• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Menginfeksi Tubuh Manusia

Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Menginfeksi Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Cacingan pada seseorang biasanya terjadi tanpa disadari. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan gejala, seperti diare, sakit perut, mual, muntah, penurunan berat badan, serta kelelahan. Begitu banyak jenis cacing yang bisa menginfeksi. Berbeda jenis cacing, maka akan berbeda pula proses penularannya. Berikut jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh manusia!

Baca juga: Sering Main di Luar Buat Anak Berisiko Kena Cacingan?

Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Menginfeksi Tubuh Manusia

Cacing bukan hanya terdiri dari satu jenis saja, ada beberapa jenis yang menjadi penyebab cacingan pada manusia. Cacing ini bukan hanya menginfeksi anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa, bahkan hewan. Berikut ini beberapa jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh manusia:

  • Cacing Pita

Ternyata, cacing pita tidak hanya menular dari konsumsi daging yang kurang matang saja. Cacing ini juga bisa menginfeksi tubuh melalui air minum yang telah terkontaminasi telur atau larva cacing pita. Hal lain yang menyeramkan adalah, cacing ini bisa tumbuh dalam tubuh manusia selama 30 tahun, hingga mencapai ukuran 15 sentimeter.

  • Cacing Kremi

Cacing kremi merupakan jenis cacing gelang, yang berbentuk sangat kecil dan tidak berbahaya. Cacing ini tinggal di dalam usus besar dan rektum orang dewasa atau anak-anak. Cara penularannya dapat terjadi ketika seseorang secara tidak sadar menelan telur cacing kremi. Oleh karena memiliki ukuran yang sangat kecil dan hampir tidak terlihat, telur cacing ini mudah terbang dan terhirup manusia. 

  • Cacing Gelang

Cacing gelang merupakan infeksi cacing yang menular melalui makanan yang telah terkontaminasi. Sama seperti cacing pita, cacing gelang adalah jenis cacing lainnya yang dapat berkembang biak dalam jumlah yang banyak dalam tubuh manusia.

  • Cacing Trichinella

Cacing trichinella terdapat pada daging matang yang sudah terkontaminasi larva cacing. Jika sampai masuk ke dalam tubuh, larva akan menetap dalam usus manusia, dan tumbuh hingga mereka dewasa. Setelah dewasa, cacing kemudian akan berkembang biak dan mengontaminasi otot atau jaringan tubuh lainnya.

  • Cacing Tambang

Telur cacing tambang mengontaminasi tubuh melalui pori-pori kulit. Untuk mencegahnya, kamu harus selalu memakai alas kaki saat pergi ke luar rumah. Pasalnya, tanah yang kamu injak merupakan salah satu habitat cacing tanah untuk berkembang biak.

  • Cacing Pipih

Cacing pipih hidup dalam usus, darah, atau jaringan tubuh, yang lebih sering menginfeksi hewan ketimbang manusia. Manusia akan berisiko tertular jika sering mengonsumsi sayuran mentah, seperti selada air. Bukan hanya melalui makanan saja, cacing ini bisa menginfeksi tubuh manusia melalui air minum yang telah terkontaminasi telur cacing. 

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Cutaneous Larva Migrans pada Anak-Anak

Jika terinfeksi, seseorang akan mengalami sejumlah gejala. Pada anak-anak, gejala yang tampak dapat berupa rasa gatal di anus atau vagina, terutama pada malam hari. Selain itu, anak akan mengalami penurunan bobot tubuh dan sering terbangun pada malam hari. Berbeda dengan anak-anak, berikut gejala umum infeksi cacing pada orang dewasa:

  • Rasa lelah yang berlebihan.
  • Sakit perut atau mulas.
  • Perut kembung.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Diare, yang disertai dengan penurunan berat badan.
  • Disentri, yaitu infeksi yang terjadi pada usus sehingga menyebabkan diare disertai darah.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.

Baca juga: Bagaimana Cara Melindungi Si Kecil dari Cacing Kremi?

Segera temui dokter di rumah sakit terdekat saat kamu menemukan sejumlah gejalanya, ya! Jika sejumlah gejala muncul dan dibiarkan begitu saja, kamu akan mengalami dehidrasi yang akan membahayakan nyawamu. Jadi, segera periksakan diri dan dapatkan langkah penanganan yang tepat, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Ascariasis.
Healthline. Diakses pada 2020. Parasitic Worms in Humans: Know the Facts.
Medicine Net. Diakses pada 2020. Pinworms (Pinworm Infection in Children and Adults, Enterobiasis).
WebMD. Diakses pada 2020. Worms in Humans.