• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Januari 2022
Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

“Tidak semua tumor itu kanker. Namun, dipastikan bahwa kanker adalah tumor ganas. Untuk itu, sangat penting mengetahui perbedaan tumor dan kanker agar kamu bisa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan gangguan kesehatan yang dialami. Dengan begitu, kamu bisa menurunkan risiko komplikasi atau perburukan penyakit.”

Halodoc, Jakarta – Meski terlihat mirip, ada perbedaan antara tumor dan kanker yang penting untuk diketahui. Apabila kamu didiagnosis tumor, langkah pertama yang akan dilakukan dokter adalah mencari tahu apakah tumor itu ganas atau jinak, karena itu memengaruhi metode pengobatannya. 

Tumor jinak biasanya tidak berkembang menjadi kanker. Namun, ada juga tumor yang bersifat ganas yang bisa berkembang menjadi kanker. Tidak ada salahnya mengetahui lebih banyak perbedaan tumor dan kanker berikut!

Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tidak membelah dan bertumbuh secara normal, melainkan membelah dan mulai tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel yang berlebih ini mulai bergabung dan membentuk berbagai ukuran benjolan atau pertumbuhan. Benjolan atau pertumbuhan tersebut yang diidentifikasi sebagai tumor, yang bisa berupa massa padat atau mungkin berisi cairan.

Tidak semua tumor bisa menyebabkan kanker. Berdasarkan sel-sel yang terkandung di dalamnya, tumor dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu tumor jinak, tumor pra-kanker, dan tumor ganas. 

Tumor yang bersifat jinak tidak merusak sel dan jaringan sehat yang ada di sekitarnya, perkembangannya juga biasanya lambat, dan tidak berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Tumor jinak biasanya merespons pengobatan dengan baik

Di sisi lain, tumor ganas adalah kanker. Tumor ganas bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menyerang sel-sel sehat di sekitarnya. Kanker juga tumbuh dengan cepat dan mengambil nutrisi dari sel yang sehat.

Saat menyebar ke bagian tubuh lain, kanker bisa membentuk tumor-tumor baru yang sifatnya juga merusak. Perkembangannya yang cepat dan sangat merusak, sehingga kanker perlu dideteksi sejak dini agar pengobatan bisa segera dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembangannya.

Cara Mendiagnosis Tumor atau Kanker

Jika kamu menemukan benjolan baru atau tidak biasa di tubuh kamu, jangan panik dan langsung menganggapnya kanker. Cobalah untuk memeriksa benjolan tersebut terlebih dahulu. Perbedaan tumor dan kanker adalah benjolan tumor biasanya bisa bergerak ketika kamu merabanya, sedangkan kanker tidak bergerak. Selain itu, benjolan tumor juga memiliki bentuk yang halus dan teratur, sedangkan kanker mungkin memiliki bentuk yang tidak rata.

Namun, kamu dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah benjolan yang kamu miliki adalah tumor atau kanker. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter bisa menggunakan satu atau lebih tes pencitraan untuk membantu memastikan diagnosis, seperti sinar X, USG, CT scan, dan MRI. Tes darah juga adalah cara umum lainnya yang bisa membantu memastikan diagnosis, tetapi biopsi adalah satu-satunya cara yang efektif untuk memastikan kanker.

Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan. Lokasi tumor akan menentukan metode biopsi yang dilakukan, apakah menggunakan biopsi jarum atau metode lainnya seperti kolonoskopi atau operasi. Jaringan yang diambil kemudian akan dikirim ke laboratorium dan diperiksa di bawah mikroskop. Setelah itu, dokter akan menerima laporan patologi yang memberitahu apakah jaringan tersebut jinak, pra-kanker atau ganas. 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan tumor dan kanker. Bila kamu masih ingin bertanya lebih lanjut mengenai perbedaan di antara kedua penyakit tersebut, kamu bisa bertanya langsung pada dokter menggunakan aplikasi Halodoc.

Ada beberapa rekomendasi dokter spesialis yang bisa kamu temui di aplikasi Halodoc. Berikut rekomendasinya:

1.dr. Arief Wibisono, Sp.B(K)Onk

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Siloam TB Simatupang. Beliau tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia, European Society of Surgical Oncology, dan Indonesia Society of Endo-Laparoscopic Surgery sehingga bisa memberikan layanan medis terkait pembedahan penyakit kanker.

2.dr. Bajuadji, Sp.B(K)Onk

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Mayapada Tangerang. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

3.dr. Bayu Brahma, Sp.B(K)Onk

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Mayapada Jakarta Selatan, RSUD Kota Bogor, dan RS Kanker Dharmais. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia bisa memberikan layanan Konsultasi, dan Tindakan Bedah terkait onkologi (kanker).

Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa bertanya apa saja seputar kesehatan pada dokter terpercaya. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasi Halodoc sekarang juga.


Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Benign and Malignant Tumors: How Do They Differ?

Medical News Today. Diakses pada 2021.What to Know About Cancer.

Diperbarui pada 5 Januari 2022