Ketahui 4 Cek Pra Nikah yang Perlu Dilakukan Pria

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
cek pra nikah pria

Halodoc, Jakarta - Ternyata bukan hanya wanita yang perlu melakukan cek kesehatan pra nikah, pria pun perlu melakukannya. Pasalnya, pria pun sama-sama memiliki andil untuk menurunkan suatu kondisi atau penyakit tertentu dalam keturunan.

Tidak ada salahnya pria melakukan cek pra nikah sebelum merencanakan kehamilan, meski pelaksanaannya dilakukan sebelum menikah. Mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pihak akan membuat perencanaan membangun rumah tangga menjadi lebih matang. Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih baik setelah mengetahui risiko kesehatan yang mungkin dialami.

Sebagai gambarannya, berikut rangkaian yang mungkin akan kamu jalani saat melakukan cek pra nikah:

1. Cek Kesuburan

Perlu kamu ketahui bahwa masalah kehamilan bukan hanya dialami oleh wanita saja. Pria pun menyumbang sekitar 30 persen kesuksesan dalam menjalani proses kehamilan. Untuk menghindari hal ini, pemeriksaan kesuburan harus dilakukan untuk mengetahui kualitas sperma dan juga jumlahnya. Jika sperma yang dihasilkan baik dan jumlahnya lebih dari 15 juta per militer dalam air mani, pria dianyatakan sehat alat reproduksinya.

Baca juga: Cek Pra Nikah Bisa Tentukan Pasangan Bisa Punya Keturunan?

2. Cek Darah

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui golongan dan juga rhesus yang dimiliki oleh pria. Jika rhesus pada pria dan wanita berbeda, bayi yang nantinya dikandung bisa mengalami gangguan perkembangan. Pemeriksaan rhesus ini juga dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit metabolis seperti diabetes.

3. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual

Setelah menikah, tentu suami-istri diperbolehkan berhubungan intim dan melakukan program kehamilan untuk memiliki anak. Hubungan intim ini akan berisiko jika pria mengalami infeksi penyakit menular seksual pada tubuhnya. Virus atau bakteri yang ada pada tubuh akan menyebar ke pasangan melalui hubungan intim vaginal. Di samping itu, penyakit ini juga akan mengganggu kehamilan, sehingga anak yang lahir mungkin akan mengalami cacat fisik.

4. Pemeriksaan Genetik

Anak akan menerima warisan gen dari ayahnya. Jika bibit yang diturunkan ini justru banyak yang resesif, anak dapat mengalami banyak masalah pada kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang sering diturunkan yaitu jantung, diabetes, kanker, hingga sindrom Down dapat diketahui dengan tes genetik terlebih dahulu.

Baca juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah

Selain melakukan pemeriksaan di atas, ada satu hal yang tidak kalah penting dan perlu dilakukan oleh laki-laki sebelum menikah, yaitu konseling psikolog. Tes psikolog penting dilakukan untuk menilai kesiapan mental kamu menjadi kepala keluarga. Jika ditemukan tanda-tanda pada diri kamu yang berpotensi menimbulkan stres dalam rumah tangga nantinya, kamu akan disarankan untuk menjalani terapi dan bimbingan. Dengan begitu, konflik di kemudian hari dapat diminimalisir.

Konseling juga diperlukan untuk mendeteksi adanya risiko penyakit jiwa, terutama mengenali tanda-tanda depresi pada pria. Depresi merupakan penyakit yang bisa menimpa siapa saja. Namun, efeknya mungkin akan lebih fatal pada pria, karena kebanyakan pria tidak menyadari gejalanya atau bahkan menutupinya.

Baca juga: Efektifkah Tes Kehamilan Sebelum Menikah?

Itulah sejumlah tes pra nikah yang akan pria jalani. Sebaiknya persiapan diri kamu bukan hanya finansial, tapi juga fisik dan mental. Kamu juga bisa mendiskusikan mengenai cek pra nikah ini pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa lho langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!