• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jumlah Trombosit Menurun, Kapan Perlu ke Rumah Sakit?

Jumlah Trombosit Menurun, Kapan Perlu ke Rumah Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jumlah Trombosit Menurun, Kapan Perlu ke Rumah Sakit?

Halodoc, Jakarta – Trombositopenia adalah suatu kondisi saat seseorang memiliki jumlah trombosit darah yang rendah. Trombosit adalah sel darah tidak berwarna yang membantu pembekuan darah. Trombosit akan menghentikan perdarahan dengan menggumpal dan membentuk sumbat pada cedera pembuluh darah.

Kondisi ini mungkin terjadi sebagai akibat dari gangguan sumsum tulang seperti leukemia atau masalah sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini bisa juga sebagai efek samping dari minum obat tertentu. Trombositopenia bisa ringan dan menyebabkan beberapa tanda atau gejala. Dalam kasus yang jarang terjadi, jumlah trombosit bisa sangat rendah sehingga terjadi pendarahan internal yang berbahaya. 

Baca juga: Mengidap Trombositopenia, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Kapan Trombositopenia Harus Dibawa ke Rumah Sakit? 

Secara umum ada beberapa tanda dan gejala trombositopenia yang akan terjadi, seperti:

  • Mudah memar mudah atau memar berlebihan (purpura).
  • Perdarahan superfisial ke dalam kulit yang muncul sebagai ruam bintik-bintik ungu kemerahan (petechiae), biasanya di kaki bagian bawah.
  • Perdarahan berkepanjangan dari luka.
  • Perdarahan dari gusi atau hidung.
  • Adanya darah dalam urin atau tinja.
  • Aliran menstruasi yang sangat deras.
  • Kelelahan.
  • Pembesaran limpa.

Segera buat janji dengan dokter di rumah sakit jika kamu memiliki tanda-tanda trombositopenia yang mengkhawatirkan. Orang dengan trombositopenia parah berisiko kehilangan darah internal dan eksternal yang signifikan, atau perdarahan. Perdarahan internal ke dalam saluran pencernaan atau otak (perdarahan intrakranial) dapat mengancam jiwa.

Memiliki splenektomi juga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi. Limpa juga merupakan bagian dari sistem kekebalan. Ia membantu tubuh melawan kuman. Untuk alasan ini, pasien yang limpanya harus diangkat perlu diberi beberapa vaksinasi untuk membantu mencegah infeksi.

Baca juga: Perlunya Ubah Gaya Hidup untuk Cegah Trombositopenia

Perawatan untuk Mengatasi Jumlah Trombosit Rendah

Trombositopenia bisa berlangsung selama berhari-hari atau bertahun-tahun. Orang dengan trombositopenia ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Untuk orang yang membutuhkan pengobatan untuk trombositopenia, pengobatan tergantung pada penyebabnya dan seberapa parahnya.

Bila rendahnya kadar trombosit dalam darah ini disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau pengobatan, mengatasi penyebab tersebut dapat menyembuhkannya. Sementara itu, beberapa perawatan lain mungkin melibatkan:

  • Transfusi Darah atau Trombosit. Jika kadar trombosit menjadi terlalu rendah, dokter dapat mengganti darah yang hilang dengan transfusi sel darah merah atau trombosit.
  • Operasi. Jika perawatan lain tidak membantu, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk mengangkat limpa (splenektomi).
  • Pertukaran Plasma. Purpura trombositopenik trombotik dapat menyebabkan keadaan darurat medis yang membutuhkan pertukaran plasma.
  • Obat-Obatan. Jika kondisi terkait dengan masalah sistem kekebalan, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meningkatkan jumlah trombosit. Obat pilihan pertama mungkin kortikosteroid. Jika itu tidak berhasil, obat yang lebih kuat dapat digunakan untuk menekan sistem kekebalan.

Jika kamu sudah diresepkan obat untuk mengatasi trombosit yang rendah ini, kamu bisa tebus obat tersebut di Halodoc. Dengan layanan antar, beli obat kini jadi lebih mudah dan tanpa perlu keluar rumah. 

Baca juga: Ini Bahaya Pembekuan Darah bagi Kesehatan

Cara Mencegah JumlahTrombosit Turun?

Apabila kamu berisiko mengalami trombositopenia, ada beberapa hal yang dapat membantu mencegahnya:

  • Hindari obat-obatan yang mengencerkan darah dan meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin, naprosyn, dan ibuprofen.
  • Berhati-hatilah dengan olahraga kontak dan aktivitas yang dapat menyebabkan cedera, memar, dan pendarahan.
  • Minimalkan kontak dengan bahan kimia beracun.
  • Berhati-hatilah saat bercukur, menyikat gigi, dan membersihkan hidung.
  • Batasi asupan alkohol yang memperlambat produksi trombosit dan menyebabkan kerusakan hati.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Thrombocytopenia.
Healthline. Diakses pada 2021. Low Platelet Count (Thrombocytopenia).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Thrombocytopenia.