Jarang Diketahui, Ini Risiko dari Sedot Lemak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
jarang-diketahui-ini-risiko-dari-sedot-lemak-halodoc

Halodoc, Jakarta -Tubuh yang ideal kadang menjadi hal yang sangat penting bagi sebagian orang. Mereka yang tidak ingin terlihat gemuk, rela melakukan berbagai cara untuk menjaga berat badannya. Salah satu perawatan tubuh yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sedot lemak. Sedot lemak alias liposuction adalah cara instan untuk menghilangkan sebagian timbunan lemak dalam tubuh. Meski prosedur sedot lemak dinilai aman, tentu saja terdapat risiko efek samping yang dapat muncul dari prosesnya. Penasaran dengan risiko apa saja yang dapat terjadi? Yuk ketahui fakta medisnya di sini!

Baca juga: Kiat Menjaga Berat Badan Ideal yang Tahan Lama

  1.  Masalah pada Organ Tubuh

Munculnya berbagai masalah pada organ tubuh dapat terjadi akibat pergeseran dalam tingkat cairan ketika adanya cairan yang disuntik ke dalam, atau dihisap ke luar. Masalah atau gangguan tersebut dapat terjadi pada berbagai organ, seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan jiwa pasien. 

  1. Mati Rasa 

Pada sebagian area dimana prosedur sedot lemak dilakukan, kondisi mati rasa dapat terjadi. Meskipun mati rasa ini bersifat sementara, tetapi kondisi ini dapat berlanjut menjadi permanen jika terjadi kerusakan pada saraf. Selain itu, sedot lemak juga dapat menyebabkan iritasi pada saraf secara sementara.  

  1. Kulit Menjadi Kendur

Salah satu risiko prosedur sedot lemak adalah membuat kulit menjadi kendur. Bahkan, kulit dapat terlihat layu atau bergelombang akibat pembuangan lemak yang tidak merata. Perubahan elastisitas kulit ini dapat bersifat permanen jika tidak ditangani. Selain dari berkurangnya elastisitas kulit, sedot lemak juga dapat menyebabkan kerusakan di bawah kulit. Kerusakan tersebut dapat meninggalkan bekas permanen yang terlihat. 

Baca juga: Perdarahan Usai Sedot Lemak, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

  1. Emboli Lemak

Jika emboli lemak terjadi, hal ini harus segera ditangani karena kondisi medis yang bersifat darurat. Emboli lemak berbahaya karena potongan lemak yang kendur dapat terpecah dan terperangkap pada pembuluh darah. Akibatnya, penumpukan bisa terjadi dan lemak menumpuk di berbagai organ seperti paru-paru, bahkan otak. 

  1. Keracunan Obat Anestesi

Penggunaan obat bius tetap digunakan saat pasien menjalani prosedur atau operasi sedot lemak. Obat bius ini berfungsi sebagai anestesi atau penghilang rasa sakit ketika prosedur sedang berlangsung. Umumnya, obat bius yang digunakan adalah Lidocaine. Sayangnya, lidocaine dapat menyebabkan keracunan bagi sebagian orang dan menyebabkan masalah jantung serta sistem saraf pusat.  

Baca juga: 6 Cara Membakar Kalori untuk Turunkan Berat Badan

Apa Saja Persyaratan Sedot Lemak?

Untuk mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi, tentunya kamu harus mengetahui persyaratan untuk melakukan sedot lemak. Berikut ini adalah persyaratan yang seharusnya dipenuhi untuk menjalani operasi sedot lemak, antara lain: 

  • Tidak memiliki kulit yang berlebihan.

  • Memiliki elastisitas kulit yang baik.

  • Memiliki bentuk otot yang baik.

  • Memiliki timbunan lemak yang tidak akan hilang dengan diet atau olahraga.

  • Sehat secara fisik dan keseluruhan.

  • Tidak kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Tidak merokok.

Selain itu, ada beberapa orang yang seharusnya menghindari atau sama sekali tidak menjalani prosedur sedot lemak, yaitu: 

  • Perokok.

  • Memiliki kondisi atau masalah kesehatan yang kronis.

  • Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

  •  Memiliki riwayat diabetes.

  •  Memiliki kulit yang kendur.

Sedot lemak meningkatkan risiko kemunculan berbagai efek samping dan kondisi medis tertentu. Maka, sebelum kamu menjalani operasi sedot lemak, sebaiknya kamu memahami apa saja risiko dan bahaya yang dapat terjadi pada dirimu. Dan perlu diingat bahwa sedot lemak tidak menghilangkan lemak dalam tubuh secara total dan tidak menyembuhkan obesitas. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar operasi sedot lemak, kamu dapat bertanya kepada dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang diperlukan. 

Referensi:
Mayoclinic.org. Diakses pada 2019. Liposuction