• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kalsium yang Menumpuk Sebabkan Penyakit Arteri Perifer
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kalsium yang Menumpuk Sebabkan Penyakit Arteri Perifer

Kalsium yang Menumpuk Sebabkan Penyakit Arteri Perifer

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 September 2020
Kalsium yang Menumpuk Sebabkan Penyakit Arteri Perifer

Halodoc, Jakarta - Penyakit arteri perifer adalah gangguan yang terjadi menyempitnya pembuluh darah akibat penumpukan plak. Plak yang menumpuk tersebut bukan hanya terbentuk dari kalsium, tapi juga lemak, kolesterol, dan senyawa lain dalam darah. 

Penyakit ini biasanya terjadi di kaki, entah itu pada satu kaki ataupun kedua kaki secara bersamaan. Walaupun terjadi pada kedua kaki, biasanya nyeri yang terasa lebih menyakitkan jika terjadi di satu kaki. Hal yang perlu diwaspadai dari gangguan ini yaitu kemunculannya terkadang tidak menimbulkan gejala dan perkembangannya secara perlahan hingga jarang disadari. 

Baca juga: 3 Jenis Operasi untuk Tangani Arteri Perifer yang sudah Parah

Penyebab Terjadinya Arteri Perifer

Kondisi ini dapat terjadi karena menumpuknya plak yang merupakan sumbatan berbentuk kalsium, lemak, jaringan fibrosa, dan zat-zat lainnya dalam darah. Adanya penumpukan membuat aliran darah menjadi terhambat. Gangguan arteri perifer ini umum terjadi di kaki, namun juga dapat terjadi di pembuluh arteri di seluruh tubuh. 

Beberapa faktor yang menyebabkan risiko terjadinya penyakit arteri perifer meningkat, yaitu: 

  • Memiliki kebiasaan merokok;
  • Mengalami diabetes tipe 1 atau 2;
  • Memiliki tekanan darah tinggi;
  • Memiliki kolesterol tinggi.

Risiko akan meningkat seiring pertambahan usia. Selain itu, jenis kelamin laki-laki juga berisiko lebih besar mengalami penyakit ini. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, maka penyakit arteri perifer dapat bertambah parah. Kondisi terburuknya yaitu pengidap mengalami kematian jaringan dan berisiko untuk diamputasi.

Cara efektif untuk mencegah terjadinya penyakit arteri perifer yaitu menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makan-makanan bergizi seimbang, dan olahraga secara teratur. 

Baca juga: Benarkah Merokok Bisa Merusak Jantung?

Waspada Gejala Penyakit Arteri Perifer 

Pengidap penyakit arteri perifer mungkin saja tidak mengalami gejala apapun pada awalnya. Ada pula yang mengalami gejala ringan, seperti kram, tungkai terasa berat, kebas, atau nyeri. Tidak adanya gejala atau muncul gejala sangat ringan terkadang diabaikan oleh pengidap.

Seiring waktu, gejala atau nyeri akan bertambah parah saat pengidap beraktivitas dan dapat mereda setelah pengidap beristirahat. Kondisi ini disebut klaudikasio. Klaudikasio yang dialami pada orang lanjut usia sebaiknya tidak dianggap remeh atau sebagai kondisi yang normal akibat penuaan.

Sebaiknya segera periksa dan bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika mengalami gejala. Terutama jika kamu berusia di atas 50 tahun, memiliki kebiasaan merokok, memiliki diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi. 

Jika kondisi ini diabaikan, maka lama-kelamaan pembuluh darah arteri bisa semakin menyempit hingga menimbulkan keluhan berupa:

  • Terasa dingin pada kaki dan membiru atau tampak pucat. 
  • Timbul luka pada kaki yang sulit untuk sembuh. 
  • Kaki menghitam dan membusuk.

Tanda di atas merupakan gejala kematian jaringan yang dapat berisiko untuk diamputasi. Kematian jaringan tersebut dapat menyebar jika tidak segera dilakukan penanganan. Selain kematian jaringan, ada beberapa tanda yang menjadi gejala adanya penyakit arteri perifer, yaitu: 

  • Kerontokan bulu kaki;
  • Otot kaki mengalami pengecilan;
  • Tumbuh kuku kaki yang rapuh;
  • Pada pria biasanya juga mengalami disfungsi ereksi. 

Baca juga: Kaki Terasa Dingin dan Pucat? Waspada Gejala Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer dapat ditangani dengan beberapa cara, yaitu:

  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, berhenti merokok, olahraga teratur, menjalankan pola makan sehat. 
  • Menjaga tekanan darah dan kontrol diabetes.
  • Pengobatan seperti anti-platelet dan anti-lipid.
  • Operasi pemasangan stent, balloon, by pass, dan beberapa teknik lainnya. 

Penumpukan plak dalam darah menyebabkan penyakit arteri perifer. Kebiasaan merokok sudah terbukti membuat pembuluh darah kehilangan kelenturannya dan rentang mengalami sumbatan.

Oleh karena itu, berhenti merokok menjadi salah satu anjuran yang paling utama untuk mencegah penumpukan plak dalam darah. Itulah beberapa informasi penting yang perlu diketahui tentang penyakit arteri perifer. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Peripheral artery disease (PAD).
NHS UK. Diakses pada 2020. Peripheral Arterial Disease (PAD).