Kadar Neutropenia Rendah Bisa Buat Tubuh Rentan Infeksi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kadar Neutropenia Rendah Bisa Buat Tubuh Rentan Infeksi

Halodoc, Jakarta – Banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika kamu rutin mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, salah satunya adalah terpenuhi kebutuhan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalani fungsinya. Salah satu penyakit yang dapat muncul akibat kekurangan vitamin pada tubuh adalah neutropenia.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Neutropenia terjadi ketika jumlah neutrofil di dalam sel darah putih menurun. Tentu kadar neutrofil yang menurun membuat tubuh tidak dapat melawan bakteri sehingga rentan tingkatkan infeksi pada tubuh. Yuk, ketahui lebih banyak mengenai neutropenia.

Rendahnya Neutrofil Sebabkan Seseorang Rentan Infeksi

Orang dewasa dikategorikan mengalami kondisi neutropenia ketika kadar neutrofil di dalam darah kurang dari 1500 per microliter. Sedangkan pada anak-anak, kadar normal neutrofil di dalam tubuh akan berubah sesuai dengan usia anak.

Sel darah putih dalam tubuh memiliki fungsi untuk menghindari tubuh dari infeksi. Sel darah putih dalam tubuh memiliki dua jenis, neutrofil dan limfosit. Keduanya memiliki fungsi yang hampir sama untuk menjaga kekebalan tubuh dari paparan bakteri maupun virus. 

Neutrofil diproduksi dalam tubuh pada sumsum tulang belakang dan disalurkan oleh darah menuju seluruh tubuh. Tentu infeksi yang muncul berkaitan dengan imunitas tubuh. Ketika neutrofil rendah atau menurun, maka tubuh tidak mampu melawan bakteri ataupun virus secara optimal. Dengan begitu, seseorang dengan kadar neutrofil rendah lebih rentan alami infeksi.

Umumnya, seseorang mengalami penurunan kadar neutrofil pada sel darah putih karena proses kemoterapi untuk mengatasi penyakit kanker. Kondisi ini membuat pengidap kanker rentan terhadap infeksi bakteri.

Baca juga: Lansia Rentan Mengidap Neutropenia, Ini Alasannya

Tidak hanya itu, orang-orang yang memiliki penyakit dengan gangguan sistem imunitas tubuh juga rentan alami neutropenia, seperti HIV/AIDS. Selain kemoterapi, ketahui faktor lain yang menyebabkan seseorang alami neutropenia, seperti:

  1. Kekurangan vitamin;
  2. Kelainan bawaan lahir pada sumsum tulang;
  3. Penyakit sumsum tulang;
  4. Penggunaan obat-obatan yang dapat merusak kondisi neutrofil.

Kamu bisa bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc jika masih bingung dan ingin bertanya tentang faktor yang dapat sebabkan neutropenia.

Kenali Gejala Neutropenia

Biasanya, kondisi neutropenia terdeteksi secara tidak langsung ketika seseorang melakukan pemeriksaan darah. Hal ini karena kondisi neutropenia umumnya jarang memunculkan gejala. Biasanya, gejala yang muncul berkaitan dengan penyakit yang dialami oleh pengidap. 

Namun, salah satu gejala yang muncul pada pengidap neutropenia adalah demam. Demam yang dialami pengidap neutropenia menjadi salah satu tanda infeksi yang dialami. Infeksi yang terjadi dapat dikatakan sebagai komplikasi dari kondisi neutropenia.

Baca juga: Kenali Perbedaan Neutropenia dengan Neutrofilia

Infeksi yang muncul umumnya sering terjadi pada selaput lendir pada bagian dalam mulut dan kulit. Infeksi yang muncul beragam dapat berupa ruam, abses atau luka yang tidak kunjung membaik. Selain itu, neutropenia berhubungan dengan beberapa kondisi seperti infeksi telinga, sinusitis, radang gusi, dan pneumonia. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan yang terjadi ketika memiliki luka yang tidak kunjung membaik.

Untuk pengobatan di rumah, kamu bisa lakukan beberapa cara berikut, seperti menjaga kesehatan mulut dengan rutin periksakan kondisi mulut dan gigi pada dokter gigi. Tidak hanya itu, mencuci tangan dengan bersih dan menjaga kebersihan luka pada tubuh bisa dilakukan untuk menghindari kondisi neutropenia. Ketika kamu mengalami demam, sebaiknya segera lakukan pengobatan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Neutropenia
Healthline. Diakses pada 2019. Neutropenia