• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Obat Diare Apa yang Aman untuk Anak-Anak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Obat Diare Apa yang Aman untuk Anak-Anak?

Jenis Obat Diare Apa yang Aman untuk Anak-Anak?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 Januari 2022

“Saat anak mengalami diare, hindari untuk memberikan sembarang obat. Pastikan obat diare anak aman dikonsumsi untuk seusianya. Beberapa jenis obat diare anak yang aman yaitu oralit, zinc, dan probiotik. Selain mencukupi cairannya, berikan juga makanan yang mendukung pemulihan diare anak.”

Jenis Obat Diare Apa yang Aman untuk Anak-Anak?

Halodoc, Jakarta – Diare pada anak bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Selain akibat infeksi, diare pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi makanan, hingga mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

Diare bisa berlangsung 1 atau 2 hari dan hilang dengan sendirinya. Meskipun merupakan masalah yang umum, tapi orang tua tetap perlu memberikan obat diare anak. Jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, anak mungkin memiliki masalah yang lebih serius. 

Nah, sebelum memberikan obat diare anak, pastikan obat aman dikonsumsi untuk anak-anak. Lantas, apa saja jenis obat diare anak yang aman?

  1. Oralit

Oralit menjadi pertolongan pertama yang bisa diberikan ketika anak mengalami diare. Obat ini bisa dibilang cukup efektif dalam mencegah dan membantu meringankan dehidrasi pada Si Kecil. Hal ini berkat beberapa kandungan dalam oralit, yaitu:

  • Glukosa anhidrat.
  • Natrium bikarbonat.
  • Kalium klorida.
  • Natrium klorida.

Semua kandungan di atas bisa membantu mengembalikan elektrolit dan cairan tubuh yang hilang saat mengalami diare. Obat diare anak ini bekerja hanya dalam waktu 8 hingga 12 jam setelah dikonsumsi. 

  1. Zinc

Dibandingkan dengan obat generik, ibu disarankan untuk memberikan suplemen zinc saat anak mengalami diare. Hal ini untuk membantu mempercepat pemulihan diare anak. Setidaknya, begitulah hasil dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Pharmacology. Menurut riset tersebut pemberian suplemen zinc yang dibarengi dengan larutan oralit, efektif membantu mengurangi lama diare pada anak. 

United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) juga sepakat untuk menyarankan pemberian suplemen zinc. Suplemen zinc diberikan sebanyak 20 miligram selama sekitar 10 hingga 14 hari pada anak yang mengalami diare akut. Selain mempercepat penyembuhan, memberikan suplemen zinc juga diduga efektif mencegah diare pada anak kembali terjadi, hingga dua atau tiga bulan mendatang. 

  1. Probiotik

Obat diare lain yang direkomendasikan untuk anak adalah suplemen probiotik. Suplemen tersebut efektif untuk mengembalikan bakteri baik di dalam usus. Sebab bakteri baik bisa saja berkurang akibat munculnya bakteri jahat saat anak terserang diare.

Tidak hanya itu, memberikan suplemen ini pada anak juga dianggap mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh pada anak saat diare. Selain itu obat diare anak ini juga dijual bebas di apotek, ibu bisa juga memberikan probiotik dari yoghurt. 

Nah, itulah beberapa jenis obat diare anak yang aman. Jika Si Kecil diare, segera berikan obat diare anak. Ibu bisa cek kebutuhan obat diare di toko kesehatan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Pemberian Makan saat Anak Diare

Pemberian makan pada anak yang mengalami diare harus diperhatikan dengan cermat. Pastikan untuk memberikan makanan yang sehat dan seimbang, selain banyak cairan. Dalam kasus diare tertentu, dokter mungkin menyarankan untuk mengurangi asupan susu dan gula untuk jangka pendek. 

Makanan berserat dapat dikonsumsi karena bermanfaat di saat keadaan sembelit dan diare. Makanan kaya serat tertentu dapat membantu memperlambat diare anak, contohnya:

  • Apel (tanpa kulit).
  • Pisang.
  • Gandum.
  • Kacang polong.
  • Ubi jalar (tanpa kulit.

Jika diare berlanjut, cobalah untuk mengobservasi makanan yang dikonsumsi anak. Bagi sebagian anak, makanan tertentu dapat memicu diare. Untuk beberapa anak, gluten atau produk susu juga dapat memicunya. Jika orang tua mencurigai adanya makanan tertentu yang menyebabkan masalah diare pada anak, tuliskan dan tanyakan pada dokter. 

Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Diarrhea in Children.
Kids Health. Diakses pada 2022. Diarrhea
Children’s Health. Diakses pada 2022. How to treat diarrhea in kidsHealthline. Diakses pada 2021. What to Eat When You Have Diarrhea