• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Diabaikan Nyeri Sendi Akibat Gangguan Muskuloskeletal

Jangan Diabaikan Nyeri Sendi Akibat Gangguan Muskuloskeletal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan muskuloskeletal adalah gangguan fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang. Perlu kamu ketahui bahwa sistem muskuloskeletal di dalam tubuh berfungsi untuk mendukung anggota badan, leher, dan punggung. Ketika sistem ini mengalami gangguan, kamu mungkin merasakan nyeri di leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul. kaki dan lutut.

Seseorang yang mengalami nyeri muskuloskeletal terkadang mengeluh bahwa seluruh tubuhnya sakit. Otot mungkin terasa seperti ditarik seperti setelah terlalu banyak bekerja. Terkadang, otot berkedut atau terasa terbakar. Sendi yang kaku dan terasa nyeri akibat gangguan muskuloskeletal juga tidak boleh diabaikan. Mengapa? Ini alasannya!

Baca juga: Alasan Atlet Lebih Berisiko Terkena Gangguan Muskuloskeletal

Jangan Abaikan Nyeri Sendi Gangguan Muskuloskeletal 

Penyebab nyeri sendi akibat gangguan muskuloskeletal bisa bervariasi. Jaringan otot yang aus atau trauma akibat gerakan tersentak, kecelakaan mobil, jatuh, patah tulang, keseleo, dislokasi, dan pukulan langsung ke otot bisa menyebabkan nyeri sendi. Perubahan postur tubuh juga dapat menyebabkan masalah kesejajaran tulang belakang dan pemendekan otot, sehingga menyebabkan otot lain disalahgunakan dan menjadi nyeri.

Dalam beberapa kasus, gejala-gejala gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri sendi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan atau mengetik. Nyeri sendi bisa membuat rentang gerakmu terbatas atau mengurangi mobilitas. Apabila kamu mengalami nyeri sendi dan khawatir mengalami gangguan ini, sebaiknya tanyakan dulu ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot ke rumah sakit, lewat aplikasi ini kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Lantas, Bagaimana Mengatasinya?

Perawatan gangguan muskuloskeletal biasanya disesuaikan dengan diagnosis dokter dan tingkat keparahan gejala yang kamu alami. Untuk mengatasi nyeri yang muncul sesekali, dokter biasanya menyarankan kamu untuk berolahraga dengan intensitas sedang dan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas seperti ibuprofen atau asetaminofen. 

Baca juga: 5 Gangguan Kesehatan yang Diatasi dengan Fisioterapi

Untuk gejala yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan terapi fisik, terapi okupasi, atau keduanya. Terapi ini membantu pengidap dalam mempelajari cara menangani rasa sakit dan ketidaknyamanan, mempertahankan kekuatan sendi dan jangkauan gerak, serta menyesuaikan aktivitas dan lingkungan sehari-hari.

Apakah Gangguan Muskuloskeletal Bisa Dicegah?

Risiko berkembangnya gangguan muskuloskeletal akan semakin besar seiring bertambahnya usia. Ini karena fungsi otot, tulang, dan persendian otomatis menurun seiring bertambahnya usia. Namun, itu tidak berarti bahwa gangguan muskuloskeletal tidak dapat dicegah. Kamu bisa mencegahnya dengan merawat sistem muskuloskeletal sejak dini.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Radiologi Muskuloskeletal

Caranya adalah dengan melakukan kebiasaan gaya hidup sehat dari sekarang, seperti latihan penguatan dan peregangan secara teratur untuk menjaga kekuatan tulang, persendian, dan otot. Penting juga untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari dengan cara yang aman. Pertahankan postur tubuh yang tinggi untuk mencegah sakit punggung, berhati-hati saat mengambil benda berat dan usahakan untuk meminimalkan gerakan berulang.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Musculoskeletal Disorders.
WebMD. Diakses pada 2020. Pain Management: Musculoskeletal Pain.