Inilah yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengidap Ileus Paralitik

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Inilah yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengidap Ileus Paralitik

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan saluran pencernaan terutama usus adalah hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, tidak menjaga kesehatan usus bisa meningkatkan risiko terjadinya ileus paralitik alias pseudo-obstruction. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa menyebabkan kondisi gawat darurat yang berakibat fatal. 

Ileus paralitik adalah kondisi yang terjadi saat otot usus mengalami kelumpuhan atau tidak bisa berfungsi secara normal. Hal ini kemudian bisa menyebabkan proses pencernaan makanan terganggu. Kondisi ini juga akan mengganggu fungsi usus secara keseluruhan. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar ileus paralitik dan apa saja yang terjadi pada tubuh saat mengalami penyakit ini. 

Baca juga: Cegah Ileus Paralitik dengan Cara Ini

Dampak Penyakit Ileus Paralitik pada Tubuh 

Ileus paralitik adalah gangguan kesehatan yang menyerang saluran pencernaan, yaitu usus. Padahal, usus memiliki peran yang sangat penting terutama dalam mencerna makanan dan minuman agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh. Usus berkontraksi untuk membantu makanan dan minuman yang dikonsumsi bergerak melalui saluran pencernaan. Saat terjadi gangguan pada otot usus, pergerakan makanan dan minuman dalam usus pun ikut terhambat. 

Penyakit ini merupakan kondisi medis serius yang harus segera ditangani. Sebab, ileus paralitik yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan makanan dan minuman menumpuk di dalam usus dan menyebabkan robekan pada usus. Pada kondisi yang parah, robekan ini bisa membahayakan nyawa pengidapnya. Secara umum, gangguan ini menyebabkan usus sulit atau tidak bisa mencerna makanan dan minuman, sehingga tidak bisa diserap dengan sempurna oleh tubuh. 

Gejala paling umum dari penyakit ini adalah rasa tidak nyaman yang terjadi di seputar perut. Selain itu, ada gejala lain yang sering muncul, seperti kram perut, penurunan nafsu makan, konstipasi, mual dan muntah, sulit buang angin, serta perut membengkak. Untuk memastikan penyakit ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit agar segera mendapat pengobatan yang paling tepat. 

Baca juga: Gejala Ileus Paralitik yang Perlu Diketahui

Pengobatan untuk kondisi ini bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, sebab pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan faktor pemicu ileus paralitik. Penyakit ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa memicu komplikasi berupa kematian sel atau jaringan usus, infeksi pada rongga perut di luar usus, kerusakan dinding usus, gangguan elektrolit dan mineral, serta kekurangan cairan dalam tubuh alias dehidrasi. 

Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab ileus paralitik, salah satunya adalah efek samping dari tindakan operasi. Risiko penyakit ini meningkat pada orang yang baru menjalani operasi di daerah perut. Dalam keadaan normal, usus akan kembali normal dalam beberapa jam pasca operasi, tetapi ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal ini tidak terjadi. Pada saat itulah risiko ileus paralitik bisa terjadi. 

Selain itu, ada kondisi lain yang bisa memicu ileus paralitik, di antaranya penyakit Parkinson, peradangan dan infeksi pada saluran pencernaan, sepsis, gagal ginjal akut, hingga stroke. Risiko penyakit ini juga meningkat akibat kondisi stroke, serangan jantung, serta pasca melahirkan. Meskipun bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko penyakit ini ternyata menjadi lebih tinggi pada orang yang sudah lanjut usia alias lansia. 

Baca juga: Hati-Hati, Ileus Paralitik Dapat Sebabkan Infeksi Rongga Perut

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi: 
Medscape. Diakses pada 2019. Postoperative Ileus 
Healthline. Diakses pada 2019. Paralytic Ileus