• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Disepelekan, Ini 2 Komplikasi Demam Berdarah

Jangan Disepelekan, Ini 2 Komplikasi Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah terjadi akibat infeksi salah satu dari empat virus dengue yang dibawa oleh nyamuk jenis Aedes aegypti. Virus yang termasuk dalam jenis Flaviviridae ini dapat menimbulkan gejala seperti flu yang parah, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 40 derajat Celsius, sakit kepala parah, nyeri otot juga sendi, dan wajah memerah yang diikuti munculnya ruam pada kulit.

Siapa saja bisa terserang penyakit ini, terlebih jika memiliki kawasan tempat tinggal yang termasuk dalam daerah endemik. Namun, demam berdarah memang paling umum terjadi pada anak-anak di atas 5 tahun, remaja, hingga orang dewasa. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyerang wisatawan, tergantung pada berapa lama waktu yang dihabiskan di daerah endemik tersebut, waktu melakukan perjalanan (apakah sedang musim nyamuk berkembang biak), dan intensitas penularan penyakit ini di daerah tersebut.

Baca juga: Hati-Hati DBD yang Bisa Diketahui Lewat Air Liur

Komplikasi Serius yang Tidak Boleh Disepelekan

Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah dapat menyebabkan komplikasi serius yang tentunya tidak boleh disepelekan. Jadi, ketika kamu mengalami gejala awal dari demam berdarah seperti yang telah disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Beberapa komplikasi dari demam berdarah yang dimaksud tadi adalah:

1. Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue sangat berisiko pada orang-orang yang memiliki antibodi terhadap virus dengue dari infeksi sebelumnya, berusia di bawah 12 tahun, dengan sistem imunitas tubuh yang lemah. Gejala yang muncul meliputi demam tinggi, kerusakan pada sistem limfatik, kerusakan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, dan kegagalan sistem sirkulasi.

Gejala demam berdarah dengue juga bisa memicu terjadinya sindrom syok dengue. Jika sindrom tersebut berada pada fase akut, perdarahan dapat terjadi lebih parah dan berisiko tinggi menyebabkan kematian. Empat virus dengue dapat menyebabkan komplikasi seperti ini. Jika sebelumnya kamu telah terinfeksi oleh salah satunya dan ternyata kembali terinfeksi dengan jenis virus yang berbeda, ada kemungkinan kamu akan terserang demam berdarah dengue. 

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar DBD

Imunitas tubuh sebelumnya, atau kemampuan tubuh untuk melawan infeksi virus dengue yang berbeda turut berperan dalam memicu terjadinya demam berdarah dengue. Namun, kondisi ini lebih sering menjangkiti anak-anak perempuan berusia di bawah 12 tahun dibandingkan dengan anak laki-laki. Jika muncul gejala, pengobatan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga asupan cairan agar tidak terjadi dehidrasi.

2. Sindrom Syok Dengue

Komplikasi ini merupakan imbas dari demam berdarah dengue dengan gejala berupa penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, rasa dingin dan kulit lembap, denyut nadi cepat tetapi lemah, mulut kering, dan pernapasan tidak teratur. Angka kematian dari komplikasi demam berdarah ini bisa mencapai 40 persen jika pengidap tidak segera mendapatkan penanganan.

Bisakah Demam Berdarah Dicegah?

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah demam berdarah. Upaya pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah menghindari gigitan nyamuk dan membasmi populasinya. Hindari juga daerah perumahan yang padat penduduk, dan gunakan obat nyamuk baik kala sedang berada di dalam maupun di luar rumah.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Selain itu, sebaiknya selalu gunakan pakaian seperti baju berlengan panjang dan celana panjang. Jika memungkinkan, hindari membuka jendela pada siang hari, untuk menghindari masuknya nyamuk dari luar, yang dapat menggigit kamu dan keluarga lebih sering di siang hari.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Dengue.
US Department of Health and Human Services. Diakses pada 2020. Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dengue Fever.