• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Kucing Liar dan Kucing Jalanan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Kucing Liar dan Kucing Jalanan

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Kucing Liar dan Kucing Jalanan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 08 Desember 2021
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Kucing Liar dan Kucing Jalanan

“Kucing menjadi hewan yang paling sering ditemui kapan pun dan di mana pun berada. Kucing-kucing yang tinggal di jalanan umumnya memiliki corak beragam dan sering disebut sebagai kucing liar. Lantas, apa perbedaan kucing liar dan kucing jalanan?”

Halodoc, Jakarta – Kucing liar dan kucing jalanan sekilas terlihat sama, ya. Padahal keduanya berbeda dari segi karakter dan banyak hal. Jika sama-sama ditemui di jalanan, bagaimana cara membedakannya? Jangan bingung, karena kamu bisa menemukan perbedaan keduanya di bawah ini.

Kucing Liar dan Kucing Jalanan, Apa Bedanya?

Meski keduanya hidup di jalanan, ternyata terdapat perbedaan mendasar dari segi karakternya, lo. Sebelum berbicara mengenai karakter dan sifat, sebaiknya kamu lebih dulu mengetahui apa itu kucing liar dan kucing jalanan. Nah, berikut perbedaannya.

1. Kucing Liar

Kucing liar adalah kucing yang hampir tidak pernah melakukan kontak dengan manusia. Mereka cenderung hidup menyendiri di jalanan, dan akan lari ketika berpapasan dengan manusia. Sama dengan hewan liar lainnya, kucing jenis ini cenderung lebih suka di jalanan ketimbang dipelihara di rumah.

2. Kucing Jalanan

Lain kucing liar, lain pula kucing jalanan. Kucing jalanan merupakan kucing yang sebelumnya dipelihara oleh manusia, tetapi tersesat atau kabur dari rumah karena beberapa alasan. Mereka biasanya kabur dari rumah saat musim kawin tiba atau dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab ketika bermain di luar rumah.

Karena sebelumnya adalah peliharaan, bisa dibilang kucing ini sudah ketergantungan oleh manusia. Ketika di jalanan pun, mereka cenderung mendekati manusia agar diberi makan. Mereka akan menunjukkan sikap dan karakter manjanya pada orang untuk mendapat perhatian.

Bagaimana Cara Membedakannya?

Perbedaan kucing liar dan kucing jalanan bukan hanya bisa dilihat dari karakter manjanya saja. Berikut ini beberapa perbedaan lainnya:

1. Karakter Fisik

Kucing liar sangat ahli di alam liar. Mereka umumnya terlihat sehat dan gemuk berkat keahlian hidup di luar ruangan dan keterampilan berburu makanan. Sedangkan kucing jalanan, mereka terlihat sangat kurus dan tidak terawat, karena sepanjang hidup selalu diberi makanan oleh pemiliknya.

Mereka terlihat tidak berpengalaman dalam berburu makanan, sehingga berdampak pada bentuk tubuhnya. Mereka cenderung ditolak oleh koloni kucing liar, dan mungkin sering terlibat pertengkaran oleh kucing lain. Telinga kucing jalanan juga cenderung berbeda. Ketika sudah disteril, ujung telinga kiri dan kanannya akan tampak beda.

2. Perilaku

Kucing liar tidak akan pernah mendekati manusia. Ketika berpapasan pun, mereka menunjukkan kehati-hatian yang luar biasa dan menghindari kontak dengan segala cara. Mereka bergerak secara bersembunyi, dengan tubuh yang merendah ke tanah, ekor tubuh ke bawah, dan gerakan bola mata yang memindai.

Sedangkan kucing jalanan, mereka menunjukkan perilaku yang lebih terbuka terhadap manusia. Mereka tidak segan untuk menghampiri dan mendekati manusia. Beberapa di antara mereka bahkan menggesekkan tubuhnya di kaki orang asing untuk mendapatkan perhatian. Ekornya tegang menunjukkan keterbukaan untuk didekati.

Berinteraksi Aman dengan Kucing Liar dan Kucing Jalanan

Setelah mengetahui perbedaan kucing liar dan kucing jalanan, mungkin kamu penasaran bagaimana cara berinteraksi yang aman dengan keduanya? Ketika menemui kucing jalanan, bukan hal yang sulit untuk menjalin interaksi dengan mereka. Namun, bagaimana dengan kucing liar?

Kamu perlu berhati-hati ketika berurusan dengan kucing liar. Perhatikan bahasa tubuhnya. Lihat, apakah mereka nyaman berinteraksi, atau justru ketakutan. Waspadai jika mereka menunjukkan beberapa ciri fisik berikut ini:

  • Mengeram.
  • Menyipitkan mata.
  • Mengernyitkan dahi.
  • Posisi telinga ke belakang.
  • Ekor tegak, dengan buntut yang mekar.

Memutuskan untuk mengadopsi kucing liar lebih sulit, karena mereka terbiasa hidup di jalanan. Jika memutuskan ingin mengadopsinya, jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan hewan peliharaan tersebut. 

Kamu bisa bertanya pada dokter hewan di aplikasi Halodoc seputar hal-hal yang perlu dipersiapkan. Untuk mengetahui info menarik lainnya seputar kesehatan hewan, kamu bisa download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

The Spruce Pet. Diakses pada 2021. Feral Cat vs. Stray Cat: What’s the Difference?