• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Insomnia Kronis Bisa Mengganggu Kesehatan

Insomnia Kronis Bisa Mengganggu Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ingin tidur tapi rasanya sulit untuk bisa terlelap? Bisa jadi itu tanda insomnia. Sesekali mungkin masih aman, tetapi jika insomnia sudah menjadi kondisi yang kronis, kamu perlu waspada karena kesehatanmu bisa saja terganggu. Insomnia kronis adalah sebutan untuk gejala sulit tidur, yang terjadi berminggu-minggu atau berbulan-bulan. 

Insomnia kronis bisa mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Hal ini karena tidur adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi, agar semua organ, jaringan, dan sistem dalam tubuh dapat berfungsi optimal. Jika insomnia menjadi kronis, kualitas hidup pengidapnya tentu akan menurun. Pengidap insomnia kronis akan sulit konsentrasi, prestasi dan produktivitas menurun, risiko tekanan darah tinggi meningkat, begitu juga dengan risiko depresi dan gangguan kecemasan. 

Baca juga: Si Kecil Susah Tidur? Waspada Risiko Penyakit Ini

Cegah Insomnia Kronis dengan Mengetahui Penyebabnya

Sebelum benar-benar berkembang menjadi kronis, ada baiknya jika insomnia dicegah atau segera diatasi begitu terjadi. Bagaimana mengatasinya? Tentu dengan mencari tahu penyebabnya. Berikut beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya insomnia:

1.Kebiasaan Konsumsi Kafein dan Alkohol

Kopi memang sudah jadi salah satu gaya hidup. Namun, perhatikan juga aturan minumnya, ya. Jika hanya 2 cangkir dalam sehari dan diminum jauh dari jam tidur, kamu masih boleh kok mengonsumsi kopi. Hindari minum kopi jika sudah lewat dari jam 6 sore, jika ingin terhindar dari insomnia.

Selain kopi, hindari juga konsumsi minuman beralkohol. Sebab, minuman ini dapat membuat kamu sulit mencapai tahapan tidur yang lebih dalam. Hal ini membuat kamu sering kali terbangun di tengah malam. 

2.Makan Terlalu Banyak di Malam Hari

Coba ingat-ingat, apakah kamu punya kebiasaan makan berat beberapa jam sebelum tidur? Jika iya, sebaiknya hentikan kebiasaan ini, deh. Sebab, makan terlalu banyak menjelang jam tidur dapat membuat kamu merasa tidak nyaman secara fisik saat berbaring. Selain itu, hal ini juga dapat memicu naiknya asam lambung ke tenggorokan, terutama jika kamu langsung berbaring setelah makan. 

3.Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan adalah musuh bagi kesehatan tubuh, termasuk dalam hal kualitas dan pola tidur. Akibatnya, kamu jadi rentan mengalami insomnia, karena pikiran masih terlalu aktif dan tidak rileks untuk tidur di malam hari. Baca juga: Kenali Sleep Hygiene, Tips Membuat Anak Tidur Nyenyak

4.Kebiasaan Tidur yang Buruk

Kebiasaan tidur yang buruk dalam hal ini dapat berupa sering bermain ponsel atau melakukan kegiatan fisik lainnya sebelum tidur. Jadi, cobalah untuk menjauhkan semua gawai satu jam sebelum jam tidur, agar kamu terhindar dari insomnia. 

5.Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Sulit tidur juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, yang dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti obat antidepresan, kortikosteroid, dan obat hipertensi.

6.Mengidap Kondisi Medis Tertentu

Insomnia juga bisa terjadi akibat kondisi medis atau penyakit tertentu yang diidap, seperti fibromyalgia, arthritis, GERD, atau sering buang air kecil akibat diabetes dan nokturia.

Baca juga: Ini Alasan Penting Mengapa Anak Harus Tidur Siang

Selain beberapa hal tersebut, risiko insomnia juga dapat meningkat akibat beberapa faktor berikut:

  • Perubahan hormon saat masa menstruasi atau menopause, yang menimbulkan gejala berkeringat di malam hari.
  • Faktor usia. Semakin tua usia, kebutuhan jam tidur bisa saja mengalami penurunan.
  • Mengidap gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan stres pascatrauma.
  • Bekerja dengan sistem shift malam. Hal ini dapat membuat jam biologis tubuh berubah.
  • Jet lag sehabis bepergian melintasi beberapa zona waktu.

Itulah beberapa penyebab dan faktor risiko insomnia. Cobalah kenali apa penyebab dari insomnia yang kamu alami. Jika merasa kesulitan mencari tahu penyebabnya atau gejala insomnia terus memburuk, download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Insomnia.
National Sleep Foundation. Diakses pada 2020. Insomnia.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Insomnia.