• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Abaikan, Ini 9 Gejala Awal Hepatitis B
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Abaikan, Ini 9 Gejala Awal Hepatitis B

Jangan Abaikan, Ini 9 Gejala Awal Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Oktober 2021
Jangan Abaikan, Ini 9 Gejala Awal Hepatitis B

“Hepatitis B sering kali menginfeksi seseorang dengan gejala yang tidak disadari. Gejala awal hepatitis B adalah demam, nyeri sendi, hingga menguningnya kulit dan putih mata. Hepatitis B bisa menular melalui darah dan cairan vagina atau air mani. Penyakit ini bisa dicegah dengan vaksin.”

Halodoc, Jakarta – Hepatitis B adalah infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Bagi beberapa orang, infeksi hepatitis B bisa kronis, artinya berlangsung lebih dari enam bulan. Mengidap hepatitis B kronis dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gagal hati, kanker hati atau sirosis. Ini adalah kondisi permanen yang meninggalkan bekas luka pada hati. 

Kebanyakan orang dewasa dengan hepatitis B membaik sepenuhnya, bahkan dengan gejala yang parah. Bayi dan anak-anak lebih mungkin memiliki infeksi hepatitis B kronis atau tahan lama. Penyakit ini bisa dicegah dengan vaksin, tapi belum ada obat jika seseorang memiliki kondisi tersebut. Selain pencegahan, penting untuk mengenali gejala awal hepatitis B agar bisa segera dilakukan penanganan medis. 

Baca juga: Waspada 5 Gejala Hepatitis B yang Datang Diam-Diam

Gejala Awal Hepatitis B yang Tidak Boleh Diabaikan

Banyak infeksi hepatitis B yang terjadi selama masa bayi atau anak-anak. Hal ini karena seorang ibu dapat menularkan HBV kepada anaknya saat proses melahirkan. Gejala awal hepatitis B mungkin belum terlihat pada anak di bawah usia 5 tahun, atau pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Di antara orang yang berusia 5 tahun ke atas, sekitar 30 – 50 persen yang menunjukan tanda dan gejala awal. 

Gejala akut muncul sekitar 60 – 150 hari setelah terpapar virus, dan dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga 6 bulan. Seseorang yang terinfeksi hepatitis B kronis mungkin mengalami nyeri perut yang berkelanjutan, kelelahan terus menerus, dan nyeri sendi. 

Berikut gejala awal hepatitis B yang sebaiknya tidak diabaikan:

  1. Demam.
  2. Nyeri sendi.
  3. Kelelahan.
  4. Mual.
  5. Muntah.
  6. Kehilangan selera makan.
  7. Sakit perut.
  8. Urine berwarna gelap.
  9. Kulit dan bagian putih mata menguning. 

Hal yang perlu ditegaskan, gejalanya mungkin saja tidak muncul saat 1 sampai 6 bulan setelah tertular virus. Pengidap mungkin tidak merasakan apa-apa. Sekitar sepertiga dari orang yang mengidap penyakit ini, mengetahuinya melalui tes darah. Gejala infeksi hepatitis B jangka panjang (kronis) juga tidak selalu muncul. Jika muncul, gejalanya mirip dengan infeksi hepatitis B akut (jangka pendek).

Baca juga:  Ketahui Faktor yang Tingkatkan Risiko Terkena Hepatitis B

Bagaimana Virus Hepatitis B Menyebar?

Virus hepatitis berada di dalam darah dan cairan tubuh. HBV ditularkan melalui air mani, cairan vagina, dan darah. Hepatitis B juga dapat ditularkan dari ibu ke anak yang baru lahir selama persalinan. Berbagi jarum suntik dan berhubungan seks tanpa kontrasepsi juga meningkatkan risiko terinfeksi virus ini.. 

Seseorang juga dapat tertular hepatitis B ketika mengunjungi negara dimana infeksi HBV sering terjadi. Penularan bahkan sering tidak disadari, karena mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. 

Perlu dipahami juga, HBV tidak dapat menyebar atau menular melalui:

  • Makanan atau minuman.
  • Peralatan makan bersama.
  • Menyusui.
  • Berpelukan.
  • Berciuman.
  • Batuk.
  • Bersin.
  • Gigitan serangga.

Virus dapat bertahan hidup di luar tubuh setidaknya selama 7 hari. Jika kamu mencurigai gejala yang kamu alami, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis B

Perlu diketahui juga, saat ini belum ada obat yang lengkap untuk menyembuhkan hepatitis B. Namun, jika dikelola dengan benar, pengidap tetap bisa hidup normal. Menjaga pola makan yang sehat, dan menghindari minuman beralkohol dan rokok, merupakan hal penting dalam mengelola penyakit. 

Pengidapnya juga harus mengunjungi dokter yang berpengalaman dengan hepatitis B, setidaknya setiap tahun. Tujuannya untuk memantau hati melalui tes darah dan pencitraan. Kamu bisa membuat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Hepatitis B
WebMD. Diakses pada 2021. Hepatitis B.Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything you need to know about hepatitis B