• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jahe Bisa Membantu Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Jahe Bisa Membantu Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Jahe menjadi salah satu rempah yang banyak digunakan di seluruh dunia dan memberikan banyak sekali manfaat. Rempah dengan rasa yang terbilang pedas ini sering menjadi bumbu penyedap dan penguat rasa masakan. Namun, penggunaannya sebagai salah satu bahan obat herbal telah jauh dilakukan sebelum pada akhirnya digunakan sebagai bumbu masakan. 

Antioksidan dan fitokimia yang terkandung dalam jahe memang begitu tinggi. Dua senyawa ini yang menjadikan jahe sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Bahkan, kabarnya, jahe menjadi bahan yang efektif untuk membantu menurunkan berat badan. Apakah benar? 

Baca juga: 5 Alasan Olahraga Bisa Meningkatkan Kecantikan

Jahe dan Berat Badan Ideal

Sudah dilakukan beberapa penelitian untuk memastikan apakah jahe membantu menurunkan berat badan atau tidak. Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh Mansour MS dan rekannya dari Institute for Human Nutrition di Columbia University. Studi berjudul Ginger Consumption Enhances the Thermic Effect of Food and Promotes Feelings of Satiety Without Affecting Metabolic and Hormonal Parameters in Overweight Men tahun 2012 ini membuktikan, mengonsumsi jahe panas membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. 

Baca juga: Khasiat Jahe yang Ampuh untuk Menghangatkan Tubuh

Studi ini juga menjelaskan, jahe membantu menekan nafsu makan berlebihan. Bukan tanpa alasan, ini terjadi karena jahe membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh dari hasil kalori yang terbakar. Tidak cukup sampai di situ, studi ini pun diperkuat oleh kajian baru yang dilakukan oleh Jing Wang dan rekannya pada tahun 2017 lalu dan berhasil dipublikasikan dalam Annals of the New York Academy of Sciences. 

Kajian yang berjudul Beneficial Effects of Ginger Zingiber officinale Roscoe on Obesity and Metabolic Syndrome membuktikan, jahe dan semua senyawa yang terkandung di dalamnya memberikan dampak positif terhadap penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Bahan rempah ini juga terbukti menghambat terjadinya stres oksidatif, bersifat antiperadangan, membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. 

Baca juga: 10 Dampak Negatif Obesitas yang Harus Kamu Tahu

Bahkan, dipercaya jahe mampu menurunkan aterosklerosis atau penumpukan lemak yang berbahaya di pembuluh darah arteri. Studi ini menjelaskan cara jahe melakukan tugasnya untuk membakar lemak, memroduksi insulin, dan mencerna karbohidrat. Sayangnya, hingga kini para peneliti masih belum menemukan formulasi maupun dosis tepat untuk mengambil manfaat jahe dalam segi klinis sebagai cara untuk menurunkan berat badan. 

Meskipun begitu, tetap saja ada hal yang perlu kamu perhatikan. Konsumsi jahe tidak semata-mata langsung membuat kamu mendapatkan berat badan ideal. Kamu harus menemukan pola diet yang tepat dan mengonsumsi asupan nutrisi yang sesuai. Jika perlu, tanyakan saja pada ahli gizi langsung, agar kamu tidak menjalani pola diet yang kurang tepat. Gunakan saja aplikasi Halodoc, karena pertanyaan kamu akan langsung dijawab oleh dokter asli.

Tidak lupa, kamu juga harus mengimbanginya dengan membiasakan pola hidup yang sehat, seperti berolahraga, hindari begadang, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi alkohol. Penerapan gaya hidup sehat ini menjadi cara terbaik mendapatkan berat badan tubuh ideal, jadi tidak bisa instan hanya dengan konsumsi jahe saja, ya!

Referensi: 
Wang, Jin., et al. 2017. Diakses pada 2020. Beneficial Effects of Ginger Zingiber officinale Roscoe on Obesity and Metabolic Syndrome: a Review. Published on Annals of the New York Academy of Sciences.
Mansour, M.S., et al. 2012. Diakses pada 2020. Ginger Consumption Enhances the Termic Effect of Food and Promotes Feelings of Satiety Without Affecting Metabolic and Hormonal Parameters in Overweight Men: a Pilot Study.
Livestrong. Diakses pada 2020. Does Ginger Burn Fat?