• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis-Jenis Gangguan pada Otot Jantung yang Perlu Diwaspadai

Jenis-Jenis Gangguan pada Otot Jantung yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jenis-Jenis Gangguan pada Otot Jantung yang Perlu Diwaspadai

“Gangguan otot jantung atau kardiomiopati adalah penyakit yang mempersulit jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jenis utama kardiomiopati termasuk kardiomiopati dilatasi, hipertrofik, dan restriktif. Gangguan otot jantung ini merupakan kondisi serius karena bisa menyebabkan gagal jantung.”

Halodoc, Jakarta – Gangguan otot jantung atau yang juga dikenal kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang mempersulit jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati mengacu pada penyakit otot jantung. Gangguan otot jantung ini bisa menyebabkan gagal jantung

Jenis utama kardiomiopati termasuk kardiomiopati dilatasi, hipertrofik, dan restriktif. Penyakit ini memiliki banyak penyebab, tanda dan gejala, serta pengobatan. Dalam kebanyakan kasus kardiomiopati menyebabkan otot jantung membesar, menebal, atau kaku. Saat kardiomiopati memburuk, jantung menjadi lebah dan kurang mampu untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Baca juga: Mudah Didapat, Ini 7 Makanan yang Menyehatkan Jantung

Jenis-jenis Kardiomiopati yang Perlu Dikenali

Ketika kardiomiopati terjadi, otot jantung normal menebal, menegang, menipis, atau terisi dengan zat yang diproduksi tubuh yang tidak termasuk dalam otot jantung. Akibatnya, kemampuan otot jantung untuk memompa darah berkurang, yang bisa menyebabkan detak jantung tidak teratur, cadangan darah ke paru-paru atau seluruh tubuh, dan gagal jantung. 

Kardiomiopati bisa terjadi karena penyakit, kondisi, atau faktor lain atau diturunkan. Namun, dalam beberapa kasus penyebabnya tidak selalu diketahui. Jenis kardiomiopati meliputi:

  1. Kardiomiopati Dilatasi

Jenis kardiomiopati ini diketahui dari kemampuan pemompaan ruang utama jantung (ventrikel kiri) menjadi melebar dan tidak bisa secara efektif memompa darah keluar jantung. Meskipun jenis ini bisa dialami orang dari segala usia, tapi paling sering terjadi pada orang paruh baya dan cenderung dialami pria. Penyebab umumnya yaitu penyakit arteri koroner atau serangan jantung, atau juga cacat genetik.

  1. Kardiomiopati Hipertrofik

Gangguan otot jantung ini terjadi karena penebalan otot jantung yang tidak normal, yang membuat jantung lebih sulit bekerja. Sebagian kondisi mempengaruhi otot ruang pemompaan utama jantung (ventrikel kiri). 

  1. Kardiomiopati Hipertrofik

Kondisi ini bisa berkembang pada usia berapa pun, tapi cenderung lebih parah jika terjadi selama masa kanak-kanak. Kebanyakan orang dengan kardiomiopati hipertrofik memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Beberapa mutasi genetik juga dikaitkan dengan kardiomiopati hipertrofik.

Baca juga:  Henti Jantung Bisa Terjadi saat Kelelahan, Benarkah?

  1. Kardiomiopati Restriktif

Pada jenis ini, otot jantung menjadi kurang fleksibel atau kaku, sehingga tidak mampu mengembang dan terisi darah di antara detak jantung. Jenis kardiomiopati yang tidak umum ini bisa terjadi pada semua usia, tapi lebih sering menyerang orang yang lebih tua. 

  1. Kardiomiopati Restriktif

Kondisi ini terjadi tanpa alasan yang diketahui (idiopatik), atau dapat disebabkan oleh penyakit pada organ tubuh lain yang mempengaruhi jantung, seperti amiloidosis. 

  1. Displasia Ventrikel Aritmogenik

Pada jenis kardiomiopati langka ini, otot di ruang jantung kanan bawah (ventrikel kanan) digantikan oleh jaringan parut, yang dapat menyebabkan masalah irama jantung. Kondisi ini sering disebabkan oleh mutasi genetik.

Perawatan Gangguan Otot Jantung

Kardiomiopati adalah kondisi  kesehatan yang terbilang serius. Tanpa pengobatan, maka bisa mengancam jiwa pengidapnya. Kardiomiopati juga kondisi progresif, yang bisa memburuk dari waktu ke waktu. 

Perawatan kardiomiopati dapat meningkatkan harapan hidup seseorang. Jika kamu mengidap kardiomiopati, carilah pengobatan dari dokter spesialis jantung. Kamu bisa menemukan dokter spesialis jantung berpengalaman melalui aplikasi Halodoc. Bila perlu, buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit terdekat di aplikasi Halodoc.

Baca juga: Henti Jantung Bisa Terjadi saat Kelelahan, Benarkah?

Tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat penyakit semakin parah, mengendalikan gejala, dan mencegah kematian mendadak. Jika kamu didiagnosis mengidap kardiomiopati, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengubah pola makan dan aktivitas fisik, mengelola stres dengan baik,, menghindari alkohol dan obat-obatan tertentu, dan minum obat. 

Dokter juga mungkin akan merawat untuk kondisi yang menyebabkan kardiomiopati jika ada, atau melakukan operasi jika diperlukan. Perawatan juga tergantung pada jenis kardiomiopati yang kamu miliki. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses ada 2021. Cardiomyopathy

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy

Heart. Diakses pada 2021. What Is Cardiomyopathy in Adults?