• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kanker Darah Bisa Menurunkan Fungsi Ginjal

Kanker Darah Bisa Menurunkan Fungsi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Gangguan fungsi ginjal terjadi karena kerusakan ginjal, karenanya ginjal tidak dapat melakukan fungsi vitalnya. Salah satu fungsi yang paling penting adalah menyaring limbah. Salah satu penyebab yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi ginjal adalah kanker, dan kanker darah pada khususnya. 

Seseorang yang mengalami kanker berpotensi mengalami gangguan fungsi ginjal karena perawatan yang dilakukan. Beberapa perawatan kanker menyebabkan kerusakan pada ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut. 

Kerusakan ginjal biasanya reversibel, jika dikelola dengan cermat untuk mengendalikan komplikasi yang mengancam jiwa. Setelah obat-obatan yang menyebabkan kerusakan ginjal dihentikan, perawatan dapat berfokus pada mencegah kelebihan akumulasi cairan dan limbah sambil membiarkan ginjal sembuh. 

Baca Juga: Kebiasaan yang Memicu Gagal Ginjal Akut

Akibat Obat Kemoterapi pada Penyakit Kanker

Beberapa obat kemoterapi dan terapi biologis dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Kemoterapi menyebabkan gangguan fungsi ginjal dengan merusak pembuluh darah atau struktur ginjal. Ginjal memecah dan mengeluarkan obat kemoterapi dari tubuh. Produk dari proses ini dapat merusak sel-sel di ginjal, ureter, dan kandung kemih.

Perawatan yang beracun bagi ginjal disebut nefrotoksik. Apakah obat kemoterapi akan menyebabkan kerusakan ginjal atau tidak tergantung pada dosis obat tersebut. Apakah obat lain digunakan secara bersamaan dan apakah seseorang sudah mengalami gangguan ginjal.

Obat-obat kemoterapi yang dikenal sebagai nephrotoxic termasuk:

  • Cisplatin.
  • Carboplatin (Paraplatin, Paraplatin AQ).
  • Ifosfamide (Ifex).
  • Metotreksat.

Baca Juga: Apakah Anak Muda Bisa Terserang Gagal Ginjal Akut?

Selain kemoterapi, gangguan ginjal juga dapat terjadi akibat terapi radiasi. Terapi radiasi ke ginjal atau perut atau iradiasi tubuh total (TBI) yang diberikan sebelum transplantasi sel induk dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. 

Transplantasi sel induk juga dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Persiapan untuk transplantasi sel induk termasuk kemoterapi dosis tinggi dan terkadang TBI, dapat merusak fungsi ginjal. Obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati penyakit graft-versus-host (GVHD) setelah transplantasi sel induk juga meningkatkan risiko masalah ginjal. 

Faktor lain yang perlu kamu waspadai dapat meningkatkan risiko masalah ginjal, termasuk:

  • Operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian ginjal.
  • Operasi untuk mengangkat kandung kemih.
  • Mengidap kanker pada kedua ginjal.
  • Usia pada saat perawatan dilakukan (semakin muda anak, semakin besar risikonya).
  • Antibiotik dan obat antijamur tertentu.
  • Kondisi medis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Masalah saluran kemih seperti infeksi saluran kemih yang sering atau aliran balik urin ke ginjal (dikenal sebagai refluks).

Baca Juga: Gagal Ginjal Akut, Bisakah Dicegah?

Jenis dan Gejala Gangguan Ginjal

Masalah ginjal yang dapat berkembang setelah perawatan untuk kanker termasuk:

  • Disfungsi ginjal, yang berarti ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Gagal ginjal.

Gejala dapat terjadi selama perawatan dan mungkin bersifat sementara. Kerusakan ginjal bisa ringan hingga berat dan bisa menjadi permanen. Jika kerusakannya parah, dapat menyebabkan gagal ginjal.

Tanda dan gejala yang mungkin berarti ginjal rusak atau tidak berfungsi secara normal meliputi:

  • Pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki, kaki atau area lain dari tubuh.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Perubahan dalam buang air kecil dan jumlah urin yang lebih sedikit.
  • Kelelahan.
  • Anemia.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Pernapasan cepat.
  • Rasanya seperti logam di mulut atau bau mulut.
  • Kulit yang gatal.
  • Mual atau muntah.
  • Sakit kepala.

Jika gejalanya memburuk atau tidak hilang, diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat. Diskusi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan kapan dan di mana saja. Selain itu, kamu juga bisa beli obat melalui aplikasi Halodoc. Mudah kan? Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Sebelum perawatan untuk kanker dimulai, tim kesehatan dapat melakukan tes untuk memeriksa ginjal kamu dan memastikan tidak ada masalah besar. Tes juga dapat dilakukan selama perawatan untuk memastikan tidak ada yang berubah.

Masalah ginjal biasanya didiagnosis dengan:

  • Pemeriksaan fisik, termasuk mengukur tekanan darah.
  • Sebuah urinalisis.
  • Hitung darah lengkap.
  • Tes kimia darah.
  • USG ginjal.

Referensi:

Texas Oncology. Diakses pada 2019. Kidney Damage From Cancer Treatment.