Jam Tidur Berantakan? Awas Gangguan Metabolik Bisa Mengintai

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Jam Tidur Berantakan? Awas Gangguan Metabolik Bisa Mengintai

Halodoc, Jakarta – Gaya hidup sehat dapat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak hanya memenuhi asupan nutrisi maupun gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, memberikan tubuh waktu istirahat yang sesuai dengan kebutuhan menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Baca juga: Waspadai Depresi yang Dipicu Gangguan Metabolik

Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat terganggunya jam tidur yang berantakan, salah satunya adalah gangguan pada metabolisme tubuh. Metabolisme merupakan salah satu proses penguraian nutrisi yang dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi menjadi energi untuk tubuh. 

Benarkah Jam Tidur yang Berantakan Sebabkan Gangguan Metabolik?

Gangguan metabolik merupakan kelainan yang terjadi dalam proses metabolisme pada tubuh. Proses metabolisme yang optimal dibutuhkan agar tubuh menghasilkan energi dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Adanya gangguan proses metabolisme menyebabkan produksi energi terganggu dan mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh.

Kegiatan tidur merupakan cara tubuh untuk beristirahat. Kondisi ini penting untuk kesehatan tubuh. Jam tidur yang berantakan dan kurangnya waktu istirahat yang didapatkan tubuh dapat merusak metabolisme seseorang. Tidak hanya berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, kesehatan yang optimal dapat dirasakan ketika seseorang memiliki waktu istirahat yang sesuai dan pola tidur yang baik.

Selain itu, seseorang yang memiliki jam tidur berantakan atau waktu tidur yang kurang rentan terhadap kebiasaan yang buruk, seperti merokok, lebih banyak mengonsumsi makanan yang kurang sehat, dan rentan mengalami depresi. Tidak hanya itu, kondisi ini dapat berdampak lebih serius pada kesehatan, seperti penyakit hipertensi, naik gula darah, obesitas hingga diabetes.

Baca juga: Benarkah Perempuan Cenderung Alami Gangguan Metabolik?

Gangguan metabolik juga dapat diartikan sebagai penyakit yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Salah satu penyakit metabolik yang cukup umum terjadi adalah penyakit diabetes.

Penyakit diabetes menjadi faktor yang dapat meningkatkan seseorang alami gangguan metabolik. Tidak hanya penyakit diabetes, faktor usia yang semakin bertambah meningkatkan risiko seseorang alami gangguan metabolik. Memiliki kelebihan berat badan dapat membuat kamu akan lebih rentan dengan gangguan metabolik. Tidak ada salahnya untuk rutin mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga agar kamu dapat memiliki berat badan yang ideal.

Baca juga: Gangguan Metabolik Bisa Karena Genetik?

Penyebab Gangguan Metabolik yang Perlu Diwaspadai

Selain karena gaya hidup yang disebabkan oleh jam tidur yang cukup berantakan, gangguan metabolik dapat disebabkan karena faktor genetik yang diturunkan oleh keluarga. Kelainan genetik yang dialami biasanya mengganggu kerja kelenjar endokrin dalam menghasilkan enzim untuk proses metabolisme. 

Ada beberapa gejala umum yang perlu diketahui dan menjadi tanda gangguan metabolik dalam tubuh, seperti tubuh terasa lemas, mual, muntah, tidak nafsu makan, perkembangan fisik yang terganggu, dan mengalami kejang. Sebaiknya konsultasikan kesehatan tubuh pada dokter jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan gangguan metabolik dan ingin merencanakan kehamilan. Dengan begitu, kamu dapat memantau kesehatan bayi dalam kandungan agar terhindar dari kemungkinan gangguan metabolik ketika dilahirkan. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Metabolic Disorder
Healthline. Diakses pada 2019. Nutrition and Metabolic Disorder