• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Kucing yang Sering Muntah

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Kucing yang Sering Muntah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Kucing yang Sering Muntah

“Perasaan takut dan panik tentunya bisa dirasakan ketika kucing kesayangan sering muntah. Meskipun kucing yang muntah sebenarnya normal terjadi akibat adanya respon tubuh, tetapi segera lakukan pemeriksaan jika terjadi beberapa hal pada muntah kucing, seperti berbau, bercampur darah, dan warnanya sangat kuning. Jangan lupa untuk memerhatikan berapa lama kondisi muntah yang dialami kucing berlangsung.”


Halodoc, Jakarta – Kucing yang sering muntah bisa membuat pemiliknya merasa panik dan bertanya-tanya apa penyebabnya. Apalagi, kalau kucing mulai terlihat lemas dan sakit setelah muntah. Nyatanya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kucing sering muntah. Selain mengetahui penyebabnya, penting juga untuk mencari tahu cara mengatasi kucing yang sering muntah. 

Kucing muntah bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari faktor makanan yang dikonsumsi, hingga gangguan kesehatan tertentu. Kucing muntah biasanya terjadi karena ketidaknyamanan pada pencernaan atau tenggorokan. Kucing muntah terlihat, seperti akan mengeluarkan sesuatu dari mulutnya disusul dengan suara seperti akan muntah. Lantas, bagaimana cara mengatasi kucing yang sering muntah? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Ketahui Seluk-Beluk Merawat Anak Kucing

Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Muntah 

Kucing muntah sebenarnya wajar dan terjadi bisa terjadi sebagai respons tubuh, misalnya saat keracunan makanan atau kemasukan benda asing. Kucing juga bisa muntah hairball atau gumpalan bulu. Hal ini bisa terjadi karena kucing memiliki kebiasaan menjilat tubuhnya, sehingga bulu mungkin saja rontok kemudian masuk ke dalam tubuh dan menggumpal. 

Hairball paling sering ditemukan pada jenis kucing yang memiliki bulu tebal, misalnya kucing Anggora. Tidak perlu terlalu khawatir jika kucing memuntahkan gumpalan bulu. Sebab, hal ini tergolong normal dan bisa saja terjadi. Sebaliknya, waspadai jika muntah kucing terjadi secara terus-menerus dan membuat tubuh kucing terlihat lemas. 

Muntah pada kucing juga bisa terjadi karena faktor makanan tertentu, misalnya mengonsumsi makanan yang tidak ramah pada pencernaan kucing atau mengonsumsi makanan yang mengandung racun. Kucing juga bisa muntah karena kemasukan benda asing. Selain itu, ada beberapa gangguan kesehatan pada kucing yang juga bisa menyebabkan muntah. 

Baca juga: 3 Cara Mencegah Hairball pada Kucing Peliharaan

Lantas, kapan muntah pada kucing perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengatasi kondisi ini? Perawatan di rumah mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi kucing yang sering muntah. Namun, hal ini hanya berlaku jika muntah pada kucing bersifat ringan dan tidak berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu. Kucing mungkin saja muntah akibat kemasukan benda atau makanan asing yang kemudian memicu gangguan pada pencernaan. 

Saat itu terjadi, perut akan segera merespon dan mengeluarkan benda asing melalui muntahan. Setelah kucing muntah, cobalah untuk mengistirahatkan perut kucing dengan tidak memberi makan atau minum selama 12–18 jam. Sebagai gantinya, berikan kucing beberapa sendok makan air setiap 30 menit atau menjilati es batu. 

Setelah 12 jam, coba lihat apakah kucing membaik dan tidak mengalami muntah kembali. Jika kucing tidak lagi muntah, segera berikan air dan perhatikan respons kucing. Jika tidak ada penolakan atau tanda muntah kembali, kamu bisa mencoba untuk mulai memberi makan dengan porsi kecil terlebih dahulu. Setelah membaik, mulailah memberikan makan pada kucing secara normal. 

Namun, jika muntah tidak kunjung berhenti dan kucing masih belum bisa menerima makan maupun minum, sebaiknya segera bawa kucing peliharaan ke dokter hewan terdekat. Waspadai jika muntah pada kucing disertai dengan diare yang padat. Kalau itu yang terjadi, mungkin ada faktor lain yang menyebabkan kucing sering muntah sehingga dibutuhkan perawatan ahli segera. 

Baca juga: Memahami Lebih Jauh Tingkah Laku Kucing Peliharaan

Penting untuk melihat warna dan bau muntahan. Jika warna, konsistensi dan baunya mencurigakan, seperti bau busuk, bercampur darah, atau berwarna sangat kuning, segera konsultasi ke dokter hewan di Halodoc. Menjaga kesehatan kucing juga bisa dilakukan dengan memberi makanan terbaik. Sekarang, kamu bisa belanja makanan sehat untuk kucing peliharaan melalui aplikasi Halodoc. Pilihlah produk yang diinginkan dan pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!


Referensi:
Pet Guide. Diakses pada 2021. Vomiting in Cats: When to Worry.
Veterinary Hub. Diakses pada 2021. Vomiting in Cats – Causes & Treatment.