• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jokowi Divaksin, Ini 8 Fakta Vaksin Sinovac yang Perlu Diketahui

Jokowi Divaksin, Ini 8 Fakta Vaksin Sinovac yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tepat sehari lalu (13/1), Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksinasi vaksin COVID-19. Vaksinasi yang dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta itu disiarkan melalui live streaming YouTube Sekretariat Presiden.

Keputusan menjadi orang pertama yang divaksinasi ini diambil Jokowi bukan tanpa alasan. Keputusan ini diambil untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin COVID-19 yang digunakan aman. Di samping itu, vaksin Sinovac yang digunakan juga telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Nah, mau tahu lebih jauh mengenai vaksin Sinovac yang telah disuntikan pada Jokowi? Yuk, simak fakta-fakta mengenai vaksin COVID-19 Sinovac di bawah ini. 

Baca juga: Ini 10 Pemimpin Dunia yang Telah dan Akan Disuntik Vaksin COVID-19

1.Tiba di Bandung sejak Agustus

Pada awal Desember 2020, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin virus corona buatan farmasi Tiongkok, Sinovac, tiba di Indonesia. Kabar kedatangan vaksin virus corona ke tanah air langsung disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. 

"Saya ingin menyampaikan suatu kabar baik, bahwa hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin ini buatan Sinovac diuji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020," jelasnya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Vaksin Sinovac yang akan didatangkan ke Indonesia sebenarnya bukan hanya 1,2 juta dosis, melainkan 3 juta dosis. Namun, sisanya (1,8 juta dosis) dijadwalkan tiba pada Januari 2021. 

2. Efikasi Vaksin 65,3 Persen

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr Ir Penny K Lukito, vaksin COVID-19 Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen. Meski lebih kecil dari pengujian di Turki (91,25 perse) dan Brasil (78 persen), hasil uji vaksin Sinovac sudah memenuhi standar persyaratan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu minimal 50 persen. Lantas, apa yang dimaksud dengan efikasi? 

Menurut WHO dalam “Overview of Vaccine Efficacy and Vaccine Effectiveness” efikasi vaksin adalah kemanjuran vaksin yang dihitung dalam persentase dalam penurunan insiden penyakit pada suatu kelompok yang divaksinasi, dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi.

"Efikasi sebesar 65,3 persen dari hasil uji klinik di Bandung menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3 persen," ujar Penny K Lukito.

3. Memiliki Sertifikasi Halal

Vaksin Sinovac sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI mengatakan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac hukumnya suci dan halal, dan boleh digunakan umat Islam sepanjang keamanannya terjamin menurut pakar yang kredibel dan kompeten.

Baca juga: Ini 6 Fakta Mutasi Virus Corona Terbaru dari Inggris

4. Whole-Virus Vaccines

Berbicara vaksin virus corona, tentunya juga membicarakan berbagai pendekatan untuk menciptakannya. Bagaimana dengan vaksin Sinovac? Vaksin ini memiliki pendekatan whole-virus vaccines. Vaksin ini menginaktivasi seluruh partikel virus corona dengan berbagai cara (dihancurkan, dipanaskan, radiasi, atau dengan bahan-bahan kimia) untuk memicu respons imun. 

Vaksin jenis ini terbagi menjadi dua, yaitu inactivated and live attenuated vaccines. Contohnya seperti vaksin influenza, cacar air, campak, gondongan, dan rubella. Nah, salah satu perusahaan yang tengah mengembangkan vaksin COVID-19 jenis ini salah satunya adalah Sinovac.

5. Dapat Memicu Sistem Imun

Kemampuan vaksin Sinovac untuk memicu sistem imun terbilang tinggi. "Pada uji klinis tahap ketiga di Bandung imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik," ujar Penny. 

Setelah 14 hari penyuntikan, hasilnya menunjukkan kemampuan membentuk antibodi sebesar 99,74 persen. Sementara itu, pada tiga bulan setelah penyuntikan, hasil antibodinya masih 99,23 persen. 

"Hal ini menunjukkan bahwa sampai dengan tiga bulan, individu yang disuntik vaksin masih memiliki antibodi yang tinggi, yakni 99,23 persen," tambahnya. 

6. Lebih Mudah Disimpan 

Di atas kertas, salah satu keuntungan utama Sinovac adalah dapat disimpan di lemari es standar pada suhu 2-8 derajat Celcius. Hal ini sama dengan vaksin Oxford, yang dibuat dari virus hasil rekayasa genetika yang menyebabkan flu biasa pada simpanse. 

Sementara itu, vaksin Moderna perlu disimpan pada -20 Celcius dan vaksin Pfizer pada -70 Celcius. Artinya, vaksin Sinovac dan Oxford-AstraZeneca jauh lebih berguna untuk negara berkembang, yang mungkin tidak dapat menyimpan vaksin dalam jumlah besar pada suhu rendah seperti itu.

Baca juga: Picu Sebuah Penyakit, Vaksin COVID-19 AstraZeneca Ditangguhkan

7. Efek Samping Terbilang Ringan

Setiap vaksin biasanya memiliki efek samping tersendiri. Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin virus corona merek Sinovac memiliki efek samping ringan hingga sedang. Efek samping yang timbul dapat berupa nyeri, iritasi, pembengkakan, sakit kepala, gangguan kulit, atau diare. 

8. Digunakan Negara Lain

Vaksin Sinovac tak hanya digunakan di Indonesia. Terdapat beberapa negara lainnya yang mengimpor vaksin buatan Tiongkok untuk untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional. Beberapa negara di antaranya adalah Turki, Brazil, dan Chile.

Mau tahu lebih jauh mengenai vaksin COVID-19? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
BBC. Diakses pada 2021. Covid: What do we know about China's coronavirus vaccines?
Deutsche Welle. Diakses pada 2021. Coronavirus digest: China's Sinovac vaccine 78% effective, says Brazil
The New York Times. Diakses pada 2021. Different Approaches to a Coronavirus Vaccine
WHO. Diakses pada 2021. Overview of Vaccine Efficacy and Vaccine Effectiveness
Kompas.com. Diakses pada 2021. Jokowi Divaksin, Berikut 5 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac