• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Diketahui, Ini Pengertian Transfusi Trombosit

Jarang Diketahui, Ini Pengertian Transfusi Trombosit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jarang Diketahui, Ini Pengertian Transfusi Trombosit

“Transfusi trombosit berbeda dengan proses transfusi darah. Tranfusi darah adalah proses transfusi keseluruhan sel darah, sedangkan transfusi trombosit hanya trombosit yang ditransfusi. Proses transfusi trombosit membutuhkan waktu selama 15-30 menit melalui pembuluh vena. Trombosit juga bisa didapat dari dua proses berbeda, melalui pemisahan dengan sel darah lengkap dan apheresis.”

Halodoc, Jakarta – Selain air, darah berperan sangat penting bagi tubuh. Tanpa adanya darah, tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Darah terdiri dari beberapa komponen yang berbeda, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Beberapa gangguan kesehatan menyebabkan jumlah trombosit menurun sehingga membahayakan kesehatan. Kekurangan trombosit dalam tubuh menyebabkan seseorang perlu melakukan transfusi trombosit. Apa sebenarnya transfusi trombosit? Simak ulasannya mengenai transfusi trombosit berikut ini.

Baca juga: Jumlah Trombosit Menurun, Kapan Perlu ke Rumah Sakit?

Kenali Fungsi Trombosit

Trombosit atau platelet adalah salah satu komponen darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Normalnya, trombosit dalam darah sebanyak 150.000-400.000 trombosit per mikroliter. 

Jika jumlah trombosit kurang dari 150.000 trombosit per mikroliter, maka kamu dianggap mengalami kekurangan trombosit. Sedangkan, jika jumlah trombosit melebihi 400.000 trombosit per mikroliter, kamu kamu mengalami trombosit tinggi.

Tentunya, kelebihan atau kekurangan trombosit dalam darah menyebabkan seseorang mengalami gangguan proses pembekuan darah. Saat terjadi luka, trombosit akan menggumpal untuk menghentikan perdarahan. Jika kamu mengalami kekurangan trombosit, maka kamu akan kesulitan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.

Selain ditemukan dalam darah, trombosit dapat ditemukan dalam limpa. Trombosit tidak berwarna dan memiliki ketahanan hidup selama 10 hari. Kemudian, tubuh akan memperbarui persediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru melalui sumsum tulang.

Baca juga: Transfusi Darah Dapat Mengobati Anemia, Kok Bisa?

Ketahui Lebih Banyak Mengenai Transfusi Trombosit

Transfusi trombosit adalah salah satu cara yang dilakukan sebagai terapi paling efektif untuk mencegah dan mengatasi perdarahan yang terjadi, khususnya pada pengidap hematologi.

Selain itu, transfusi trombosit juga bisa digunakan oleh pengidap kelainan trombosit untuk mengembalikan jumlah trombosit dalam batas normal. Gangguan kelainan trombosit bisa terjadi akibat beberapa penyakit, seperti anemia, infeksi virus, leukemia, penyakit autoimun, kehamilan, hingga proses pengobatan melalui kemoterapi atau radioterapi.

Lalu, apa perbedaan transfusi darah dan transfusi trombosit? Transfusi darah adalah proses transfusi untuk keseluruhan sel darah, baik sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Sedangkan, transfusi trombosit hanya difokuskan pada memberikan trombosit pada seseorang yang membutuhkan.

Selain itu, tidak seperti sel darah merah, trombosit tidak memiliki golongan darah. Hal ini membuat seseorang dapat menerima trombosit dari orang lain yang memenuhi persyaratan untuk memberikan transfusi trombosit. 

Untuk melakukan transfusi trombosit, dibutuhkan sebanyak 6-10 pendonor trombosit dalam trombosit donor acak. Kemudian, akan digabungkan dan diberikan pada seseorang yang membutuhkan transfusi trombosit.

Proses transfusi trombosit biasanya akan berjalan selama 15 – 30 menit. Trombosit akan dimasukkan melalui pembuluh vena dalam bentuk cairan. Trombosit yang ditransfusi dapat diperoleh dengan dua metode yang berbeda, yaitu:

  1. Trombosit dari Darah Lengkap

Trombosit didapatkan dari proses pemisahan plasma darah. Setelah diperoleh trombosit yang diperlukan, trombosit masih melewati beberapa proses untuk dilakukan proses transfusi. 

Trombosit harus dipastikan tidak mengandung sel darah putih, menguji kandungan bakteri di dalamnya, hingga memberikan radiasi adalah serangkaian pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh trombosit.

  1. Apheresis

Selain mencari dari darah lengkap, trombosit bisa diperoleh melalui proses apheresis. Dalam prosedur ini, donor akan dihubungkan pada mesin saat mengeluarkan darah dan hanya menyimpan trombosit saja. Sisa sel darah dan plasma akan dikembalikan ke dalam tubuh pendonor.

Proses apheresis dapat mengumpulkan trombosit lebih banyak sehingga tidak memerlukan penggabungan trombosit dari pendonor lain. Trombosit yang dikumpulkan dengan proses ini dikenal sebagai trombosit donor tunggal.

Baca juga: Harus Rutin, Ini 4 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan

Itulah informasi seputar transfusi trombosit yang perlu diketahui. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc dan tanyakan langsung pada dokter mengenai persiapan yang perlu dilakukan dalam transfusi trombosit. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

American Cancer Society. Diakses pada 2021. Blood Transfusion for People with Cancer.

F1000 Reports Medicine. Diakses pada 2021. Platelet Transfusions: Trigger, Dose, Benefits, and Risks.