• Home
  • /
  • Jarang Diketahui, Inilah Tanda Terjadinya Kehamilan

Jarang Diketahui, Inilah Tanda Terjadinya Kehamilan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jarang Diketahui, Inilah Tanda Terjadinya Kehamilan

Halodoc, Jakarta - Meskipun masih remaja, bukan berarti kamu enggak perlu belajar ilmu kesehatan reproduksi. Salah satu hal yang kamu perlu ketahui tentang kesehatan reproduksi adalah tanda kehamilan. Baik laki-laki maupun perempuan, penting untuk membekali diri dengan beragam informasi valid seputar ini, karena akan berguna di kemudian hari saat kamu akan menjadi orangtua.

Nah, inilah tanda-tanda kehamilan yang perlu kamu ketahui, biar nanti pada saatnya tidak bingung dan sibuk menebak-nebak lagi, ya!

Baca juga: Ini 5 Tanda Hamil yang Sering Tidak Disadari

  • Telat Datang Bulan atau Menstruasi

Tanda pertama kehamilan yang paling mudah untuk diketahui adalah telat menstruasi. Sebaiknya, para perempuan rajin mencatat tanggal menstruasi di kalender setiap bulannya. Dengan begitu, kamu bakal lebih paham dengan siklus menstruasi sendiri. Jadi, jika menstruasi telat dari tanggal biasanya, langsung bisa cek sendiri dengan test pack atau periksa ke dokter.

  • Mual

Salah satu tanda kehamilan penting lainnya adalah rasa mual yang cukup parah bahkan kadang bisa sampai muntah. Kalau kamu sampai mengalami mual dan muntah yang berlebihan, hingga tidak ada makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi, apalagi sampai terjadi penurunan berat badan atau kekurangan cairan, sebaiknya segera hubungi dokter.

  • Perubahan pada Payudara

Saat terjadi kehamilan, volume payudara akan membesar. Pasalnya, saat hamil produksi hormon estrogen dan progesteron meningkat. Selain itu, kondisi payudara juga jadi terasa lebih lembut dan jauh lebih sensitif, sehingga terasa nyeri saat dipegang.

Baca juga: Agar Tak Panik, Ketahui 5 Mitos Kehamilan Ini

  • Pusing dan Mudah Lelah

Pada saat masa awal kehamilan, wanita mudah merasa pusing dan mual. Akibatnya, aktivitas sehari-hari pun bisa terganggu. Biasanya selain pusing, tubuh juga jadi mudah capek. Hal itu karena hormon pada tubuh sedang bergejolak serta karena adanya perubahan metabolisme. Biasanya tubuh bekerja hanya untuk satu orang saja, saat hamil kinerjanya harus ekstra untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil dalam kandungan.

  • Sensitif terhadap Bau

Saat kehamilan terjadi, indra penciuman akan menjadi lebih sensitif. Biasanya mungkin suka dengan wangi parfum, saat sedang hamil bisa saja menjadi tidak menyukainya. Jangankan parfum, kadang aroma tubuh pasangan yang biasanya disukai bisa jadi tidak suka. Apalagi bau-bauan yang sejak lama tidak disukai, rasanya akan semakin menyiksa. Kalau mengalami hal yang satu ini, bisa jadi kamu atau pasanganmu sedang hamil.

  • Perut Kembung

Akibat bertambahnya hormon progesteron dan estrogen banyak wanita yang merasa kembung pada masa awal kehamilan. Perut sakit dan terasa kencang, kembung, sering bersendawa, maupun kentut juga sering menyertai kehamilan. Perut sakit dan kram juga bisa menjadi tanda-tanda terjadinya kehamilan.

  • Sering Buang Air Kecil

Salah satu tanda kehamilan yang kerap tidak disadari adalah semakin seringnya buang air kecil, terutama saat malam hari. Hal tersebut karena pembesaran rahim yang sudah mulai terisi janin, sehingga menekan kandung kemih. Meski sudah sering buang air kecil dalam sehari, jangan ditahan ya kalau kebelet lagi. Tetap jaga sirkulasi dan kadar air dalam tubuh dengan cara minum air putih yang banyak. Jika terasa sakit saat buang air kecil, infeksi saluran kemih bisa saja terjadi. Sebaiknya segera hubungi dokter jika mengalaminya.

Baca juga: 5 Gerakan Yoga yang Aman untuk Ibu Hamil

Nah, dari sekian tanda-tanda tersebut, setiap wanita bisa mengalaminya secara berbeda. Beberapa wanita mungkin sudah merasakan tanda-tanda awal kehamilan ini di minggu pertama atau kedua, sementara yang lain mungkin baru merasakannya di minggu keempat atau kelima, bahkan lebih lambat lagi.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tanda-tanda kehamilan, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc. Tanpa perlu repot, kamu bisa berkomunikasi dengan dokter kapan dan di mana saja lewat Chat atau Voice/Video Call.

Artikel telah terbit di DokterGenZ pada April 2019