• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Self Love dan Fake Love
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Self Love dan Fake Love

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Self Love dan Fake Love

5 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Juni 2022

“Self love adalah tentang mencintai dan mendukung diri sendiri untuk jadi lebih baik. Ini berbeda dengan fake love yang cenderung egois dan tidak mau memperbaiki diri.”

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Self Love dan Fake Love

Halodoc, Jakarta – Ajakan untuk mencintai diri sendiri atau self love semakin santer terdengar beberapa tahun belakangan. Tujuannya tentu baik, yaitu memotivasi diri untuk berpikir positif agar lebih bahagia dan kesehatan mental terjaga.

Namun, masih banyak orang yang kurang memahami makna sesungguhnya dari self love. Bahkan saat diterapkan malah jadi fake love. Sebenarnya, apa sih bedanya self love dan fake love? Yuk, bahas satu-persatu!

Apa Itu Self Love?

Menurut laman Psych Central, Self love atau mencintai diri sendiri berarti menerima diri sendiri sepenuhnya. Termasuk juga memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan dan rasa hormat, serta mendukung diri sendiri untuk berkembang dan sejahtera.

Self love tidak hanya mencakup bagaimana kamu memperlakukan diri sendiri. Melainkan juga bagaimana kamu memikirkan diri sendiri. Jadi, ini adalah tentang apa yang akan kamu lakukan untuk diri sendiri, bagaimana kamu berbicara kepada diri sendiri, dan bagaimana perasaan kamu tentang diri sendiri.

Ketika kamu mencintai diri sendiri, kamu memiliki pandangan positif secara keseluruhan tentang diri kamu sendiri. Namun, bukan berarti kamu harus merasa positif tentang diri sendiri sepanjang waktu. 

Jika dianalogikan, misalnya, kamu mencintai orang tua kamu, meski terkadang mereka membuatmu marah atau kecewa. Namun, rasa cintamu pada mereka membuat kamu memaafkan mereka, mempertimbangkan perasaan mereka, dan membuat keputusan yang tidak merugikan mereka.

Nah, self love atau mencintai diri sendiri juga seperti itu. Hanya saja, semua perasaan dan perlakuan itu ditujukan pada diri sendiri. Artinya, jika kamu tahu cara mencintai orang lain, kamu mestinya juga tahu cara mencintai diri sendiri.

Dalam Pandangan Islam 

Menurut Ali Nurdin, pimpinan Cari Ustadz, mencintai diri sendiri adalah naluri manusia sebagaimana tercermin dalam Alquran Surah An-Nisa ayat 128, “wa uhdirat al-anfus al-syuhh,” naluriah bagi manusia bersifat mementingkan diri sendiri. Bahkan ketika seseorang melakukan aktivitas apa pun, pada hakikatnya kembali pada diri sendiri. Secara umum seperti itu.

Bahwa kemudian ada kasus ketika orang melakukan sesuatu yang dia sukai, tetapi merugikan diri sendiri disinilah agama memberikan petunjuk. Agama memberikan batasan, ada perintah dan ada larangan. Misalnya agama melarang untuk mengonsumsi minuman keras, apabila dilanggar maka dia menzalimi diri sendiri. 

Maka salah satu bentuk amanah Tuhan atas hidup kita ini adalah kita menunaikan amanah menyangkut kebaikan bagi diri sendiri dan juga kebaikan bagi orang lain. 

Artinya, dalam pandangan Islam bila seseorang melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, berarti dia sudah mencintai diri sendiri. Begitu pun sebaliknya, bila dia melakukan segala sesuatu yang tidak bermanfaat dan bahkan merusak, berarti dia menzalimi diri sendiri.   

Fake Love vs Self Love

Setelah memahami apa itu self love, ada juga istilah fake love. Jika diartikan secara harfiah, fake adalah palsu, dan love adalah cinta. Jadi, fake love adalah cinta yang palsu, atau bisa juga disebut bukan cinta yang sesungguhnya.

Dalam konteks fake (self) love, ini berarti perasaan di mana seseorang merasa sudah melakukan self love dengan baik, padahal tidak. Rasa cinta untuk diri sendiri itu palsu. 

Tentunya ini adalah hal yang salah, toxic, dan bisa mengaburkan makna self love yang sesungguhnya. Fake love dapat membuat kamu jadi egois dan tidak mau menerima kritik dari orang lain. 

Beberapa contoh perilaku fake love pada diri sendiri adalah:

  • Membiarkan diri apa adanya, bahkan saat ada hal yang perlu diperbaiki.
  • Tidak mau berbenah diri.
  • Memprioritaskan diri di atas kewajiban.
  • Menganggap diri sendiri sebagai yang paling baik dan benar.
  • Membatasi masukan dari orang lain.

Jika dibiarkan, fake love bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri. Sebab, bukannya menjadi lebih baik, sikap-sikap seperti itu malah membuat diri sendiri sulit untuk berkembang.

Mencintai Diri Sendiri dengan Benar

Dari pembahasan tadi, dapat diketahui dengan jelas perbedaan self love dan fake love, bukan? Dapat disimpulkan juga bahwa self love bukan sekadar cinta pada diri sendiri. 

Melainkan juga memikirkan dan melakukan hal-hal yang bisa membuat diri sendiri jadi lebih baik, berkembang, dan tentunya bahagia. Konsep ini mungkin masih membingungkan.

Oleh karena itu, berikut ini beberapa tips mencintai diri sendiri dengan benar, agar self love tidak jadi fake love

  1. Lebih Mengenal Diri Sendiri

Pepatah “tak kenal maka tak sayang” bisa jadi benar. Bagaimana kamu bisa mencintai diri sendiri jika kamu tidak mengenalnya dengan baik, bukan? Jadi, langkah pertama adalah kenali diri sendiri dengan baik. 

Setiap hari, luangkan 10-15 menit untuk memikirkan tentang diri sendiri. Kamu juga bisa menuliskan pemikiran, hal-hal yang disukai, dan yang tidak disukai dalam sebuah jurnal. 

  1. Jadwalkan dan Nikmati Me Time 

Cobalah atur jadwal rutin setiap minggu untuk menghabiskan waktu sendirian atau me time. Selama me time, lakukan hal-hal yang kamu sukai atau yang ingin dilakukan. Nikmatilah ini sebagai momen kebersamaan dengan diri sendiri.

  1. Memaafkan dan Menerima

Self love juga berarti memaafkan dan menerima diri sendiri. Dalam arti, memaafkan kesalahan yang diperbuat dan menjadikannya sebagai pembelajaran, alih-alih marah dan membenci diri sendiri. 

Terimalah bahwa setiap manusia memiliki kekurangan, tetapi tentu juga punya kelebihan. Namun, perbaiki juga hal-hal yang bisa diperbaiki agar kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik, meski tetap punya kekurangan.

  1. Jaga dan Rawat Diri dengan Baik

Menjaga dan merawat diri dengan baik juga merupakan hal penting dalam self love. Ini bisa dilakukan dengan mempertahankan pola makan sehat, berolahraga, relaksasi, dan hal-hal lain yang bisa menjaga kesehatan fisik dan mental.

Nah, itulah pembahasan mengenai perbedaan self love dan fake love, serta beberapa tips yang mungkin bisa membantumu mencintai diri sendiri. Perlu dipahami, self love mungkin membutuhkan waktu dan proses. 

Jadi, tidak perlu buru-buru dan nikmati saja prosesnya. Jika kamu butuh bantuan dari ahlinya, kamu bisa download Halodoc untuk bicara pada psikolog kapan saja dan di mana saja.

Referensi:

Psych Central. Diakses pada 2022. What is Self-Love and Why Is It So Important?

Bright Side. Diakses pada 2022. 8 Subtle Signs of Fake Love.

Huffpost. Diakses pada 2022. Self-Love: Six Ways to ‘Fake it’ Til You Make It’ and Become Your Own Best Friend!

Inspiring Tips. Diakses pada 2022. True Love vs. Fake Love: 20 Differences You Must Know.