Jangan Percaya 4 Mitos Alergi Makanan Ini

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   18 Februari 2020
Jangan Percaya 4 Mitos Alergi Makanan IniJangan Percaya 4 Mitos Alergi Makanan Ini

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu atau orang terdekat memiliki alergi makanan tertentu? Jika iya, pasti kamu merasa kesulitan untuk menjaga setiap makanan yang masuk ke mulut. Sebab, sedikit saja makanan penyebab alergi masuk ke tubuh, maka akibatnya bisa cukup fatal. Alergi makanan terjadi akibat reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu, dan kebanyakan terjadi akibat protein.

Beberapa jenis makanan yang biasa menjadi penyebab alergi antara lain telur, kacang, susu, ikan, kacang kedelai, atau gandum. Sebenarnya alergi makanan bisa datang dari mana saja. Berikut adalah beberapa mitos tentang alergi makanan yang tidak perlu kamu percaya lagi:

1. Alergi Makanan Bukanlah Masalah Serius

Mulai sekarang kamu wajib berhenti mempercayai mitos ini, karena faktanya alergi makanan adalah masalah yang serius. Alergi makanan dapat menimbulkan gejala yang cukup berat seperti gatal-gatal yang tak kunjung hilang, muntah-muntah, sulit bernapas, bahkan pingsan. Jika tidak segera diatasi, gejala semakin bertambah parah dan bisa berakibat fatal.

Baca juga: Benarkah Alergi Makanan Bisa Mengintai Seumur Hidup?

2. Hanya Makanan yang Dapat Memicu Alergi

Anggapan bahwa hanya makanan yang menyebabkan alergi adalah salah. Beberapa jenis makanan memang dapat menyebabkan alergi. Namun, kamu tetap perlu waspada terhadap obat atau bahan kimia dalam bentuk lain yang masuk ke tubuh karena dapat memicu alergi juga. Biasanya sebelum meresepkan obat, dokter menanyakan dahulu apakah pasien memiliki alergi obat atau tidak, bukan?

Jika pasien memiliki alergi maka dokter memberikan obat alternatif yang khasiatnya sama, tetapi tidak mengandung bahan kimia penyebab alergi. Begitu pula jika kamu berkonsultasi pada dokter di Halodoc. Selain dapat dihubungi kapan dan di mana saja, ribuan dokter di aplikasi Halodoc adalah dokter terpercaya yang siap bantu atasi keluhanmu. Jika dapat resep, membeli obatnya pun bisa lewat aplikasi Halodoc juga, lho. Kamu tinggal duduk manis saja, deh.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Alergi, Waspadai Gejala-gejalanya

3. Alergi Makanan pada Anak Dapat Diatasi

Sayangnya alergi makanan adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Menghindari alergen selama 2 hingga 3 tahun memang dapat mencegah anak mengalami alergi. Namun, cara ini tidak bisa dilakukan untuk menyembuhkan alergi.

4. Memasak Makanan Dapat Mengurangi Alergi

Mitos ini juga tergolong keliru karena alergi makanan akan terjadi dan merupakan respons sistem imun terhadap kandungan protein dalam makanan. Protein tersebut tetap berada di dalam makanan meskipun telah dipanaskan. Alergi tetap terjadi sekalipun makanan telah dimasak atau sudah diproses sedemikian rupa.

Pengobatan untuk Alergi Makanan

Cara paling efektif untuk mengatasi alergi makanan adalah dengan menghindari makanan penyebab alergi. Namun, pada beberapa kondisi, seseorang mungkin saja mengonsumsi makanan penyebab alergi tersebut secara tidak sengaja. Jika hal ini terjadi, ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala.

Baca juga: Cegah Anak Alergi, Ibu Hamil Wajib Konsumsi Ini Saat Hamil

Jika gejala reaksi alergi yang muncul tergolong ringan, pengidap bisa menggunakan antihistamin yang dijual bebas di apotik. Namun, jika gejala masih terasa, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar diberikan antihistamin dengan dosis lebih tinggi. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit andalanmu, jika kondisi tidak terlalu darurat.

Namun, jika muncul gejala anafilaksis, pengidap alergi makanan harus dibawa ke IGD rumah sakit secepatnya, untuk diberikan suntikan epinephrine. Setelah gejala mereda, dokter biasanya akan meminta pengidap untuk selalu membawa suntikan tersebut. Pada kondisi ini, ajari juga orang-orang terdekatmu, seperti keluarga atau rekan kerja, tentang cara menggunakan suntikan tersebut jika kamu terserang anafilaksis.

 

Referensi:
International Food Information Council Foundation. Diakses pada 2020. Food Allergy Myths and Realities.
Livescience. Diakses pada 2020. 7 Allergy Myths (and the Truth Behind Them).
Institute of Agriculture and Natural Resources, Food Allergy Research and Resource Program. Diakses pada 2020. Common Myths About Food Allergy.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan