• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Disadari, 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Stroke

Jarang Disadari, 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Stroke

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Jarang Disadari, 3 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Stroke

“Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah yang bertugas membawa darah dan oksigen ke otak. Penyakit ini masuk dalam kondisi gawat darurat medis, sehingga membutuhkan penanganan segera. Ternyata, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

Halodoc, Jakarta – Stroke adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan begitu saja, bahkan masuk dalam kondisi gawat darurat medis. Artinya, pengidap penyakit ini harus segera mendapatkan penanganan medis untuk menghindari komplikasi. Kabar buruknya, terlambat sedetik saja dalam menangani kondisi ini bisa meningkatkan risiko kematian sel otak. 

Matinya sel otak bisa berdampak fatal, salah satunya menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh otak tidak lagi bisa berfungsi dengan baik. Begitu berbahayanya stroke, maka penting untuk mencegah penyakit ini. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa menjadi pemicu meningkatnya risiko stroke. Apa saja? 

Baca juga: 4 Cara Membiasakan Gaya Hidup Sehat pada Anak

Faktor Risiko Stroke yang Harus Diwaspadai 

Penanganan medis perlu segera dilakukan pada pengidap stroke. Dengan begitu, risiko kerusakan pada otak dan kemungkinan munculnya komplikasi bisa dihindari. Sebelumnya perlu diketahui, stroke adalah penyakit yang terjadi karena ada gangguan pada aliran atau pasokan darah ke otak. Jika dilihat dari penyebabnya, penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 

  • Stroke iskemik yang disebabkan oleh penyempitan pada pembuluh arteri yang bertugas membawa darah dan oksigen ke otak. Pembuluh ini mengalami penyempitan total, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak berkurang secara drastis. 
  • Stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi karena pembuluh darah di otak pecah. Kondisi ini kemudian menyebabkan perdarahan. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah, termasuk penyakit hipertensi. 

Stroke sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja. Namun, ternyata ada beberapa faktor dan kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa meningkatkan risikonya. Berikut ini beberapa kebiasaan yang disebut bisa meningkatkan risiko stroke: 

  1. Merokok

Bukan lagi rahasia bahwa aktif merokok bisa meningkatkan risiko penyakit. Ternyata, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko stroke. 

  1. Konsumsi Alkohol 

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan bisa memicu gangguan kesehatan. Kebiasaan yang satu ini ternyata juga bisa memicu penyakit berbahaya, seperti stroke.

Baca juga: Ajarkan Anak Olahraga Sejak Dini, Kenapa Tidak?

  1. Malas Berolahraga 

Tidak hanya bisa menyebabkan peningkatan berat badan, kebiasaan malas bergerak atau kurang berolahraga juga bisa memicu penyakit. 

Faktor Lain yang Harus Diwaspadai 

Selain faktor kebiasaan dan gaya hidup, ada hal-hal lain yang juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Riwayat penyakit tertentu menjadi salah satu faktor utama. Risiko stroke disebut lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, serta penyakit jantung. Kelainan darah juga bisa meningkatkan risiko tersumbatnya pembuluh darah. 

Faktor keturunan alias genetik juga bisa meningkatkan risiko penyakit stroke. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke disebut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit yang sama. Faktor usia juga berpengaruh. Penyakit ini lebih rentan menyerang orang yang sudah berusia lanjut jika dibandingkan dengan orang yang lebih muda. 

Baca juga: Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat dalam Kehidupan Sehari-hari

Penyakit ini juga disebut lebih sering terjadi pada wanita. Risiko terjadinya komplikasi dan kondisi yang fatal juga lebih tinggi jika penyakit ini dialami oleh wanita. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat guna menurunkan risikonya. 

Selain itu, selalu bicarakan kondisi kesehatan tubuh pada ahlinya melalui aplikasi Halodoc. Sampaikan gejala penyakit yang dialami, atau pertanyaan seputar penyakit tertentu pada dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi: 
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Stroke.
NHS UK. Diakses pada 2021. Stroke.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Types of Stroke.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know about Stroke.