kemungkinan kecil terkena bursitis bila secara bertahap kamu membangun kekuatan dan pengulangan. Hentikan apa yang kamu lakukan jika rasa sakit yang tidak biasa terjadi. Bursitis dapat diobati dengan beberapa cara, termasuk:

Baca juga: Kenali Bursitis, Penyebab Sendi Membengkak

  • Menghindari aktivitas yang memperparah masalah

  • Mengistirahatkan area yang terluka

  • Mengompres es area yang cedera

  • Minum obat antiinflamasi

Bursitis lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada mereka yang berusia di atas 40 tahun. Beberapa bagian tubuh yang paling sering mengalami bursitis adalah siku, bahu, panggul, lutut, dan tendon Achilles. Jika kondisinya tidak membaik dalam seminggu, segera konsultasikan ke dokter mengenai situasi ini.

Dokter biasanya akan meresepkan obat untuk mengurangi peradangan. Kortikosteroid juga dikenal sebagai "steroid," sering digunakan karena dapat bekerja dengan cepat untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Baca juga: Fisioterapi Cara Paling Ampuh Atasi Keseleo?

Steroid dapat disuntikkan langsung di lokasi cedera. Suntikan seringkali, namun tidak selalu, efektif dan dapat diulang. Tapi, beberapa suntikan dalam periode beberapa bulan biasanya dihindari karena potensi efek samping dari suntikan dan kemungkinan masalah penyamaran yang perlu diperlakukan secara berbeda.

Terapi fisik adalah pilihan perawatan lain yang sering digunakan. Ini termasuk latihan rentang gerak dan belat (ibu jari, lengan bawah, atau pita). Pembedahan, walaupun jarang diperlukan bisa menjadi pilihan ketika bursitis tidak merespon pada pilihan perawatan lainnya.

Konsultasikan ke dokter jika kamu memiliki:

  • Demam lebih dari 38 derajat Celsius yang bisa jadi disebabkan oleh infeksi

  • Pembengkakan, kemerahan, dan kehangatan

  • Mengalami nyeri yang menyebar di area yang terjadi peradangan

  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan area yang terkena dampak

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai bursitis serta cara simpel untuk pencegahannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.