• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Intip 4 Manfaat Berkedip untuk Kesehatan Mata

Intip 4 Manfaat Berkedip untuk Kesehatan Mata

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Intip 4 Manfaat Berkedip untuk Kesehatan Mata

Halodoc, Jakarta – Berkedip mungkin adalah suatu hal yang jarang sekali kamu sadari. Padahal, aktivitas ini hampir setiap detik kamu lakukan. Saking jarang disadari, berkedip kerap disepelekan. Padahal, berkedip punya banyak manfaat untuk kesehatan mata, lho! Kecepatan berkedip setiap orang memang berbeda-beda. Namun, kebanyakan orang rata-rata berkedip sekitar 15 hingga 20 kali setiap menit. 

Setiap kedipan dapat berlangsung antara 0,1 dan 0,4 detik. Melansir dari Healthline, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tentang seberapa sering seseorang berkedip berdasarkan jenis kelamin atau usia.

Baca juga: Mata Sering Berkedut, Ini Alasan Medisnya

Manfaat Berkedip untuk Kesehatan Mata

Berkedip sangat penting untuk kesehatan mata. Berikut manfaat berkedip yang perlu kamu ketahui:

  1. Membersihkan kotoran dari mata, seperti partikel kecil dari udara, air mata kering, dan sel-sel mati.
  2. Membawa nutrisi dan zat lain ke mata yang membantu menjaga mata tetap sehat.
  3. Membasahi mata untuk mencegah mata kering dan mengurangi risiko masalah dengan film air mata.
  4. Membawa oksigen ke mata.

Semua fungsi ini juga membantu mencegah infeksi mata. Selain itu, berkedip memungkinkan otak beristirahat sebentar, membantu kamu kembali fokus pada pekerjaan yang sedang kamu lakukan.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Berkedip?

Ketika tidak berkedip tentu akan ada berbagai masalah yang dapat memengaruhi mata. Ketika kamu tidak atau jarang berkedip, kornea mata dapat mengalami pembengkakan. Ini karena kornea mata tidak memiliki pembuluh darah, sehingga membutuhkan oksigen dari lapisan air mata, yang didapat saat kamu berkedip. Nah, kekurangan oksigen inilah yang dapat menyebabkan pembengkakan kornea. 

Selain kornea bengkak, kurang berkedip juga bisa membuat mata tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat. Mata juga bisa mengering, karena selaput air mata belum terisi kembali. Ini dapat menyebabkan sakit mata dan penglihatan kabur. Kurangnya berkedip juga dapat meningkatkan risiko infeksi mata karena kotoran yang tertinggal di mata dan kurangnya pasokan oksigen di mata.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Bayi Jarang Berkedip?

Penyebab Mata Sering Berkedip

Walaupun berkedip baik untuk kesehatan mata, kamu juga harus waspada jika terlalu sering berkedip. Walaupun sering berkedip jarang mengindikasikan masalah yang serius, tetap terlalu sering berkedip tetap saja terasa mengganggu. Sering berkedip mungkin bisa menjadi tanda kondisi berikut:

  • Iritasi mata yang disebabkan oleh iritasi terhadap udara, mata kering, kornea tergores, radang kelopak mata atau iris atau masuknya benda asing ke dalam mata.
  • Mata tegang karena terlalu lama berfokus pada satu hal, seperti bekerja di depan komputer terlalu lama.
  • Masalah penglihatan, seperti rabun jauh, rabun dekat, atau mata tidak sejajar dengan benar.
  • Gangguan gerakan,yang dapat menyebabkan kejang mata.
  • Kecemasan atau stres.
  • Kelelahan.
  • Kebiasaan.

Sebenarnya perubahan frekuensi berkedip tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika frekuensi berkedip disertai gejala lain, bisa jadi hal itu disebabkan oleh hal yang lebih serius. Kamu perlu waspada apabila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Kemerahan.
  • Keluarnya cairan dari mata.
  • Gatal.
  • Rasa terbakar.
  • Rasa sakit.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Pembengkakan.
  • Merasa seperti ada sesuatu di mata.
  • Pandangan kabur.
  • Masalah dengan keseimbangan atau koordinasi.
  • Kejang otot.

Baca juga: Mata Sering Sakit saat Berkedip, Ini Cara Mengatasinya

Apabila kamu mendapati gejala-gejala tersebut, sebaiknya bicarakan ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana pun kamu butuhkan. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. How Many Times Do You Blink in a Day?.
WebMD. Diakses pada 2021. Excessive Blinking: Causes, Diagnosis, Treatments.