• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kanker Kandung Kemih, Ketahui Gejala dan Penyebabnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kanker Kandung Kemih, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Kanker Kandung Kemih, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Desember 2021

“Sebaiknya waspada terhadap gejala kanker kandung kemih, seperti munculnya darah pada urine, frekuensi buang air kecil yang berubah, nyeri buang air kecil, nyeri perut, hingga inkontinensia urine. Selain itu, hindari faktor pemicu penyakit ini, seperti merokok, kurang mengonsumsi cairan, hingga terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh.”

Kanker Kandung Kemih, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Kanker kandung kemih adalah jenis kanker yang muncul pada sel kandung kemih. Kandung kemih sendiri merupakan organ yang memiliki otot berongga di perut bagian bawah dan berfungsi untuk menyimpan urine.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab utama dari perubahan sel yang memicu sel kanker pada kandung kemih. Namun, ada beberapa faktor pemicu yang bisa meningkatkan risiko kanker kandung kemih. Untuk itu, waspada beberapa gejala yang terkait dengan kanker kandung kemih agar kamu dapat mengatasi penyakit ini lebih dini.

Kenali Gejala Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih menjadi salah satu jenis kanker yang memiliki gejala di awal perkembangannya. Dengan begitu, pengobatan dan perawatan dapat dilakukan lebih dini sehingga kesempatan sembuh dan pemulihan menjadi lebih besar.

Ada beberapa gejala kanker kandung kemih yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Darah pada Urine. Kanker kandung kemih menyebabkan munculnya darah pada urine (hematuria). Saat mengalami hematuria, urine akan terlihat berwarna merah atau berwarna sangat gelap.
  • Frekuensi Buang Air Kecil. Pengidap kanker kandung kemih akan mengalami peningkatkan frekuensi dalam buang air kecil. Terkadang, pengidap kanker kandung kemih juga akan mengalami kesulitan untuk buang air kecil.
  • Nyeri Buang Air Kecil. Peningkatan frekuensi buang air kecil biasanya akan disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil. 
  • Nyeri Perut. Kanker kandung kemih juga bisa memicu nyeri perut. Nyeri perut dapat dirasakan seperti kram hingga sakit perut.
  • Inkontinensia Urine. Inkontinensia urine adalah kondisi ketika kamu tidak mampu untuk mengendalikan kandung kemih.

Itulah beberapa gejala kanker kandung kemih yang perlu diwaspadai. Jika kamu mengalami beberapa gejala terkait penyakit ini jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc sebagai langkah pertama. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Penyebab Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih terjadi ketika sel-sel dalam kandung kemih mengalami perubahan atau mutasi pada DNA-nya. Perubahan ini membuat sel menjadi tidak normal dan berkembang cepat secara tidak terkendali. Kondisi ini menyebabkan sel-sel yang sehat akan mati.

Sel-sel abnormal akan membentuk tumor ganas yang bisa menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang normal dan sehat. Jika tidak diatasi dengan tepat kondisi ini dapat menyebar ke bagian terdekat atau organ tubuh lainnya.

Lalu, apa yang menyebabkan perubahan atau mutasi pada sel dalam kandung kemih? Ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu perubahan ini, salah satu yang paling berisiko adalah kebiasaan merokok.

Selain itu faktor pemicu lainnya adalah:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker kandung kemih.
  • Mengalami paparan bahan kimia secara berulang dengan durasi yang panjang.
  • Memiliki riwayat infeksi kandung kemih.
  • Kurang mengonsumsi cairan setiap hari.
  • Memasuki usia lanjut (diatas 55 tahun).
  • Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh.
  • Mengidap penyakit diabetes, infeksi HPV, dan obesitas.

Itulah beberapa faktor pemicu yang dapat menyebabkan kanker kandung kemih. Jika kamu memiliki beberapa faktor pemicu, sebaiknya lakukan hal yang bisa mencegah kamu dari penyakit kanker kandung kemih.

Menghentikan kebiasaan merokok, membatasi asupan lemak jenuh, dan mengonsumsi berbagai makanan sehat menjadi cara tepat mencegah kanker kandung kemih. Kamu juga bisa rutin berolahraga untuk menghindari kondisi obesitas.

Referensi:

American Family Physician. Diakses pada 2021. Bladder Cancer: Diagnosis and Treatment.
CDC. Diakses pada 2021. Bladder Cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. Bladder Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Bladder Cancer.