• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Sebabkan Dinding Rahim Robek?

Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Sebabkan Dinding Rahim Robek?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Banyak persiapan yang perlu dilakukan saat mendekati waktu persalinan, mulai dari kebutuhan persalinan ibu, kebutuhan Si Kecil, hingga menentukan proses persalinan yang akan dijalani. Proses persalinan yang berjalan dengan baik tentu menjadi keinginan semua ibu agar kesehatan ibu maupun bayi tetap terjaga. Menjalani persalinan dengan kondisi yang kurang baik ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti ruptur uteri.

Baca juga: 5 Komplikasi Saat Melahirkan yang Mungkin Terjadi

Rupture uterine menjadi salah satu kondisi yang terjadi akibat komplikasi persalinan sehingga menyebabkan dinding rahim robek. Tidak hanya membahayakan kesehatan ibu, kondisi ini juga dapat berisiko pada kesehatan bayi. Lalu, benarkah kondisi ini terjadi akibat jarak kehamilan yang terlalu dekat? Nah, meskipun komplikasi ini jarang terjadi, tetapi tidak ada salahnya ketahui beberapa faktor pemicu dinding rahim robek atau ruptur uteri, di sini!

Inilah Pemicu Dinding Rahim Robek pada Ibu Hamil

Ruptur uteri merupakan salah satu kondisi di mana dinding rahim mengalami robekan yang dapat menyebabkan permasalahan kesehatan pada ibu maupun bayi dalam kandungan. Namun, benarkah jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat memicu kondisi ini? Dinding rahim dapat mengalami robekan ketika ibu menjalani persalinan normal setelah sebelumnya melakukan persalinan melalui operasi caesar. Tidak hanya itu, ibu yang sebelumnya pernah melakukan operasi rahim lainnya, seperti pengangkatan fibroid atau masalah pada rahim juga berisiko alami ruptur uteri.

Hal ini bisa terjadi saat menjalani persalinan normal, pergerakan bayi untuk mencari jalan keluar menyebabkan tekanan yang sangat kuat, sehingga dapat mengakibatkan ruptur uteri. Robekan rentan terjadi disepanjang lokasi bekas operasi rahim sebelumnya. Selain itu, ada beberapa faktor pemicu lainnya, seperti:

  1. Melahirkan lebih dari 5 kali.
  2. Rahim yang terlalu besar akibat jumlah air ketuban.
  3. Plasenta yang menempel terlalu dalam pada dinding rahim.
  4. Kontraksi yang terlalu sering dan kuat.
  5. Trauma rahim.
  6. Persalinan yang berlangsung cukup lama.

Namun, kondisi ini tidak menyebabkan ibu yang sebelumnya melahirkan melalui proses operasi caesar tidak dapat melahirkan dengan persalinan normal atau pervaginam. Hal ini bisa saja terjadi, tetapi dengan pemantauan dan pemeriksaan kondisi kesehatan ibu oleh dokter kandungan. Dokter dapat mempertimbangkan dan menentukan metode persalinan yang terbaik bagi ibu dan juga bayi.

Baca juga: Ini 5 Gangguan Rahim Penyebab Sulit Hamil

Gejala Dinding Rahim Robek

Jika ibu pernah melalui persalinan caesar, tidak ada salahnya untuk rutin lakukan pemeriksaan pada dokter kandungan di rumah sakit terdekat guna memastikan proses persalinan yang bisa ibu lalui. Meskipun komplikasi persalinan ini jarang terjadi, tetapi sebaiknya pastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi akan persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Berikut ini beberapa gejala yang dialami ketika dinding rahim robek:

  1. Perdarahan yang berlebihan dari vagina.
  2. Munculnya nyeri yang sangat hebat di luar waktu kontraksi.
  3. Kontraksi terasa lebih lambat dan tidak intens.
  4. Kepala bayi yang sulit keluar dari jalan persalinan.
  5. Muncul rasa sakit secara tiba-tiba pada bekas luka operasi rahim.
  6. Ibu mengalami syok sehingga rentan terhadap kondisi yang membahayakan kesehatan.

Itulah beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait dinding rahim robek. Saat kondisi ini terjadi ketika persalinan normal sedang berlangsung, tentunya dokter akan mengambil tindakan melalui operasi caesar untuk mencegah risiko kesehatan pada ibu maupun bayi.

Setelah bayi berhasil dikeluarkan dari rahim, tentunya bayi akan mendapatkan perawatan dengan tambahan oksigen. Kondisi dinding rahim yang robek cukup parah dapat menimbulkan perdarahan yang cukup parah, sehingga perlu dilakukan pengangkatan rahim untuk mengatasinya. 

Baca juga: Uniknya Mitos dan Fakta Persalinan Kedua

Untuk itu, sangat penting selalu bertanya langsung pada dokter kandungan mengenai proses persalinan yang sebelumnya dilalui dan keinginan untuk persalinan selanjutnya. Hal ini dilakukan agar pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kesehatan ibu dapat dilakukan sebelum proses persalinan. Dengan begitu, ibu dapat menjalani persalinan dengan nyaman.

Referensi:
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Pregnancy Complications: Uterine Rupture.
VBAC. Diakses pada 2020. What Is a Uterine Rupture and How Often Does It Occur?