• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Beda Demam Biasa dan Akibat Tifus

Jangan Keliru, Ini Beda Demam Biasa dan Akibat Tifus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Demam menjadi gejala dari banyak penyakit, biasanya terjadi sebagai respons tubuh dalam melawan masuknya penyakit. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui apakah demam yang mereka rasakan adalah demam biasa atau demam karena kondisi medis yang serius, seperti tifus

Tifus, atau lebih akrab dikenal dengan sebutan tipes, merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat bakteri Salmonella typhi yang ditularkan melalui makanan maupun minuman yang terkontaminasi. Salah satu gejala dari gangguan kesehatan ini adalah demam. Lalu, apa yang menjadi pembeda antara demam biasa dan demam yang terjadi karena penyakit tipes?

Demam Biasa

Ketika suhu tubuh seseorang meningkat, mereka mungkin akan merasakan dingin hingga suhu kembali normal. Biasanya, kondisi ini disebut dengan menggigil atau demam. Makan, olahraga, tidur, dan banyak faktor lain bisa memengaruhi kenaikan suhu tubuh. 

Baca juga: Ini Beda Gejala Tifus dan DBD

Namun, ketika infeksi terjadi, sistem kekebalan akan melakukan perlawanan untuk mencoba menghilangkan apa yang menjadi penyebabnya. Peningkatan suhu tubuh merupakan proses yang normal ketika kondisi ini terjadi. Demam biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika suhu tubuh mengalami peningkatan yang cukup drastis, itu bisa menjadi pertanda adanya infeksi yang mungkin memerlukan penanganan medis. 

Ketika seseorang terserang demam, mereka mungkin juga akan mengalami gejala menggigil berkeringat dingin, kurang nafsu makan, menunjukkan tanda dehidrasi, kurang bertenaga dan mudah mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Sementara itu, apabila bayi mengalami demam, tubuhnya mungkin akan terasa panas ketika disentuh, pipi memerah, berkeringat, hingga kejang jika suhu tubuhnya naik terlalu tinggi.

Baca juga: Mitos atau Fakta Tifus Bisa Menyebabkan Kematian?

Untuk mengetahui apakah tubuhmu mengalami demam atau tidak, sudah pasti kamu harus melakukan pengukuran dengan menggunakan termometer. Jika suhu tubuh berada pada kisaran 38 derajat Celsius, maka kamu terserang demam. Terlebih jika disertai gejala di atas. Agar hasil pengukuran lebih akurat, lakukan pengukuran lebih dari satu kali.

Demam karena Tifus

Lalu, apa bedanya dengan demam yang terjadi karena penyakit tifus? Ternyata, mudah saja mengenalinya. Demam karena penyakit tifus biasanya terjadi secara bertahap. Ketika demam terjadi, suhu tubuh bisa berada pada kisaran normal atau justru rendah. Lalu, secara perlahan setiap harinya, suhu tubuh akan mengalami peningkatan, bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius.

Hati-hati, kamu juga harus memperhatikan demam ini, karena demam tifus sangat mirip dengan demam yang terjadi karena penyakit demam berdarah. Namun, tetap ada hal yang menjadi pembedanya. Demam yang terjadi karena demam berdarah biasanya muncul secara tiba-tiba dengan suhu yang langsung tinggi, yaitu antara 39 hingga 40 derajat Celsius. Demam juga bisa terjadi selama terus-menerus dan berlangsung, hingga satu minggu.

Baca juga: 6 Gejala Awal Demam Berdarah Anak yang Harus Ibu Tahu

Selain demam, gejala tifus lain yang perlu kamu perhatikan adalah munculnya masalah pada saluran pencernaan, termasuk diare atau sembelit serta rasa kurang nyaman pada area perut. Bahkan, bisa terjadi nyeri perut yang membuat kamu semakin kehilangan nafsu makan. 

Kenali pula munculnya bintik merah pada penyakit tipes yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella. Berbeda dengan bintik merah karena demam berdarah yang terjadi akibat perdarahan. Jadi, kapan saja kamu mengalami gejala ini, segera lakukan pengobatan ke rumah sakit terdekat. Gunakan selalu aplikasi Halodoc agar pengobatan jadi lebih mudah. 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Typhus.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Fever: What You Need to Know.
Medscape. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.