• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sepelekan, Benjolan di Mata Akibat Kalazion

Jangan Sepelekan, Benjolan di Mata Akibat Kalazion

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah menemukan benjolan kecil namun tidak menyebabkan nyeri di area kelopak mata? Namun, kondisi ini bukan bintitan yang biasanya berwarna merah. Kondisi ini adalah kalazion, yang terjadi akibat penyumbatan pada kelenjar sebaceous (kelenjar minyak). 

Kalazion bisa muncul di kelopak mata atas atau bawah. Ukuran dari benjolan ini umumnya hanya sebesar 2-8 milimeter. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena bisa hilang tanpa penanganan khusus.

Baca juga: 5 Hal yang Menyebabkan Munculnya Kalazion 

Apa Saja Penyebab Kalazion

Di dalam permukaan bagian dalam kelopak mata terdapat kelenjar kecil yang disebut kelenjar meibom. Kelenjar ini berfungsi memproduksi cairan yang kemudian bercampur dengan air mata untuk melindungi dan melembapkan mata, sehingga bola mata tidak kering dan teriritasi. Apabila kelenjar ini tersumbat, maka cairan menumpuk dan membentuk benjolan yang berisi cairan. Inilah yang disebut kalazion.

Siapa saja bisa mengalami kondisi ini, dan beberapa hal yang menyebabkan risiko kalazion meningkat, antara lain: 

  • Mengalami rosacea atau dermatitis seboroik;

  • Alami blefaritis, yaitu peradangan pada tepi kelopak mata;

  • Diabetes;

  • Pernah mengidap kalazion sebelumnya.

Baca juga: Bekerja di Luar Ruangan Sebabkan Kalazion, Benarkah?

Lantas, Apa Saja Gejala Kalazion?

Kalazion lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Biasanya, gejala yang muncul adalah: 

  • Benjolan kecil yang muncul di kelopak mata;

  • Kelopak mata membengkak;

  • Rasa mengganjal atau tidak nyaman;

  • Kulit di sekitar kelopak mata memerah;

  • Mata berair;

  • Nyeri atau iritasi ringan;

  • Benjolan yang cukup besar bahkan bisa menekan bola mata dan menyebabkan penglihatan kabur.

Menghilangkan Kalazion

Kalazion sering hilang dalam beberapa hari atau minggu tanpa perawatan khusus. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk membantu proses penyembuhan kalazion, antara lain:

  • Kompres air hangat. Kamu bisa gunakan kain flanel atau handuk kecil yang telah direndam air hangat, kemudian kompres dengan lembut ke area kelopak mata selama 5-10 menit. Lakukan kompres secara rutin. Sensasi hangat dan sedikit tekanan ke benjolan akan mengurangi rasa mengganjal pada kelopak mata dan melembapkan permukaan benjolan.

  • Pijatan. Lakukan pijatan lembut pada area benjolan setelah dikompres air hangat. Cara ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan dari dalam benjolan. Namun, pastikan tangan sudah bersih sebelum melakukannya, atau kamu bisa gunakan cotton bud.

  • Bersihkan kelopak mata sedikitnya dua kali sehari untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati yang menyebabkan pembentukan cairan di dalam benjolan.

Apabila benjolan tidak kunjung hilang dengan penanganan di atas, dokter mungkin menganjurkan operasi kecil. Prosedur operasi kalazion dilakukan di bawah anestesi lokal.

Dokter mata membuat sayatan kecil di area permukaan benjolan untuk mengeluarkan cairan di dalamnya. Dokter juga dapat memberikan resep obat tetes atau salep mata berisi antibiotik untuk mempercepat masa penyembuhan pasca operasi.

Baca juga: Sama-Sama Menyerang Mata, Ini Perbedaan Bintitan dan Kalazion

Adakah Komplikasi Kalazion?

Kalazion jarang sebabkan komplikasi. Namun, jika cairan dalam benjolan mengalami infeksi dan menyebar ke seluruh kelopak mata dan jaringan di sekitar mata, maka ini bisa sebabkan selulitis orbita.

Selulitis orbita akan menyebabkan kelopak mata memerah dan bengkak, sehingga pengidapnya tidak bisa membuka mata, merasakan nyeri, hingga demam. Jangan tunda lagi pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala tadi. Supaya tidak repot, buat janji dokter melalui aplikasi Halodoc.

Pencegahan kalazion sendiri bisa dilakukan dengan beberapa hal sederhana, seperti cucilah tangan sebelum menyentuh mata. Selain itu, pastikan segala sesuatu yang kontak langsung terhadap mata bersih dan steril, seperti lensa kontak dan kacamata.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. What is a Chalazion?
Healthline. Diakses pada 2020. Chalazion.