Jangan Dijauhi, Kleptomania Harus Ditemani?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Dijauhi, Kleptomania Harus Ditemani?

Halodoc, Jakarta – Seseorang yang mengidap kleptomania tidak dapat menahan keinginan untuk mencuri barang-barang. Namun, mereka mencuri bukan karena butuh, menginginkan atau tidak mampu membeli barang-barang tersebut. Kleptomania tidak sama dengan mengutil. Kebanyakan orang yang mengutil mengambil benda-benda yang diinginkan, mereka butuhkan atau tidak mampu membelinya.

Baca Juga: Trauma pada Anak Bisa Sebabkan Kleptomania

Kleptomania adalah jenis gangguan kontrol impuls. Gangguan kontrol impuls adalah penyakit mental yang melibatkan kegagalan berulang untuk menolak impuls (desakan) dan bertindak dengan cara yang berbahaya. Orang dengan gangguan ini tahu bahwa mereka bisa melukai diri sendiri atau orang lain dengan bertindak berdasarkan impuls, tetapi mereka tidak dapat menghentikan diri mereka sendiri.

Apa Penyebab Kleptomania?

Orang dengan kleptomania sering memiliki gangguan kejiwaan lain, seperti gangguan depresi atau bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan, gangguan kepribadian, gangguan penyalahgunaan zat, dan gangguan kontrol impuls lainnya

Kleptomania dinilai sebagai bagian dari spektrum gangguan obsesif-kompulsif karena pengidapnya mengalami dorongan untuk mencuri meski hal tersebut tidak diinginkan ke dalam kondisi mental mereka. Seseorang dikatakan mengidap kleptomania jika mengalami gejala berikut ini:

  • Muncul desakan berulang untuk mencuri benda yang tidak diperlukan untuk penggunaan pribadi atau keuntungan finansial;

  • Ketegangan meningkat tepat sebelum mencuri;

  • Merasakan kesenangan, kepuasan, atau kelegaan setelah mencuri;

  • Pencurian tidak dilakukan sebagai respons terhadap delusi, halusinasi, ekspresi balas dendam atau kemarahan.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

Munculnya kondisi kleptomania dapat bervariasi pada setiap orang. Kondisi dimulai pada masa kanak-kanak, remaja, dewasa bahkan dewasa lanjut meski kasusnya jarang terjadi. Selain itu, sebagian besar pengidap kleptomania adalah wanita. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut seputar kleptomania, diskusikan bersama psikolog Halodoc. Melalui aplikasi, kamu bisa berbicara dengan dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Jangan Jauhi Pengidap Kleptomania

Penting untuk diingat bahwa kleptomania merupakan penyakit mental. Pengidap kleptomania tidak mencuri untuk keuntungan mereka sendiri dan mereka tidak melihat gangguan mental yang dialami sebagai sebuah masalah. Jadi, menjauhi pengidap kleptomania bukanlah hal yang harus dilakukan. Coba untuk berbicara kepada mereka tentang perawatan untuk mengatasi kleptomania. 

Kamu harus mendekati pengidap kleptomania dengan pengertian. Mereka sebenarnya tahu bahwa mencuri itu salah dan ilegal, tetapi karena rasa malu, mereka mungkin tidak ingin membicarakannya atau mencari pengobatan. Dengan memahami dan memberikan dorongan, teman atau orang yang kamu kasihi bisa mendapatkan pengobatan yang tepat untuk kleptomania.

Perawatan untuk kleptomania biasanya melibatkan psikoterapi dan obat-obatan yang digunakan untuk masalah depresi atau OCD. Gangguan yang terjadi secara bersamaan ini telah berkembang sebagai akibat dari kleptomania, itulah mengapa penting untuk mendapatkan pengobatan kleptomania.

Baca Juga: Jangan Langsung Dimarahi Jika Anak Ketahuan Kleptomania

Jika kelainan tersebut tidak diobati, kleptomania dapat berkembang menjadi kondisi mental lainnya. Orang dengan kleptomania mengembangkan bisa mengembangkan gangguan penggunaan zat untuk melawan atau mengurangi perilaku impulsif mereka.

Referensi :
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Kleptomania.
Psychology Today. Diakses pada 2019. Kleptomania.
The Recovery Village. Diakses pada 2019. How To Help a Friend With Kleptomania.