• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Jarang Berolahraga Dapat Sebabkan Iskemia

Hati-Hati, Jarang Berolahraga Dapat Sebabkan Iskemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Iskemia merupakan kondisi yang terjadi saat menurunnya suplai darah ke jaringan atau organ tubuh karena adanya masalah pada pembuluh darah. Tanpa pasokan darah yang cukup, jaringan dan organ dalam tubuh tidak akan mendapat cukup oksigen. Akibatnya, seseorang bisa saja mengalami serangan jantung atau stroke. Lantas, apakah jarang berolahraga menjadi salah satu penyebab iskemia?

Baca juga: Ini Pentingnya Suplai Oksigen dalam Tubuh

Jarang Berolahraga Jadi Salah Satu Penyebab iskemia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab iskemia secara umum adalah karena adanya penyumbatan pembuluh darah arteri oleh penumpukan lemak atau plak yang terjadi seiring berjalannya waktu, sehingga gejala tidak akan tampak di awal kemunculannya. Lama-kelamaan, penyumbatan arteri akan merusak dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. 

Bukan hanya plak karena menumpuknya lemak pada dinding darah, penyumbatan arteri juga dapat terjadi karena sumbatan oleh bekuan darah. Kurangnya olahraga atau aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko menumpuknya plak di dinding pembuluh darah. Bukan itu saja, berikut sejumlah faktor pemicu iskemia:

  • Perokok aktif.

  • Sering mengonsumsi alkohol.

  • Mengidap kencing manis.

  • Mengidap tekanan darah tinggi.

  • Mengidap kolesterol tinggi.

  • Memiliki kadar trigliserida tinggi.

  • Obesitas.

  • Mengidap anemia sel sabit.

  • Mengidap penyakit jantung bawaan.

  • Mengidap penyakit katup jantung.

Saat kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, diskusikan segera dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk langkah perawatan yang tepat. Dengan langkah perawatan yang tepat, kamu akan terhindar dari komplikasi iskemia yang bisa saja terjadi dan membahayakan kesehatan tubuh, bahkan nyawamu.

Baca juga: Penyumbatan Pembuluh Darah Terjadi Akibat Iskemia?

Tanda dan Gejala Iskemia yang Perlu Diwaspadai

Iskemia bisa terjadi di sejumlah area pada tubuh, seperti jantung, otak, tungkai dan usus. Pada jantung dan otak, iskemia biasanya muncul tanpa menimbulkan gejala. Tanda dan gejala yang muncul akan tergantung pada bagian tubuh mana yang terkena. Berikut sejumlah gejala yang muncul:

  • Gejala iskemia pada jantung akan ditandai dengan sesak napas, nyeri dada (angina), detak jantung cepat, nyeri bahu atau punggung, nyeri leher, nyeri rahang, nyeri lengan, berkeringat, mual atau muntah, kelelahan, serta pusing.

  • Gejala iskemia pada otak akan ditandai dengan pusing, sakit kepala mendadak, pingsan, muntah, masalah pada koordinasi gerak tubuh, mati rasa, lemah pada lengan atau tungkai, masalah dalam berbicara, serta masalah penglihatan.

  • Gejala iskemia pada tungkai akan ditandai dengan luka yang tidak kunjung sembuh, nyeri pada tungkai, mati rasa pada kaki, kuku kaki menebal, lemahnya kaki, serta kulit kering dan menghitam pada kaki dan tungkai.

  • Gejala iskemia pada usus akan ditandai dengan nyeri perut hebat sekitar 15-60 menit setelah makan, mual atau muntah, diare, perut kembung, penurunan berat badan, serta BAB berdarah.

Saat iskemia terjadi pada jantung, otak, perut, atau tungkai, kondisi ini dapat mengancam nyawa pengidapnya. Sedangkan iskemia di area tubuh yang lain akan berdampak serius bagi kesehatan. Segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika mengalami sejumlah gejala serius, seperti sakit dada, kesulitan bernapas, nyeri perut parah, serta gejala stroke.

Baca juga: Alami Iskemia Waspada Serangan Jantung dan Stroke

Apa Saja Komplikasi Iskemia yang Bisa Saja Terjadi?

Jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, iskemia dapat menimbulkan komplikasi yang dapat mengancam nyawa pengidapnya. Berikut sejumlah komplikasi iskemia yang bisa saja terjadi:

  • Gagal jantung.

  • Penurunan fungsi kognitif.

  • Gangguan penglihatan, bahkan kebutaan.

  • Amputasi.

  • Kelemahan atau kelumpuhan.

  • Cacat permanen.

Meski membahayakan, iskemia merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, rutin berolahraga, berhenti merokok, kontrol kadar diabetes secara teratur, serta rutin melakukan check-up.

Referensi:

American Heart Association. Diakses pada 2020. Silent Ischemia and Ischemic Heart Disease.
Patient. Diakses pada 2020. Limb Embolism and Ischaemia.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Ischemia?