• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Harus ke Dokter saat Vulva mengalami Masalah?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Harus ke Dokter saat Vulva mengalami Masalah?

Kapan Harus ke Dokter saat Vulva mengalami Masalah?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 Januari 2022

“Vulva adalah bagian terluar vagina yang rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah pada vulva ini perlu segera diperiksakan ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya dan segera diobati. Pasalnya, beberapa masalah pada vulva bisa menjadi pertanda penyakit serius.”

Kapan Harus ke Dokter saat Vulva mengalami Masalah?

Halodoc, Jakarta – Vulva adalah bagian luar dari vagina yang berfungsi melindungi organ seksual, uretra, vestibulum, dan vagina. Karena berada di bagian terluar, vulva rentan mengalami sejumlah masalah. Itu sebabnya, penting untuk memastikan kebersihan area vagina, terutama vulva supaya terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Masalah pada vulva tidak boleh dibiarkan dan perlu segera ditangani. Pasalnya, beberapa masalah pada vulva sering kali pertanda gejala kondisi yang lebih serius. Lantas, kapan gejala vulva perlu diperiksakan ke dokter? Ini yang perlu kamu ketahui.

Temui Dokter Jika Menemukan Gejala Ini

Masalah pada vulva sering kali ditandai dengan sensasi terbakar, menyengat, atau gatal. Dalam beberapa kasus, vulva tampak merah dan bengkak. Jika tidak segera diobati dan gejalanya muncul berulang, masalah pada vulva ini dapat menyebabkan depresi, kecemasan, masalah seks, dan masalah citra tubuh.

Apabila kamu melihat perubahan pada kulit vulva dan mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Beberapa kondisi medis yang rentan menyerang vulva di antaranya:

1. Eksim

Eczema atau eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit menjadi merah, kering, dan gatal. Ini adalah salah satu penyebab iritasi vulva yang paling sering terjadi.

2. Infeksi Candida

Candida adalah salah satu jenis jamur yang bisa menginfeksi vulva. Infeksi candida dapat membuat vulva terasa sangat gatal dan perih. Kondisi ini sangat umum dan kebanyakan wanita memilikinya setidaknya sekali dalam hidup.

3. Vaginosis bakterialis

Kondisi ini terjadi ketika vagina mengeluarkan cairan keabu-abuan yang dapat berbau amis. Vaginosis bakterialis biasanya dipicu oleh ketidakseimbangan bakteri baik pada vagina.

4. Abses

Kumpulan bakteri dan nanah menumpuk di bawah kulit adalah pertanda abses. Abses sering kali terasa nyeri, merah, dan bengkak dan bisa berkembang pada labia, vulva atau kelenjar Bartholin.

5. Lichen sclerosus

Bercak kulit putih pada vulva adalah gejala khas dari lichen sclerosus. Bercak tersebut biasanya terlihat tebal dan berkerut. Kondisi ini paling sering mempengaruhi kulit di sekitar vulva atau anus.

6. Lichen planus

Peradangan yang menyebabkan benjolan pada kulit atau luka di area lembab seperti mulut dan vagina dan di sekitar vulva adalah gejala dari lichen planus.

7. Vulvodynia

Nyeri kronis di sekitar vagina sering kali menjadi pertanda vulvodynia. Selain nyeri, muncul juga sensasi terbakar dan ketidaknyamanan pada vulva.

8. Psoriasis

Nyeri dan ketidaknyamanan vulva juga dapat dikaitkan dengan psoriasis dan bisul. Keduanya dapat diobati dengan krim topikal.

Diagnosis Masalah pada Vulva

Sebelum mendiagnosis penyakit, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai gejala yang kamu rasakan. Setelah itu, dokter mulai memeriksa dan mengambil sejumlah sampel untuk diuji. Dalam beberapa kasus, biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosis suatu penyakit.

Umumnya, pengobatan untuk kondisi vulva bertujuan untuk meringankan gejala saat penyembuhan berlangsung. Pemulihan dari kondisi vulva bisa memakan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan atau lebih lama tergantung pada penyebabnya. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan pilihan perawatan terbaik.

Jika kamu berencana mengunjungi dokter, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
The American College of Obstetrichian and Gynecologist. Diakses pada 2021. Disorders of the Vulva: Common Causes of Vulvar Pain, Burning, and Itching.
Better Health Channel. Diakses pada 2021. Vulvar conditions.
The Royal Women’s Hospital. Diakses pada 2021. Vulva & vagina problems.
Medline Plus. Diakses pada 2021. Vulvar disorders.