• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Dislokasi Perlu Dilakukan Tindakan Medis Operasi?

Kapan Dislokasi Perlu Dilakukan Tindakan Medis Operasi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Dislokasi Perlu Dilakukan Tindakan Medis Operasi?

Halodoc, Jakarta – Dislokasi bisa diatasi dengan beberapa cara, salah satunya operasi. Kendati begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum prosedur operasi dilakukan, artinya cara pengobatan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Tindakan operasi baru akan dilakukan setelah dokter mengijinkan dan cara pengobatan lain tidak dapat mengembalikan posisi tulang. 

Sebelumnya perlu diketahui, dislokasi merupakan cedera yang terjadi pada sendi. Kondisi ini muncul ketika tulang bergeser dan keluar dari posisi yang seharusnya. Dislokasi bisa terjadi pada semua sendi di tubuh, mulai dari sendi bahu, jari, pinggul, lutut, hingga pergelangan kaki. Pengobatan perlu segera dilakukan untuk membantu mengembalikan posisi tulang. 

Baca juga: 6 Langkah Mudah Mencegah Dislokasi

Operasi dan Pengobatan Lain untuk Dislokasi

Salah satu cara mengatasi dislokasi adalah dengan prosedur operasi. Namun, tindakan ini biasanya baru akan diambil setelah dokter menyatakan tidak mampu mengembalikan posisi tulang ke tempat semula. Selain itu, operasi juga akan dilakukan jika pembuluh darah, saraf, atau ligamen yang berdekatan dengan dislokasi mengalami kerusakan.

Dislokasi ditandai dengan beberapa gejala, mulai dari sendi bengkak dan memar, perubahan warna sendi menjadi merah atau menghitam, bentuk sendi tidak normal, terasa nyeri ketika bergerak, serta mati rasa pada area sendi tertentu. Sayangnya, kondisi ini cenderung sulit dibedakan dengan patah tulang. Maka dari itu, dibutuhkan diagnosis yang tepat untuk mengetahuinya. 

Untuk memastikan, dokter akan melakukan pemeriksaan dan mencari tahu di mana kemungkinan dislokasi terjadi. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa foto rontgen dan MRI. Jika terbukti mengalami dislokasi, dokter akan mulai menyusun rencana pengobatan, sebelum memutuskan untuk melakukan operasi. 

Baca juga: Ganggu Aktivitas, Ini 3 Pertolongan Pertama Dislokasi Sendi

Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan area dan tingkat keparahan dislokasi yang dialami. Selain operasi, dislokasi bisa diatasi dengan cara: 

1.Reduksi

Cara ini dilakukan untuk mengatasi dislokasi yang tergolong ringan. Reduksi dilakukan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

2.Imobilisasi 

Setelah tulang kembali ke posisi normal, dilakukan imobilisasi. Tujuannya untuk menghambat gerak sendi dengan menggunakan penyangga sendi. Penyangga yang digunakan umumnya adalah gips dan dipasang selama beberapa minggu. 

3.Rehabilitasi 

Langkah ini dilakukan setelah penyangga sendi dilepas. Program rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendi. 

Selama menjalani rehabilitasi, kamu juga bisa menerapkan berbagai langkah perawatan di rumah untuk mempercepat pemulihan, di antaranya: 

  • Istirahatkan sendi, terutama yang mengalami dislokasi. Hindari terlalu banyak menggerakkan sendi yang cedera. 
  • Jika dibutuhkan, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotik. 
  • Kompres sendi yang cedera dengan air hangat atau es. Tujuannya untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit.
  • Melatih sendi. Bagaimanapun pengobatan sudah dilakukan dan kamu harus mulai melatih sendi yang sebelumnya cedera agar tidak kaku dan cepat pulih. Pastikan untuk melakukan latihan sesuai dengan petunjuk dokter dan jangan memaksakan diri. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Dislokasi Bisa Sebabkan 4 Komplikasi Ini

Cari tahu lebih lanjut seputar dislokasi dan bagaimana cara penanganannya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar dislokasi atau penyakit lain dari ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2020. Dislocated Shoulder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dislocation.
Patient. Diakses pada 2020. Common Dislocations