Jangan Samakan Sakit Kepala Akibat Penyakit dan Stres

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Samakan Sakit Kepala Akibat Penyakit dan Stres

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala adalah penyakit umum yang pasti pernah dialami oleh siapa saja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit-penyakit serius. Bukan hanya disebabkan karena penyakit, sakit kepala juga bisa dipicu oleh tekanan hidup. Namun, gejala sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit biasanya berbeda dengan sakit kepala akibat kondisi stres.

Baca Juga: Kenali Bedanya Jenis-Jenis Sakit Kepala

Lantas, seperti apa perbedaan sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit dengan stres? Bagaimana cara membedakannya? Ini ulasan selengkapnya.

Sakit Kepala Akibat Penyakit

Banyak penyakit ringan yang sering ditandai dengan sakit kepala, contohnya pilek, flu atau infeksi sinus. Sakit kepala juga bisa menandai penyakit yang lebih serius, seperti pendarahan, infeksi, atau tumor. Biasanya, penyakit serius tidak hanya ditandai dengan sakit kepala tetapi juga gejala-gejala lain yang lebih spesifik.

Sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit ringan umumnya terasa dibagian dahi, pipi atau alis dan disertai dengan demam. Sedangkan sakit kepala yang mengindikasikan masalah medis yang lebih serius dapat ditandai dengan gejala berikut:

  • Sakit kepala mendadak yang terasa seperti adanya pukulan ke kepala;
  • Sakit kepala disertai kejang;
  • Sakit kepala persisten setelah pukulan ke kepala;
  • Sakit kepala yang disertai dengan kebingungan atau kehilangan kesadaran;
  • Sakit kepala yang bersamaan dengan rasa sakit di mata atau telinga;
  • Sakit kepala yang sampai mengganggu aktivitas rutin.

Baca Juga: Sakit Kepala Mendadak, Obati dengan 5 Cara Ini

Kalau kamu mengalami gejala sakit kepala di atas sebaiknya segera periksakan ke rumah sakit untuk diketahui penyebabnya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kini kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Selalu bawa anak-anak yang mengalami sakit kepala berulang ke dokter, terutama ketika rasa sakit terjadi di malam hari atau pagi hari setelah bangun tidur.

Sakit Kepala Karena Stres

Stres adalah pemicu umum dari sakit kepala tegang dan migrain. Sakit kepala tegang ditandai dengan sakit kepala yang berkisar ringan hingga sedang. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian depan, atas, atau sisi kepala. Sakit kepala tegang umumnya muncul di sore hari atau malam hari yang dapat membuat pengidapnya kesulitan tidur. Sedangkan migrain ditandai dengan sakit kepala berdenyut di satu sisi kepala. Seseorang yang mengidap migrain disertai mual, muntah dan sensitif terhadap cahaya atau suara.

Stres juga dapat memicu jenis sakit kepala lainnya atau memperburuk sakit kepala yang telah ada.  Tetapi stres tidak harus pergi ke kepala Anda. Mengambil langkah-langkah sederhana untuk mengelola stres adalah kunci utama mencegah sakit kepala. Teknik relaksasi tertentu dapat mengurangi gejala stres, termasuk sakit kepala. Meluangkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan, seperti mendengarkan musik, menari, bermain olahraga, membaca buku atau bermain dengan hewan peliharaan juga mampu meredakan stres serta mencegah sakit kepala

Baca Juga: Jaga Kesehatan Tubuh, Ini 3 Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala

Meski sakit kepala akibat stres cenderung cukup ringan, kamu tetap tidak boleh mengabaikannya. Ketika sakit kepala dibiarkan dan stres yang dialami tidak kunjung mereda, hal ini bisa mengembangkan penyakit tertentu. Jadi, pastikan untuk mengelola stres dengan baik dan segera mengatasi sakit kepala meski terasa ringan. 

Referensi :
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2019. What type of headache do you have?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Headaches: Reduce stress to prevent the pain.