Kanker Mata Melanoma vs Kanker Mata Lain, Lebih Bahaya Mana?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kanker Mata Melanoma vs Kanker Mata Lain, Lebih Bahaya Mana?

Halodoc, Jakarta – Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang cukup menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Dilansir dari Yayasan Kanker Indonesia, kanker merupakan salah satu penyakit yang disebabkan akibat pertumbuhan yang tidak normal dari sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kanker Mata Melanoma

Salah satu kebiasaan yang meningkatkan penyakit kanker adalah gaya hidup yang tidak sehat. Kondisi ini menyebabkan setidaknya ada 12 jenis kanker yang dapat dialami. Mata adalah salah satu organ yang dapat mengalami penyakit kanker. Ada beberapa jenis kanker mata yang dapat dialami. Lantas, jenis kanker mata mana yang paling berbahaya?

Ketahui Jenis Kanker Mata yang Berbahaya

Penyakit kanker mata terjadi akibat adanya sel-sel pada jaringan mata yang tumbuh tanpa terkendali. Tidak hanya itu, sel kanker yang berkembang dapat menyebar dan merusak sel-sel jaringan mata yang masih sehat. Umumnya, penyebab kanker mata dapat terjadi pada area mata yang disebut kanker mata primer. Selain itu, adanya sel kanker pada organ lain dan menyebar pada area mata nyatanya dikenal sebagai kanker mata sekunder.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Retinoblastoma dan Kanker Mata Melanoma

Kanker mata pun memiliki 3 jenis yang berbeda:

1. Melanoma Intraokular

Kanker mata melanoma intraokular terjadi pada sel melanosit yang memproduksi melanin untuk mata. Melanoma pada mata umumnya berkembang pada area jaringan uvea mata. Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, kanker mata melanoma intraokular tidak menimbulkan gejala awal. Gejala baru terasa ketika jaringan kanker membesar dan menyebabkan perubahan pada pupil maupun menyebabkan gangguan pandangan.

Gejala dari kanker mata jenis melanoma intraokular, seperti muncul bintik hitam pada iris mata, muncul seperti kilatan cahaya pada penglihatan, terlihat bintik atau garis halus pada penglihatan, perubahan pupil, gangguan penglihatan menjadi buram, adanya pembengkakan pada salah satu mata, dan adanya benjolan pada kelopak mata. 

2. Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah jenis kanker mata yang menyerang bagian retina. Umumnya, kanker mata jenis ini sering dialami oleh anak-anak yang berusia kurang dari 4 tahun. Kelainan genetik menjadi pemicu anak-anak berisiko mengalami kanker mata jenis ini.

Ada beberapa tanda pada pengidap jenis kanker mata ini, seperti perubahan warna mata pada iris, mata menjadi juling, mata merah dan meradang. Tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika ibu melihat adanya gangguan penglihatan pada anak. Faktanya, kanker mata jenis ini dapat diatasi dengan baik jika dideteksi sejak dini. 

3. Limfoma Intraokular

Kanker mata jenis ini umumnya disebabkan adanya kelainan pada kelenjar getah bening yang terdapat dalam mata. Umumnya, pengidap kanker mata jenis ini memiliki gangguan pada sistem imun tubuhnya. 

Baca juga: 3 Cara Mencegah Kanker Mata yang Perlu Diketahui

Jadi, mana yang paling berbahaya? Umumnya, semua jenis kanker mata berbahaya dan sebaiknya lakukan pemeriksaan agar diatasi dengan cepat. Namun, dari ketiga jenis kanker mata, kanker mata melanoma intraokular adalah jenis kanker mata yang sulit terdeteksi karena pertumbuhannya yang cukup lambat.

Kanker melanoma intraokular lebih berisiko menyebar pada organ maupun tubuh lain. Kamu bisa bertanya pada dokter lebih mendalam tentang kanker mata intraokular, caranya melalui aplikasi Halodoc.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit kanker mata, seperti menghindari paparan sinar ultraviolet langsung pada mata dan konsumsi makanan yang bernutrisi serta gizi baik untuk kesehatan mata.

Referensi:
Yayasan Kanker Indonesia. Diakses pada 2020. Tentang Kanker
National Health Service. Diakses pada 2020. Retinoblastoma
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Ocular Melanoma Symptomps
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Demystifying Ocular Lymphoma