16 November 2017

Jangan Panik, Lakukan Ini Jika Ibu Hamil Alami Flek

Halodoc, Jakarta – Sedang hamil muda lalu tiba-tiba saja terjadi pendarahan? Jangan terlalu panik, bu, karena pendarahan pada trimester pertama kehamilan adalah hal yang wajar. Meskipun demikian, ibu perlu tahu jenis pendarahan yang masih normal dan pendarahan yang menandakan kondisi serius yang harus segera diperiksakan ke dokter.

Sekitar 20% wanita hamil mengalami pendarahan saat 12 minggu pertama usia kehamilan. Jenis pendarahan saat hamil ada dua, yaitu yang hanya berupa flek atau sedikit bercak darah pada pakaian dalam, tapi bisa juga terjadi kondisi seperti menstruasi dimana darah mengalir cukup banyak, sehingga membutuhkan pembalut agar tidak mengotori pakaian dalam.

Munculnya bercak darah saat hamil muda masih tergolong kondisi yang normal, karena disebabkan oleh proses pelekatan sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim. Jenis pendarahan ringan ini hanya berlangsung selama beberapa hari dan volume darah tidak sebanyak menstruasi. Faktor-faktor lainnya yang juga bisa menyebabkan timbulnya bercak darah adalah infeksi miss V, hormon kehamilan dan efek setelah berhubungan intim. Berikut hal-hal yang sebaiknya ibu lakukan saat mengalami pendarahan:

  • Segera beristirahat dengan berbaring di tempat tidur dan hindari dulu aktivitas yang membuat berdiri dan berjalan terlalu lama.
  • Gunakan pembalut untuk menampung darah, sekaligus menghitung seberapa banyak pendarahan terjadi. Jangan menggunakan tampon.
  • Bersihkan miss V dengan air hangat, tapi hindari menggunakan sabun pembersih kewanitaan.
  • Untuk sementara, jangan berhubungan intim dulu selama pendarahan masih berlangsung.
  • Ibu bisa memperhatikan jenis darah yang keluar dari segi warnanya (kecokelatan, merah muda, atau merah) dan teksturnya (lancar atau menggumpal).

Hati-hati jika pendarahan terus berlangsung selama hamil muda, darah yang keluar berwarna merah menyala dan deras seperti menstruasi, serta diiringi dengan kram perut. Karena pendarahan saat hamil muda juga bisa menandakan sesuatu yang serius, seperti keguguran, kehamilan ektopik, dan hamil anggur. Hubungi dokter kandungan jika mengalami gejala-gejala tersebut untuk mengetahui penyebab pendarahan. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound di perut, beserta ultrasound vaginal dan abdominal.

Kondisi Pendarahan yang Serius

Ibu dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin, jika terjadi gejala-gejala berikut:

  • Pendarahan hebat dengan atau tidak adanya rasa sakit.
  • Pendarahan yang disertai kram atau rasa sakit hebat pada bagian bawah perut.
  • Jika saat terjadi pendarahan, keluar jaringan dari vagina. Jangan membuang jaringan yang keluar tersebut, karena bisa digunakan untuk pemeriksaan dokter.
  • Pendarahan disertai gejala lain, seperti pusing bahkan pingsan, atau demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius.

Pendarahan di Usia Akhir Kehamilan

Pendarahan juga bisa terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Jika pendarahan abnormal terjadi saat hamil tua, maka dapat membahayakan ibu dan janin. Penyebab pendarahan pada usia akhir kehamilan:

  • Plasenta Previa. Kondisi ini terjadi jika plasenta berada di bawah, sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim yang merupakan jalan lahir bayi.
  • Abrupsi Plasenta. Yaitu saat plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktu persalinan tiba. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu dan janin.

Segera hubungi dokter jika ibu mengalami pendarahan di trimester kedua dan ketiga.

Pendarahan selama kehamilan tetap harus ditangani dengan tepat, agar tidak berpengaruh buruk pada kesehatan ibu dan janin. Jika ibu mengalami gejala-gejala tertentu selama kehamilan, ibu bisa membicarakannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/ Voice Call dan Chat, ibu bisa berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Tinggal order dan pesananmu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.