Jangan Abaikan Gejala Kanker Tenggorokan Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Jangan Abaikan Gejala Kanker Tenggorokan Ini

Halodoc, Jakarta – Kanker tenggorokan merupakan penyakit yang terjadi karena perkembangan sel kanker pada jaringan tenggorokan. Penyakit ini memiliki gejala utama berupa perubahan pada suara, merasa sakit dan kesulitan menelan, serta sakit tenggorokan. Selain itu, penyakit ini juga disertai dengan gejala berupa suara serak, bicara pelo, batuk kronis, sakit tenggorokan, telinga yang sakit, benjolan di leher, serta penurunan berat badan drastis.

Tenggorokan adalah bagian tubuh yang merupakan saluran untuk mengalirkan udara dari hidung menuju ke paru-paru dan sebaliknya. Saluran ini terletak mulai dari belakang hidung ke pita suara. Sel kanker bisa berkembang pada bagian-bagian tersebut. Kanker tenggorokan bisa terjadi pada amandel atau pita suara. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, termasuk kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Baca juga: Inilah Fakta Seputar Kanker Tenggorokan

Penyebab dan Stadium Kanker Tenggorokan 

Kanker tenggorokan terjadi karena ada perubahan atau mutasi gen pada sel-sel tenggorokan. Mutasi yang terjadi ini yang kemudian akan memicu pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Meski begitu, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab mutasi terjadi. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini. 

Penyakit kanker tenggorokan disebut lebih rentan menyerang orang yang aktif merokok, kecanduan alkohol, mengalami infeksi HPV, penyakit asam lambung, kesehatan gigi yang tidak terjaga, serta kurang mengonsumsi buah dan sayur. Penyakit ini juga rentan menyerang orang yang memiliki sistem imun lemah, mengalami malnutrisi, serta mengidap penyakit seperti anemia. 

Maka dari itu, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk menghindari terjadinya kanker tenggorokan. Disarankan untuk rutin menyikat gigi dan rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali atau saat dibutuhkan. Periksa gigi rutin disarankan pada orang yang sudah terdiagnosis kanker tenggorokan atau tengah menjalani pengobatan. Kamu juga harus rutin melakukan pemeriksaan setelah pengobatan selesai. 

Jika dilihat dari tingkat keparahannya, kanker tenggorokan dibedakan ke dalam beberapa stadium. Selain itu, pengelompokan stadium ini juga dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh pengidapnya serta apa saja jenis pengobatan yang perlu dilakukan. Pengobatan sesuai stadium bisa membantu menentukan asupan yang sesuai, sehingga lebih efektif dalam mengatasi sel kanker. 

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Kanker Tenggorokan

Jika dilihat dari tingkat keparahan dan penyebarannya, kanker tenggorokan dibedakan menjadi berbagai stadium, di antaranya: 

 

  • Stadium 0

 

Ini adalah tahap awal. Pada stadium ini, tumor hanya terdapat pada jaringan dinding tenggorokan bagian atas.

  • Stadium 1

Tumor masih berukuran kecil, yaitu kurang dari 2 sentimeter. Pada stadium ini, tumor hanya menyerang jaringan tenggorokan tempat bermulanya tumor. 

  • Stadium 2

Memasuki stadium 2, ukuran tumor mulai bertambah. Pada tahap ini, tumor berukuran 2-4 sentimeter dan sudah menyebar ke jaringan di sekitarnya. 

  • Stadium 3

Pada stadium 3, tumor semakin besar mencapai lebih dari 4 cm. Tumor juga sudah menyebar ke jaringan atau organ lain di tenggorokan. Tumor juga bisa menjalar sampai ke kelenjar getah bening. 

  • Stadium 4 

Ini adalah tingkat yang paling parah. Pada stadium 4, tumor sudah menyebar hingga ke jaringan atau organ lain di luar tenggorokan.

Baca juga: Sulit Menelan Makanan, Waspada Gejala Awal Kanker Esofagus

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker tenggorokan dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Throat Cancer?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. What Is Throat Cancer?