Kanker Mata Melanoma Bisa Sebabkan Kebutaan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kanker Mata Melanoma Bisa Sebabkan Kebutaan?

Halodoc, Jakarta – Melanoma adalah jenis kanker yang berkembang di dalam sel yang menghasilkan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit. Mata juga memiliki sel penghasil melanin dan dapat mengembangkan melanoma. 

Sebagian besar melanoma mata terbentuk di bagian mata yang tidak bisa dilihat ketika melihat ke cermin. Ini membuat melanoma sulit dideteksi. Perawatan untuk kondisi melanoma tidak mengganggu penglihatan, tetapi untuk pengobatan dengan kondisi yang cukup parah bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Ingin tahu selengkapnya, baca artikel ini!

Apa Penyebab Melanoma?

Melanoma disebabkan karena kesalahan pada DNA sel-sel mata yang sehat. Kesalahan DNA memberitahu sel untuk tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, sehingga sel yang bermutasi terus hidup ketika mereka biasanya mati. Sel-sel bermutasi menumpuk di mata dan membentuk melanoma mata.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kanker Mata Melanoma

Melanoma mata paling umum berkembang di sel-sel lapisan tengah mata (uvea). Uvea memiliki tiga bagian dan masing-masing dapat dipengaruhi oleh melanoma mata:

  1. Iris, yang merupakan bagian berwarna di bagian depan mata.

  2. Lapisan koroid, yang merupakan lapisan pembuluh darah dan jaringan ikat antara sklera dan retina di bagian belakang uvea.

  3. Tubuh ciliary, yang ada di depan uvea dan mengeluarkan cairan transparan (aqueous humor) ke dalam mata.

  4. Melanoma mata juga dapat terjadi pada lapisan terluar di bagian depan mata (konjungtiva), di soket yang mengelilingi bola mata dan di kelopak mata. Melanoma jenis ini sangat jarang terjadi.

Ada beberapa faktor seseorang bisa mengidap melanoma mulai dari: 

  1. Warna mata terang. Orang dengan mata biru atau mata hijau memiliki risiko melanoma mata yang lebih besar.

  2. Berkulit putih. Mereka yang berkulit putih memiliki risiko melanoma mata yang lebih besar daripada orang-orang dari ras lain.

  3. Usia. Risiko melanoma mata meningkat seiring bertambahnya usia.

  4. Gangguan kulit bawaan tertentu. Suatu kondisi yang disebut sindrom nevus displastik, yang menyebabkan pertumbuhan tahi lalat abnormal, dapat meningkatkan risiko mengembangkan melanoma pada kulit dan mata.

Selain itu, orang-orang dengan pigmentasi kulit abnormal yang melibatkan kelopak mata dan jaringan yang berdekatan dan peningkatan pigmentasi pada uvea mereka yang dikenal sebagai ocular melanocytosis, juga memiliki peningkatan risiko mengembangkan melanoma mata.

Baca juga: Langkah Pengobatan Melanoma yang Bisa Dilakukan

Selain itu, ada beberapa bukti bahwa paparan sinar UV, seperti cahaya dari matahari atau tanning bed, dapat meningkatkan risiko melanoma mata. Gen tertentu yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anak dapat meningkatkan risiko melanoma mata.

Kanker mata tidak selalu menyebabkan gejala yang jelas dan hanya dapat diambil saat tes mata rutin. Gejala kanker mata dapat meliputi:

  1. Bayangan, kilatan cahaya, ataupun garis-garis yang bergelombang dalam visi.

  2. Penglihatan kabur.

  3. Bercak hitam di mata yang semakin besar.

  4. Hilangnya sebagian atau total penglihatan.

  5. Satu mata menonjol.

  6. Benjolan di kelopak mata.

  7. Rasa sakit di atau sekitar mata, meskipun ini jarang terjadi.

Jika memiliki gejala demikian tanyakan langsung kepada Halodoc untuk informasi lebih lengkapnya. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

NHS Inform. Diakses pada 2019. Eye Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Eye Melanoma.