• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Olahraga Intensitas Tinggi yang Tepat untuk Diet

Jenis Olahraga Intensitas Tinggi yang Tepat untuk Diet

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Mendapatkan tubuh yang ramping dan ideal tidak bisa diperoleh dari konsumsi makanan saja. Kalau kamu sedang fokus untuk menurunkan berat badan, diet yang kamu jalani perlu dibarengi dengan olahraga. Jenis olahraga yang kamu pilih pun harus disesuaikan. Nah, olahraga dengan intensitas tinggi dikenal ampuh menurunkan berat badan secara cepat. 

High intensity interval training (HIIT) adalah olahraga intensitas tinggi yang dikombinasikan aktivitas fisik intensitas rendah. Latihan ini dilakukan secara bergantian dalam waktu singkat dalam satu waktu. Tidak hanya lebih efisien dengan waktu yang kamu miliki, tetapi juga mampu membakar lemak lebih cepat. Lantas, seperti apa sih olahraga intensitas tinggi itu? Yuk, simak penjelasan berikut ini. 

Baca juga: Olahraga yang Direkomendasikan Sesuai Bentuk Tubuh

Jenis Olahraga Intensitas Tinggi yang Tepat untuk Diet

Olahraga intensitas tinggi terdiri dari banyak gerakan, kurang lebih ada 12 gerakan. Umumnya, rutinitas dilakukan sekitar 20-50 menit. Dari keduabelas gerakan, masing-masing dilakukan selama 30 detik dengan diselingi istirahat 10 detik. Gerakan-gerakannya meliputi:

  • Jumping jacks.
  • Wall sit.
  • Push-up.
  • Push-up and rotation.
  • Abdominal crunch.
  • Step-up onto chair.
  • Squat.
  • Triceps dip on chair.
  • Plank.
  • Side plank.
  • High knees/running in place.
  • Lunge.

Melansir dari Verywell Fit, para peneliti yang telah mempelajari latihan intensitas tinggi menemukan bahwa semakin pendek waktu intervalnya, seharusnya latihan bisa semakin intens. Hal yang perlu kamu pahami, intensitas adalah kuncinya bukan durasi atau seberapa lama kamu mampu melakukan gerakan-gerakan di atas. Interval yang terlalu lama juga tidak selalu lebih baik karena kamu mungkin tidak dapat bekerja keras. 

Pastikan kamu memulai olahraga ini dengan pemanasan selama tujuh hingga 10 menit dalam kondisi stabil (tanpa interval). Bagi pemula, sebaiknya pilih gerakan-gerakan yang tidak terlalu berat terlebih dahulu. Setelah terbiasa dengan gerakan tersebut, kamu bisa memulai gerakan lain yang lebih sulit. 

Baca juga: 4 Olahraga yang Cocok untuk Pemilik Tubuh Gemuk

Kapan Hasilnya Bisa Terlihat?

Dilansir dari laman Verywell Fit, tinjauan tentang program HIIT menemukan bahwa banyak pelatih menggunakan program HIIT pada klien-kliennya selama dua hingga 16 minggu untuk melihat hasil pembakaran lemak dan peningkatan massa otot tanpa lemak. Sebagian besar program penurunan berat badan HIIT yang lebih sukses umumnya berlangsung selama delapan minggu.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, konsumsi makanan cukup protein untuk membantu tubuh membakar kalori dan membangun otot di setiap latihan. Hal yang perlu diingat, konsistensi adalah komponen terpenting dari setiap program penurunan berat badan. Jika kamu konsisten melakukannya, hasil yang kamu dapatkan juga sesuai dengan yang kamu harapkan atau bahkan lebih dari itu. 

Baca juga: Olahraga Tanpa Alat? Coba 4 Gerakan Bodyweight Berikut

Namun, bila kamu memiliki kondisi tertentu, alangkah lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjalani diet dan program HIIT. Jika kamu butuh saran mengenai hal ini, kamu dapat menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:

Verywell Fit. Diakses pada 2020. High Intensity Interval Workouts for Weight Loss.
Prevention. Diakses pada 2020. 10 HIIT Workouts to Burn Fat & Muscle, Plus Overall Benefits of High Intensity Interval Training