• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ivermectin: Obat Cacing yang Masih Diuji Khasiatnya untuk Lawan Corona

Ivermectin: Obat Cacing yang Masih Diuji Khasiatnya untuk Lawan Corona

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Sejak beberapa bulan terakhir, pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru telah menjadi penyebab banyak kematian. Puluhan ribu orang sudah menjadi korban dari kekejaman virus ini, dan para peneliti terus berusaha menemukan obat yang efektif untuk membunuh virus ini. 

Salah satu riset yang belakang banyak dibicarakan karena diyakini akan mampu menghentikan penyebaran COVID-19 adalah studi tentang obat ivermectin. Studi ini dilakukan oleh tim dari Monash University dan Doherty Institute di Australia. Obat ini adalah obat anti parasit yang diduga mampu menghentikan proses inkubasi dari SARS-CoV-2. Obat ini berpotensi menyembuhkan pasien positif COVID-19 dari penyakit apa pun yang disebabkan oleh virus.

Baca juga: 3 Fakta Terbaru Penyebaran Virus Corona

Lebih Dalam Tentang Ivermectin

Melansir dari The Jakarta Post, penelitian yang dilakukan di Australia ini menunjukkan bahwa Ivermectin, yakni obat yang tersedia secara global berpotensi mampu membunuh SARS-CoV-2, coronavirus yang menyebabkan COVID-19. Ia akan tumbuh dalam kultur sel dalam waktu 48 jam. Namun, penelitian ini dilakukan secara in vitro atau lingkungan buatan di luar tubuh makhluk hidup sebenarnya. Data yang lebih kredibel akan diperoleh sambil menunggu uji klinis pada subyek manusia.

Secara umum, ivermectin dikenal sebagai obat antelmintik. Ia berfungsi untuk mengobati infeksi akibat cacing. Ivermectin bekerja dengan cara mencegah cacing dewasa bereproduksi dan membunuh larva cacing di dalam tubuh penderita.

Melalui laporan studi tersebut juga disebutkan, Ivermectin telah disetujui FDA sebelumnya dan terbukti memiliki aktivitas antivirus spektrum luas secara in vitro. Obat ini juga sebelumnya terbukti efektif melawan beragam virus juga seperti HIV, demam berdarah, influenza, dan virus Zika. 

Kylie Wagstaff, ilmuwan di Monash Biomedicine Discovery Institute yang memimpin penelitian ini mengatakan, hasil optimis dari penelitian tersebut telah menjamin kemungkinan uji coba pada manusia, yang akan menghasilkan informasi yang lebih kredibel mengenai kemanjuran obat di dalam sel hidup.

Menurut temuan dari studi terbaru itu, satu dosis obat dapat menghentikan pertumbuhan SARS-CoV-2 dalam kultur sel selama dua hari. Mekanisme Ivermectin terhadap coronavirus masih belum diketahui. Namun, aksi obat pada virus lain menunjukkan bahwa ia dapat memblokir SARS-CoV-2 dari mengurangi kemampuan sel inang untuk membersihkannya.

Baca juga: Ini Cara Virus Corona Menyerang Tubuh

Masih Perlu Uji Klinis pada Manusia

Meski terdengar seperti hal yang baik, tes tambahan dan uji klinis pada manusia masih harus dilakukan untuk memvalidasi keamanan dan efektivitas obat sebagai pengobatan COVID-19 yang potensial. Pada fase penelitian berikutnya, para ilmuwan bermaksud untuk menetapkan dosis yang tepat bagi manusia untuk memastikan bahwa penelitian secara in vitro yang efektif aman.

Ivermectin juga dikenal sebagai obat yang aman. Langkah selanjutnya adalah menemukan dosis yang tepat untuk menjadikannya efektif terhadap SARS-CoV-2. Selain itu, di saat terjadi pandemi global dan tidak ada pengobatan yang disetujui, apabila kita sudah memiliki senyawa yang sudah tersedia di seluruh dunia maka obat ini bisa sangat mungkin membantu orang lebih cepat. Ini merupakan hal yang paling realistis itu sebelum vaksin tersedia kelak. 

Semua orang berharap banyak bahwa berbagai penelitian yang kini sedang dilakukan, benar-benar mampu menekan angka kematian akibat COVID-19. Pasalnya, pandemi ini memberikan kecemasan pada penduduk dunia.

Baca juga: Perhatikan Ini Jika Tinggal Serumah dengan Pasien Corona

Jika kamu merasa kurang sehat, habis bepergian ke luar negeri, atau berkontak dengan orang yang positif COVID-19, segera lakukan isolasi diri di rumah dan batasi kontak dengan anggota keluarga. Lalu, segera download dan gunakan aplikasi  Halodoc  untuk berdiskusi dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

Referensi:
The Jakarta Post. Diakses pada 2020. COVID-19: Antiparasitic Drug Can Kill Coronavirus Within Two Days, Study Finds.
Pharmaceutical. Diakses pada 2020. Study Finds Anti-Parasitic Drug Could Kill Coronavirus In 48 Hours.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Drugs and Supplements: Ivermectin (Oral Route).