• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Gangguan Tulang dan Sendi yang Kerap Menyerang Lansia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Gangguan Tulang dan Sendi yang Kerap Menyerang Lansia

Jenis Gangguan Tulang dan Sendi yang Kerap Menyerang Lansia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Oktober 2022

“Lansia rentan mengalami gangguan tulang dan sendi akibat kemampuan fisiknya yang menurun. Salah satu gangguan yang rentan terjadi adalah osteoporosis.”

Jenis Gangguan Tulang dan Sendi yang Kerap Menyerang LansiaJenis Gangguan Tulang dan Sendi yang Kerap Menyerang Lansia

Halodoc, Jakarta – Menjadi lansia membuat kemampuan fisik seseorang menurun, bahkan lebih rentan untuk terserang penyakit. Nah, salah satu masalah yang rentan terjadi adalah gangguan tulang dan sendi.

Namun, ada banyak penelitian yang menyebut jika gangguan akibat penuaan ini disebabkan kurangnya beraktivitas. Faktanya, aktivitas fisik mampu membantu dalam mengurangi risiko untuk mengalami masalah pada tulang atau sendi.

Maka dari itu, lansia perlu tahu berbagai masalah pada tulang dan sendi yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Dengan mengetahuinya, tindakan penanganan segera bisa dilakukan sesegera mungkin.

Berbagai Gangguan Tulang dan Sendi pada Lansia

1. Osteoporosis

Salah satu gangguan tulang dan sendi yang rentan terjadi pada lansia adalah osteoporosis. Masalah ini lebih rentan terjadi pada wanita yang lebih tua. Saat terjadi, tulang menjadi lebih mudah untuk patah.

Pada wanita yang lebih tua dan sudah mengalami menopause, kadar estrogen dalam tubuhnya menurun. Padahal, fungsi hormon estrogen adalah untuk mencegah pengeroposan tulang.

Selain itu, beberapa lansia mungkin tidak terlalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Nah, bisa jadi makanannya tidak mencukupi kebutuhan harian dari kalsium dan vitamin D.

2. Osteoarthritis

Nah, gangguan tulang dan sendi lainnya yang umum menyerang lansia adalah osteoarthritis. Hal ini terjadi karena faktor usia yang sudah menua dan keausan pada sendi.

Gangguan yang disebut juga dengan rematik ini terjadi akibat gangguan metabolisme disertai perubahan pada sistem muskuloskeletal pada lansia. Faktor risikonya juga dapat dipengaruhi aktivitas pada kehidupan sehari-hari.

Masalah ini lebih rentan terjadi pada wanita yang usianya di atas 55 tahun, atau sudah termasuk lansia. Risikonya diperparah jika seseorang alami obesitas, sebab beban berlebih dapat menyebabkan robekan pada sendi.

3. Rheumatoid Arthritis

Lansia juga rentan untuk alami gangguan pada sendi ini yang alami peradangan. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kaku pada sendi yang terserang.

Selain faktor usia, seseorang yang memiliki faktor genetik lebih rentan untuk alami masalah ini, bahkan sebelum memasuki usia lanjut. Maka dari itu, jika seseorang memiliki faktor risiko terkait masalah ini, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan rutin.

4. Osteomalasia

Beberapa sumber juga menyebut jika osteomalasia juga termasuk salah satu gangguan tulang dan sendi yang rentan terjadi pada lansia. Masalah ini dapat membuat tulang menjadi lunak, sehingga lebih rentan untuk patah.

Penyebab dari gangguan ini adalah asupan vitamin D yang tidak memadai. Nah, lansia yang kurang memperhatikan asupan vitamin D atau jarang berjemur di pagi hari bisa alami masalah ini.

Itulah beberapa gangguan pada tulang dan sendi yang rentan terjadi pada lansia. Faktor usia dapat meningkatkan risiko dari berbagai masalah ini. Maka dari itu, pemeriksan rutin dan pola hidup sehat perlu diterapkan, sehingga risiko terjadinya masalah ini dapat diturunkan secara signifikan.

Jika memiliki pertanyaan lainnya terkait berbagai gangguan yang rentan terjadi pada lansia, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa kamu gunakan, lho. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan. Makanya, unduh segera aplikasinya!

Referensi:
Better Health Channel. Diakses pada 2022. Ageing – muscles bones and joints.
Medline Plus. Diakses pada 2022. Aging changes in the bones – muscles – joints.
Universitas Muhammadiyah Jakarta. Diakses pada 2022. Hubungan antara Nyeri Lutut Osteoarthritis dengan Aktivitas Fisik Lanjut Usia.