• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Remehkan 3 Gejala Gagal Jantung Kongestif
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Remehkan 3 Gejala Gagal Jantung Kongestif

Jangan Remehkan 3 Gejala Gagal Jantung Kongestif

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 01 September 2020
Jangan Remehkan 3 Gejala Gagal Jantung Kongestif

Halodoc, Jakarta - Gagal jantung kongestif adalah jenis penyakit jantung yang memengaruhi kemampuan pompaan otot jantung. Gagal jantung kongestif terjadi ketika ada cairan yang menumpuk di sekitar jantung dan menyebabkan otot tidak memompa secara efisien. Setiap orang memiliki empat ruang jantung. Setengah bagian atas jantung memiliki dua atrium dan bagian bawah jantung memiliki dua ventrikel. 

Ventrikel bekerja memompa darah ke organ dan jaringan tubuh dan atrium menerima darah dari tubuh saat bersirkulasi kembali dari seluruh tubuh. Nah, gagal jantung kongestif berkembang ketika ventrikel tidak cukup memompa volume darah ke tubuh. Akhirnya, darah dan cairan lain dapat kembali ke dalam paru-paru, perut, hati, dan tubuh bagian bawah. 

Baca juga: Prosedur Rontgen Dada untuk Deteksi Gagal Jantung Kongestif

Jangan Remehkan Gejalanya

Gejala gagal jantung kongestif bisa berkisar ringan atau parah, serta bisa konstan atau datang dan pergi. Berikut sejumlah gejala yang harus diwaspadai:

  • Paru-paru tersumbat. Cairan cadangan di paru-paru dapat menyebabkan sesak napas saat berolahraga atau kesulitan bernapas, meski saat kamu beristirahat atau berbaring di tempat tidur. Penyumbatan paru-paru ini juga bisa menimbulkan batuk kering atau mengi.
  • Retensi cairan dan air. Kurangnya darah yang masuk ke ginjal bisa menyebabkan retensi cairan dan air. Akibatnya, kamu bisa mengalami pembengkakan di bagian pergelangan kaki bengkak, tungkai, perut, dan penambahan berat badan. Gejala retensi ini umumnya ditandai dengan keinginan BAK di malam hari secara terus-menerus dan perut kembung yang dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan atau mual.
  • Pusing, kelelahan, dan lemas. Kurangnya darah ke organ utama dan otot membuat kamu merasa lelah dan lemah. 

Jika kamu mendapati gejala-gejala ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca juga: Alami Gagal Jantung Kongestif, Perlukah Kateterisasi?

Apakah Kondisi Ini Bisa Dicegah?

Meningkatnya risiko gagal jantung kongestif bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti genetik. Namun, gaya hidup sering menjadi faktor utamanya. Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan risiko gagal jantung, seperti berikut:

1. Hindari atau Berhenti Merokok

Kalau kamu punya kebiasaan merokok, sebaiknya mulai tinggalkan sekarang juga. Selain merokok, paparan asap rokok juga berbahaya bagi kesehatan. Jika kamu tinggal dengan seorang perokok, minta mereka untuk merokok di luar ruangan.

2. Terapkan Pola Makan Sehat

Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Selain itu, pilih produk susu rendah lemak atau bebas lemak. Kamu juga membutuhkan protein dalam makanan yang bisa diperoleh dari telur atau daging-dagingan. Hal-hal yang harus dihindari termasuk garam (natrium), gula tambahan, lemak padat, dan biji-bijian olahan.

3. Rutin Berolahraga

Latihan aerobik selama satu jam per minggu dapat meningkatkan kesehatan jantung. Berjalan, bersepeda, dan berenang juga bisa jadi pilihan yang tepat. Kalau kamu sudah lama tidak berolahraga atau tidak pernah berolahraga, mulailah dengan latihan 15 menit sehari. Bila tetap belum termotivasi untuk olahraga, kamu bisa mencoba untuk mengikuti kelas atau mendaftar di gym.

4. Jaga Berat Badan

Kelebihan berat badan dapat membebani kerja jantung. Ikuti diet seimbang dan olahraga secara teratur.

Baca juga: Catat, Ini 3 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gagal Jantung Kongestif

5. Hindari Minum Alkohol dan Penggunaan Obat-Obatan Terlarang

Pastikan kamu minum alkohol hanya dalam jumlah sedang atau tidak sama sekali dan jauhi obat-obatan terlarang. Saat minum obat resep, ikuti instruksi dengan hati-hati dan jangan pernah menambah dosis tanpa pengawasan dokter.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Congestive Heart Failure (CHF).
WebMD. Diakses pada 2020. Congestive Heart Failure and Heart Disease.