Jika Tidak Ditangani dengan Baik, Antraks Bisa Sebabkan Meningitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
jika-tidak-ditangani-dengan-baik-antraks-bisa-sebabkan-meningitis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Antraks atau yang dikenal juga dengan penyakit sapi gila adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan ternak. Seseorang bisa tertular antraks bila menyentuh atau mengonsumsi daging hewan yang terkena antraks. Meskipun merupakan penyakit yang jarang terjadi, tetapi antraks adalah penyakit serius yang mesti diobati dengan baik. Sebab, antraks yang tidak segera diobati bisa menyebabkan meningitis. Yuk, simak penjelasannya di sini.

Penyebab Antraks

Antraks disebabkan oleh Bacillus anthracis, yaitu bakteri yang umumnya ditemukan di tanah. Pada keadaan normal, bakteri tersebut menghasilkan spora yang tidak aktif dan hidup di tanah. Namun, saat spora masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia, spora menjadi aktif. Spora aktif tersebut mulai membelah diri, menghasilkan racun, dan menyebarkannya ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan penyakit yang berat. Antraks bisa menyerang kulit, paru-paru, dan pada kasus yang jarang terjadi, saluran pencernaan.

Bakteri penyebab antraks paling sering menyerang hewan pemakan rumput, seperti sapi, kambing, kuda, dan domba. Bakteri tersebut bisa menyebar dari hewan ke manusia bila seseorang menyentuh kulit atau bulu hewan yang terinfeksi, maupun memakan daging hewan terinfeksi yang kurang matang atau menghirup bakteri antraks.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Terinfeksi Antraks

Namun, sampai saat ini, belum terbukti bahwa antraks bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Akan tetapi, apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan luka di kulit orang yang terinfeksi, ia berisiko terinfeksi juga.

Gejala Antraks yang Mesti Diwaspadai

Gejala antraks yang muncul bisa berbeda-beda, tergantung pada jalur masuk bakteri ke dalam tubuh seseorang. Berikut ini beberapa gejala antraks berdasarkan cara penularannya:

  • Antraks kulit. Bila bakteri antraks didapatkan dari kontak langsung dengan kulit hewan terinfeksi, maka gejala yang bisa terjadi adalah munculnya banyak benjolan di kulit yang terasa gatal. Benjolan ini paling sering muncul di wajah, leher, dan lengan. Kemudian, benjolan tersebut bisa berubah menjadi botok berwarna hitam, tetapi tidak menyebabkan nyeri.

  • Antraks pencernaan. Bila masuk ke pencernaan, antraks bisa menyebabkan gejala berupa mual dan muntah, sakit tenggorokan dan sulit menelan, sakit perut, nafsu makan menurun, sakit kepala, demam, dan muncul benjolan pada leher. Pada kondisi yang sudah parah, pengidap bisa mengalami diare dan BAB berdarah.

  • Antraks pernapasan. Antraks ini menimbulkan gejala yang mirip gejala penyakit flu, seperti demam, nyeri otot, nyeri saat menelan, dan kelelahan. Gejala yang lebih parahnya adalah sesak napas dan syok. Jenis antraks inilah yang bisa menyebabkan meningitis.

Baca juga: 5 Pemeriksaan Penunjang Jika Terjangkit Antraks

Meningitis adalah Salah Satu Komplikasi Antraks

Antraks bisa menyebabkan komplikasi yang serius bisa tidak diobati dengan segera. Komplikasi yang bisa terjadi adalah meningitis, yaitu peradangan selaput otak dan tulang belakang yang kemudian bisa menimbulkan perdarahan hebat dan berujung pada kematian. Karena itu, bila kamu mengalami gejala antraks, sebaiknya segera dapatkan pengobatan medis dari dokter agar bisa terhindar dari komplikasi.

Baca juga: Gejala Mirip Tipes, Meningitis Bisa Sebabkan Koma

Pengobatan Antraks

Pengobatan antraks akan lebih efektif apabila dilakukan secepatnya. Dokter biasanya akan memberikan kombinasi sejumlah antibiotik, seperti penisilin, doxycycline, dan ciprofloxacin untuk memaksimalkan pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pengidap, serta luas bagian tubuh yang terinfeksi.

Untuk membeli obat-obatan yang kamu butuhkan seperti antibiotik, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2019. Meningitis Due to Bacillus Anthracis.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Anthrax: Causes, treatments, and risks.