• Home
  • /
  • Jarang Gunakan Sunscreen, Waspada Karsinoma Sel Skuamosa

Jarang Gunakan Sunscreen, Waspada Karsinoma Sel Skuamosa

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Jarang Gunakan Sunscreen, Waspada Karsinoma Sel Skuamosa

Halodoc, Jakarta - Hampir seluruh dokter kulit setuju bahwa pencegahan penyakit kulit bisa dilakukan dengan penggunaan sunscreen. Banyak bahaya yang terjadi ketika kamu tidak rutin menggunakan sunscreen, salah satunya adalah penyakit karsinoma sel skuamosa. 

Karsinoma sel skuamosa adalah kanker kulit yang menyerang sel skuamosa, yakni sel yang membentuk lapisan tengah dan luar kulit. Penyakit ini menyerang bagian tubuh yang terpapar matahari, misalnya wajah, leher, tangan dan kaki. Penyakit ini dapat berkembang lambat, tetapi jika tidak diatasi bisa menyebar hingga ke jaringan di sekitarnya, seperti tulang dan kelenjar getah bening. Komplikasi serius juga bisa terjadi akibat penyakit ini.

Baca juga: Kebiasaan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kulit

Waspada Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Umumnya, karsinoma sel skuamosa akan memunculkan gejala seperti benjolan atau bercak kemerahan pada kulit dan kulit bersisik. Gejala tersebut muncul di area tubuh yang terpapar sinar matahari seperti kulit kepala, telinga, atau bibir. Seiring waktu, kulit menimbulkan gejala seperti benjolan kecil yang terus tumbuh, dan bisa mengeras atau berdarah. Benjolan ini juga dapat muncul di lesi kulit yang sudah ada, misalnya pada tahi lalat atau di tanda lahir.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika gejala tersebut kamu alami. Sebelumnya, kamu bisa membuat janji dengan dokter dulu menggunakan aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. Meskipun gejalanya berkembang lambat, namun kamu harus waspada agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Awas, Sinar UV Bisa Menembus Kaca Mobilmu

Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa

Terdapat pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani kanker kulit jenis ini. Pengobatan tergantung pada usia dan kondisi pengidapnya, ukuran, area dan tingkat keparahan. Nah, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, yaitu: 

  • Memotong kulit yang terkena kanker dan menjahitnya; 

  • Electrodesiccation and curettage (ED&C), metode ini menghilangkan tumor dengan cara dikuret, kemudian lapisan dasar kanker dibakar dengan jarum elektrik;

  • Kuret dan cryotherapy. Prosedurnya sama seperti ED&C. Namun, setelah kuret, area biopsi dibekukan dengan nitrogen cair;

  • Cryosurgery, yaitu prosedur pembekuan sel-sel kanker menggunakan nitrogen cair;

  • Terapi sinar laser untuk menghancurkan sel kanker;

  • Operasi Mohs, yaitu pengangkatan kanker lapis demi lapis yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Umumnya digunakan pada kanker di bagian wajah, seperti hidung atau telinga;

  • Radioterapi. Prosedur ini dilakukan apabila kanker sudah menyebar ke organ lain dan ke kelenjar getah bening, atau jika kanker tidak bisa ditangani dengan bedah.

Baca juga: Inilah Cara Mengenali Gejala 5 Jenis Kanker Kulit

Pencegahan Karsinoma Sel Skuamosa

Melindungi kulit dari sinar matahari adalah langkah utama mencegah penyakit ini. Selain itu, banyak juga bahaya tidak menggunakan sunscreen yang perlu diwaspadai. Di antaranya adalah penuaan dini, kerusakan kulit, kulit kering, kulit terbakar, peradangan, hingga pelemahan sistem imun. Untuk itu, kamu wajib mengoleskan sunscreen setiap kali hendak melangkah keluar ruangan. 

Sayangnya, terlalu banyak orang percaya bahwa kulit mereka aman pada cuaca mendung, padahal kondisi ini sama bahayanya. Kesalahpahaman ini menyebabkan banyak masalah kulit yang serius. Kamu bisa mencegahnya dengan mengenakan pakaian tertutup yang melindungi seluruh bagian kulit. Hindari juga perawatan tanning kulit, dan pastikan segera memeriksakan kulit ke rumah sakit terdekat ketika muncul gejala yang aneh.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Disease and Conditions. Squamous Cell Carcinoma of the Skin.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2020. Skin Cancer: Squamous Cell Carcinoma
Healthline. Diakses pada 2020. Squamous Cell Cancer.