• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Gerak saat Bekerja Bisa Ganggu Kesehatan

Jarang Gerak saat Bekerja Bisa Ganggu Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pekerja kantoran umumnya lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk alias kurang bergerak. Kebanyakan pekerjaan memang harus diselesaikan dengan perangkat, seperti laptop dan telepon, sambil duduk di ruangan atau meja kerja. Namun tahukah kamu, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan menyerang. 

Jarang bergerak nyatanya bisa memicu dampak negatif. Kurang melakukan aktivitas fisik disebut bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis menyerang. Orang yang jarang bergerak dalam satu hari disebut memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit diabetes, menurunkan kinerja otak, meningkatkan risiko kolesterol tinggi, hingga risiko penyakit kardiovaskular serta mempercepat penuaan. 

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

Menghindari Efek dari Kurang Gerak saat Bekerja 

Gaya hidup yang membuat seseorang jarang melakukan gerak fisik disebut dengan sedentari. Kebanyakan orang yang menjalani gaya hidup ini adalah pekerja kantoran yang hampir sepanjang hari duduk di depan laptop atau meja kerja. Perjalanan menuju kantor pun umumnya ditempuh dengan duduk. Kamu termasuk orang yang menjalani gaya hidup ini? Waspadai dampaknya! 

Kurang gerak saat bekerja bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit menyerang. Hal ini terjadi karena kurang bergerak bisa menyebabkan konsentrasi menurun, gangguan fungsi kognitif, resistensi insulin, gangguan tulang, hingga memicu osteoporosis. Meski begitu, bukan berarti pekerja kantoran yang jarang gerak tidak bisa mencegah hal ini. 

Baca juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?

Jarang bergerak atau melakukan aktivitas fisik bisa menyebabkan penurunan sistem metabolisme. Hal ini berlawanan dengan sistem yang sudah dirancang untuk tubuh manusia. Alhasil, sejumlah sistem yang ada di tubuh pun menjadi kacau dan berdampak pada tidak seimbangnya gula darah, tekanan darah, serta kadar kolesterol di dalam darah. 

Orang yang terlalu banyak duduk juga bisa mengalami gangguan pada postur tubuh, serta memicu gangguan pada punggung, leher, lengan, dan pergelangan tangan. Munculnya gangguan pada bagian tubuh tersebut bisa memicu rasa nyeri yang sangat mengganggu. Sayangnya, hal ini sering disalahartikan dan dianggap bisa hilang dengan konsumsi obat. 

Mencegah, bahkan mengatasi gangguan kesehatan akibat jarang gerak adalah dengan mengubah gaya hidup yang dijalani. Jika pekerjaan mengharuskan kamu banyak duduk, cobalah untuk sesekali “mencuri” waktu untuk melakukan peregangan atau aktivitas fisik. Saat ingin ke toilet, kamu bisa coba untuk melewati jalan berputar atau saat makan siang, biasakan untuk membeli sendiri makanan ke luar daripada memesan secara online atau meminta tolong pada teman. 

Dengan begitu, tubuh akan lebih banyak bergerak, sehingga risiko gangguan penyakit pun bisa dihindari. Kamu juga bisa mencoba untuk melakukan pekerjaan di standing desk atau meja yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan untuk bekerja sambil berdiri. Jika sudah kelamaan duduk, cobalah untuk berjalan mengelilingi kantor, sekadar untuk mencari ide atau menghirup udara segar. 

Hal ini juga berguna untuk menghindari gangguan penglihatan akibat terlalu lama menatap layar komputer. Mengambil beberapa menit untuk berjalan dan memandang jauh ke langit biru bisa membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan. Selain itu, selalu sempatkan untuk berolahraga setidaknya 1 jam per hari, sebelum berangkat kerja atau pada malam hari setelah pulang kantor. 

Baca juga: Hati-hati, Ini yang Bisa Terjadi jika Terlalu Banyak Duduk

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Effect of Work-Related Sedentary Time on Overall Health Profile in Active vs. Inactive Office Workers.
Scientific American. Diakses pada 2020. Interactive Body Map: Physical Inactivity and the Risks to Your Health.
LifeSpan. Diakses pada 2020. Health Risks of a Sedentary Lifestyle.