• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah yang Perlu Diperhatikan saat Cuci Darah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah yang Perlu Diperhatikan saat Cuci Darah

Inilah yang Perlu Diperhatikan saat Cuci Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Mei 2021
Inilah yang Perlu Diperhatikan saat Cuci Darah

Halodoc, Jakarta - Saat ginjal sudah tidak bisa lagi menjalankan fungsinya, prosedur cuci darah perlu dilakukan secara rutin. Seperti diketahui, ginjal berfungsi untuk menyaring darah dalam tubuh. Jika terjadi gagal ginjal, seseorang perlu cuci darah, agar bisa tetap sehat.

Selain untuk menyaring, prosedur cuci darah juga dapat membantu mengontrol tekanan, serta menyeimbangkan mineral dalam darah, seperti natrium, kalsium, dan kalium. Simak lebih lanjut seputar cuci darah dalam pembahasan berikut ini.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal



Perhatikan Hal Ini saat Cuci Darah

Pengidap gagal ginjal perlu menjalani prosedur cuci darah, agar kesehatannya terjaga. Selama menjalani cuci darah, pengidap gagal ginjal perlu mengonsumsi protein dalam jumlah banyak, dan membatasi asupan fosfor, natrium, dan kalium. 

Jika kadar mineral dalam darah terlalu banyak, risiko masalah kesehatan lainnya dapat meningkat. Tak hanya itu, pengidap gagal ginjal yang perlu menjalani cuci darah rutin, juga harus menginformasikan riwayat penyakit dan obat-obatan. Termasuk produk herbal dan suplemen yang selama ini dikonsumsi.

Baca juga: 6 Pilihan Olahraga untuk Pengidap Gagal Ginjal

Bagaimana Prosedur Cuci Darah Berlangsung?

Cuci darah umumnya bisa dilakukan di rumah sakit atau tempat layanan kesehatan lainnya yang menyediakan fasilitasnya. Umumnya, cuci darah berlangsung selama 3-4 jam, dan perlu dilakukan 2-3 kali dalam seminggu, atau lebih jika dokter menginstruksikan.

Berikut ini tahapan prosedur cuci darah yang perlu diketahui:

  • Dokter dan perawat memeriksa kondisi fisik, termasuk suhu tubuh, tekanan darah, dan berat badan. Lalu, pasien cuci darah akan diminta untuk berbaring atau duduk.
  • Akses pembuluh darah yang telah dibuat sebelumnya untuk pemasangan jarum dibersihkan.
  • Setelah itu, jarum yang terhubung dengan selang cuci darah akan dipasang di akses. Satu jarum difungsikan untuk mengalirkan darah dari dalam tubuh ke mesin, dan yang satunya difungsikan untuk mengalirkan darah dari mesin ke tubuh.
  • Saat jarum sudah terpasang, darah akan mulai dialirkan melalui selang, ke alat dialyzer untuk disaring.
  • Dalam proses penyaringan, zat-zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh akan dibuang. Lalu, darah yang sudah bersih akan dialirkan kembali ke tubuh.
  • Setelah proses selesai, dokter akan mencabut jarum dari akses pembuluh darah, dan menutupnya agar tidak terjadi perdarahan.
  • Pasien cuci darah akan diminta untuk menimbang kembali berat badan, untuk mengetahui berapa banyak cairan yang berhasil dibuang.

Baca juga: Inilah 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Sembari menunggu proses cuci darah selesai, pengidap gagal ginjal dapat melakukan kegiatan santai, seperti membaca buku atau menonton televisi. Namun, tidak diperkenankan untuk meninggalkan tempat tidur. Jika ada ketidaknyamanan yang dirasakan, dapat memberitahu dokter atau perawat.

Setelah prosedur cuci darah selesai, pengidap boleh langsung pulang. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap untuk senantiasa menjaga asupan makanan sehat, membatasi asupan cairan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga. 

Cuci darah adalah prosedur medis yang efektif utnuk menjaga kualitas hidup pengidap gagal ginjal. Namun, ada beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh prosedur ini, seperti kram otot, hipotensi, mual, nyeri dada, gatal-gatal, dan gangguan tidur.

Meski begitu, bagi pengidap gagal ginjal, tidak ada jalan lain selain cuci darah, jika ingin bisa bertahan. Jadi, jika kamu atau orang terdekat ada yang mengidap gagal ginjal, pastikan untuk memenuhi jadwal cuci darah yang sudah ditentukan oleh dokter.

Jika mengalami keluhan atau gejala komplikasi akibat cuci darah, gunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter. Untuk meredakan gejala yang dialami, dokter dapat merekomendasikan obat yang sesuai dengan kondisi. 

Referensi:
American Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Hemodialysis.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Dialysis.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Hemodialysis Catheters: How to Keep Yours Working Well.
Healthline. Diakses pada 2021. Dialysis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hemodialysis.