• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Konsumsi Buah dan Sayur, Awas Kolesterol Tinggi

Jarang Konsumsi Buah dan Sayur, Awas Kolesterol Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dalam kadar yang normal, kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika kolesterol menunjukkan angka yang tinggi, kamu bisa saja terserang penyakit berbahaya, seperti darah tinggi, diabetes, jantung, atau stroke. Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi dapat terjadi dalam proses alami, yaitu proses penuaan. Semakin bertambahnya usia, risiko seseorang mengidap kolesterol tinggi akan semakin besar.

Namun, kolesterol tinggi juga dapat terjadi karena memiliki pola makan yang tidak sehat. Terutama jarang konsumsi buah dan sayur. Mengapa demikian? Sebab, buah dan sayur tak hanya mengandung berbagai nutrisi dan vitamin yang baik bagi tubuh, tetapi juga mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan dan juga rendah kalori dan lemak, sehingga tidak akan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

Baca juga: Ini Batas Kadar Kolesterol yang Normal Bagi Wanita

Berbagai Hal yang Juga Memicu Kolesterol Tinggi

Sebenarnya, apapun penyebabnya (meski alami karena penuaan sekalipun), kolesterol tinggi perlu diatasi dan kalau bisa dicegah. Sebab, kondisi ini dapat memicu terjadinya berbagai penyakit serius. Hal-hal yang dapat memicu terjadinya kenaikan kolesterol juga cukup banyak. Namun kebanyakan justru disebabkan oleh gaya hidup tak sehat dan kebiasaan buruk, berikut:

1. Kebiasaan Konsumsi Makanan Tak Sehat

Bagi kamu yang hobi jajan di pinggir jalan, makanan berlemak, dan berminyak, siap-siap deh untuk terkejut dengan angka kolesterol yang melonjak naik. Soalnya, makanan-makanan tersebut mengandung lemak jenuh dan lemak trans, yang dapat memicu kenaikan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, lemak jenuh dan lemak trans juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik dalam darah. 

Jadi, alih-alih mengonsumsi makanan mengandung lemak jenuh dan lemak trans, sebaiknya perbanyak konsumsi makanan dengan kandungan lemak tak jenuh, sehingga kadar kolesterol dalam tubuh bisa lebih terkontrol. Perbanyak juga asupan sayur dan buah dalam menu makanan sehari-hari, agar tubuh tetap sehat.

2. Kurang Aktif Bergerak

Hati-hati kalau kamu memiliki hobi “rebahan” di atas sofa atau kasur yang empuk sambil memutar film kesukaan, bermain ponsel, atau membaca novel. Sebab, jika kebiasaan ini sering dilakukan, kadar kolesterol dalam darah dapat naik dengan mudah. Apalagi jika sambil rebahan kamu makan camilan tidak sehat dan jarang berolahraga. 

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kadar Kolesterol Saat Liburan

3. Kelebihan Berat Badan

Kegemukan merupakan tanda jika banyak kadar kolesterol jahat yang terperangkap di dalam tubuh. Jika kadar lemak tubuh berlebih, kemungkinan besar kadar kolesterol pun akan tinggi. Tak hanya itu, kegemukan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit berbahaya lainnya. Jadi, untuk mencegahnya, jagalah berat badan agar tetap ideal, sehingga kadar kolesterol HDL dan LDL dalam tubuh tetap stabil.

4. Memiliki Kebiasaan Merokok

Aktif merokok dapat menyebabkan naiknya kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Hal ini karena adanya zat-zat akrolein yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, dengan cara menghalangi kerja enzim yang bertanggung jawab menjaga kadar LDL agar tetap pada batas normal. Namun, tak hanya perokok aktif, perokok pasif pun dapat mengalami risiko yang sama.

5. Mengidap Penyakit Tertentu

Tak hanya kebiasaan tidak sehat yang dilakukan, kolesterol tinggi juga dapat terjadi karena adanya penyakit dalam tubuh, lho. Beberapa penyakit yang dimaksud, adalah diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan liver dan masalah ginjal, dan gangguan kelenjar tiroid. Perlu diketahui juga bahwa ketika kamu tidak memiliki kebiasaan buruk, tetapi mengidap kolesterol tinggi, sebaiknya kamu periksa terlebih dulu riwayat kesehatan keluarga. 

Baca juga: Menurunkan Kolesterol atau Berat Badan, Mana yang Lebih Dahulukan?

Sebab, kolesterol tinggi tak hanya bisa terjadi karena kebiasaan buruk yang dilakukan, tetapi juga dapat diwariskan dari keluarga secara genetik. Kondisi ini disebut dengan familial hypercholesterolemia. Mutasi gen yang dibawa dari kedua orangtua dapat mengontrol setiap sel dalam tubuh, sehingga tubuh kesulitan untuk membuang kolesterol jahat. Bahkan, tubuh akan membuat organ hati terlalu banyak menghasilkan kolesterol jahat. Namun, tingkat keparahannya akan tergantung pada seberapa banyak kadar LDL dalam darah.

Jadi, jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kolesterol tinggi, tidak ada salahnya untuk membicarakannya pada dokter di Halodoc. Lebih bagus lagi kalau kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan darah dan cek kolesterol. Semakin dini kolesterol tinggi dideteksi, risiko komplikasi serius akan lebih mudah dihindari.

Referensi:
Cheat Sheet. Diakses pada 2019. Dangerous Habits That May Be Raising Your Cholesterol.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. High Cholesterol.