Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Pemeriksaan Radiologi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Pemeriksaan Radiologi

Halodoc, Jakarta – Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang digunakan untuk mengetahui bagian dalam tubuh manusia menggunakan teknologi pencitraan, baik berupa gelombang elektromagnetik maupun mekanik. Dalam dunia media, radiologi berperan penting untuk diagnosis penyakit secara akurat. 

Baca Juga: 4 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi X-Ray

Jenis-Jenis Pemeriksaan Radiologi

Beberapa kondisi yang diketahui melalui pemeriksaan radiologi adalah kanker, tumor, penyakit jantung, stroke, kelainan paru-paru, serta gangguan pada tulang, sendi, pembuluh darah, hati, ginjal, kelenjar tiroid, kelenjar getah bening, saluran pencernaan, dan saluran reproduksi. Secara umum, pemeriksaan radiologi terbagi menjadi dua bidang, yaitu:

1. Radiologi Diagnostik

Radiologi diagnostik membantu dokter untuk melihat struktur di dalam tubuh menggunakan teknologi pencitraan. Tujuannya untuk mengetahui kondisi bagian dalam tubuh, mendiagnosis penyebab gejala yang dikeluhkan, memantau respons tubuh pengidap terhadap perawatan yang dijalani, serta skrining penyakit. Jenis pemeriksaan radiologi diagnostik meliputi:

  • Computed tomography, dikenal juga computerized axial tomography (CT/CAT) scan.

  • Pemeriksaan fluoroskopi.

  • MRI (magnetic resonance imaging) dan MRA (magnetic resonance angiography) scan.

  • Pemeriksaan mamografi.

  • Pemeriksaan nuklir, seperti bone scan, tiroid scan, dan tes stres jantung.

  • Positron emission tomography (PET scan)

  • Foto rontgen dan USG.

Baca Juga: Perlu Tahu, Ini Langkah-Langkah Pemeriksaan X-Ray

2. Radiologi Intervensi

Radiologi intervensi memungkinkan dokter untuk melakukan prosedur medis minim sayatan. Tujuannya untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit. Dokter mengambil gambar melalui teknologi pencitraan, misalnya memasukkan kateter, kamera, kabel, dan instrumen kecil lain ke bagian tubuh pengidap. Contoh prosedur radiologi intervensi meliputi:

  • Angiografi, angioplasti, dan pemasangan ring pembuluh darah.

  • Embolisasi untuk menghentikan perdarahan.

  • Radioterapi melalui pembuluh darah arteri.

  • Biopsi payudara yang dipandu dengan teknik stereotactic atau ultrasound.

  • Biopsi jarum dari organ berbeda (seperti paru-paru dan kelenjar tiroid).

  • Pemasangan kateter.

  • Penempatan selang makanan.

Persiapan Teknis Sebelum Pemeriksaan Radiologi

Sebelum melakukan pemeriksaan radiologi, ada beberapa tes yang harus dijalani. Pada tahap awal, kamu melakukan pemeriksaan di dokter umum. Apabila ditemukan adanya gejala yang menjurus pada penyakit tertentu dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan, kamu dirujuk ke dokter spesialis (disesuaikan dengan kebutuhan). Setelah dirujuk ke radiolog, barulah kamu mendapatkan pemeriksaan radiologi.

Setiap prosedur pemeriksaan membutuhkan persiapan yang berbeda-beda. Sebelum menjalani pemeriksaan radiologi, berikut ini hal yang perlu dipersiapkan:

  • Memakai pakaian yang nyaman dan longgar agar mudah membukanya saat pemeriksaan berlangsung. Namun biasanya, rumah sakit menyiapkan baju khusus yang bisa dipakai selama pemeriksaan.

  • Melepaskan perhiasan, kacamata, jam tangan, dan aksesori yang mengandung logam karena memengaruhi hasil pemeriksaan. Jika kamu pernah menjalani implantasi metalik (seperti pemasangan ring jantung atau mur di tulang), segera lapor ke dokter.

  • Kamu mungkin akan diminta untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Baca Juga: Berbagai Kondisi yang Dapat Diperiksa Melalui Rontgen Dada

Itulah jenis pemeriksaan radiologi yang perlu diketahui. Kalau ingin melakukan pemeriksaan khusus, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Atau, kamu bisa menggunakan fitur Lab Services yang ada di aplikasi Halodoc. Kamu tinggal tentukan jenis dan waktu pemeriksaan, lalu tunggu petugas lab di rumah. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!